| Kasih Kekal |
| MENYAMBUT TUHAN YESUS (hal. 1) Jonathan K. Tunggal Beberapa waktu yang lalu penulis mendapat kesempatan untuk berlibur ke Kotamadya Batu, Jawa Timur. Kota ini terletak di sebuah pegunungan dan sangat dikenal sebagai kota wisata yang sejuk, subur dan permai. Dengan antusias kesempatan ini diharapkan dan ditunggu-tunggu karena semasa kecil, sangat seringlah penulis bersama keluarga berlibur di daerah ini. Waktu berlalu dengan begitu cepat dan sudah bertahun-tahun penulis belum mendapatkan kesempatan untuk berkunjung kembali. Maka pada waktu direncanakannnya perjalanan ini, sangatlah senang hati ini. Banyaklah pertanyaan yang timbul di pikiran. Seasri dulukah tempat ini? Masih sejukkah udaranya atau sudah tercemar? Kenangan-kenangan indah yang diingat, apakah ini semua akan berubah setelah melihat keadaan sekarang? Sesampainya di sana dan setelah beberapa waktu, hati ini sangat terhibur. Memang, sesuai dengan perkembangan zaman, kepadatan dan pembangunan dapat dilihat dengan jelas. Tetapi, udaranya masih, malah sangat, sejuk. Kondisi kota bersih dan asri, bahkan sampai di luar jalan-jalan utama. Penduduknya ramah dan santun, meskipun wilayah ini sudah resmi berubah dari sebuah daerah kecil menjadi wilayah kotamadya. Hati ini sangat senang melihat berkat Tuhan untuk tempat ini. Tetapi, sebuah tanda tanya yang sangat besar tiba-tiba muncul di benak penulis. Kalau penulis sebagai orang awam boleh cermati secara sekilas, keadaan ini tidaklah terlihat di daerah-daerah dan kota-kota sekitarnya. Di mana letak perbedaannya? Mengapa tempat ini lain daripada yang lain? Kondisi medan dan komposisi penduduk sama. Tantangan ekonomi yang dihadapi seimbang. Namun, mengapa ada perbedaan yang sangat jelas? Ini bukan berarti bahwa tidak ada masalah di kota tersebut. Pastilah ada. Tetapi, kalau penulis boleh berlibur di sana untuk waktu yang singkat dan melihat sebuah perbedaan yang jelas secara fisik, pastilah ada sesuatu hal yang menjadi faktor yang membedakan. Apakah karena pemerintahan daerah-nya terdiri dari orang-orang yang unggul dan terpercaya? Pemimpin yang bijaksana pastilah suatu faktor yang mendukung, tetapi penulis rasa bukan ini yang menjadi faktor yang membedakan. Meskipun daerah ini pasti dipimpin oleh pribadi-pribadi yang baik, bukanlah berarti di daerah-daerah lain tidak ada orang-orang yang mempunyai potensi dan karakter yang seimbang. Tidak ada sesuatu hal yang dapat menjelaskan, kecuali suatu hal yang penulis ingin usulkan. Kota ini diberkati karena ia mempersilahkan Tuhan Yesus dan Kerajaan-Nya datang. Memang, dengan jelas dapat dilihat dengan mata jasmani, bahwa semua tempat beribadah, apapun latar-belakang agamanya, diatur dan dipelihara. Ini baik. Tetapi, yang sangat menentukan, adalah di mana Tuhan Yesus dan Kerajaan Tuhan boleh disambut dan dihormati dengan baik. Maksudnya bagaimana? Bagi anda yang tidak mengenal tempat ini, di suatu wilayah kecil ini terdapat sebuah Karmelitas, beberapa Sekolah Alkitab, beberapa panti-asuhan dan werda kristiani, dan banyak gereja dari semua denominasi. Tidak sedikit, bahkan banyak, pelayan-pelayan Tuhan, cendekiawan dan tokoh Kristiani di seluruh Indonesia yang telah dididik oleh sekolah-sekolah tersebut. Yang penting memang bukanlah jumlah organisasi Kristiani yang bercokol, tetapi adalah kenyataan seperti yang difirmankan di: Matius 10: 40-41 Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar. selanjutnya (hal. 2) Home Artikel |