Kasih Kekal
                                            Kristen Gelandangan (hal. 2)
                                        Jonathan K. Tunggal dan David Lie


Mazmur 133: 1, 3 berfirman:

1 Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! 3 Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.


Satu hal lebih lanjut yang penulis amati, adalah sikap si gelandangan pria. Si pria ini tidak menerima kenyataan bahwa ia berbau. Malahan dia menunjuk kembali kepada si wanita dan mengumandangkan bahwa si wanita tidak kalah kotornya dengan dia. Bukankah banyak orang percaya tidak mau menerima kenyaatan bahwa hidup kita ini masih berlepotan dengan kelemahan? Reaksi kita suka menyerang, entah dengan gosip, entah dengan “firman”, bagaimana kotornya si ini dan si itu.  Janganlah ada salah pengertian di antara pembaca  bahwa seakan-akan tidak diperlukan teguran bilamana ada kesalahan. Teguran perlu! Tetapi yang penulis maksudkan adalah kecenderungan kita sekalian untuk menggunjingkan yang kotor di pribadi sesama umat percaya.

Penulis lebih cenderung untuk bersuka-cita akan jawaban-jawaban si wanita. Kacamata negatif akan berkata bahwa ia terkesan sok suci dan eksklusif. Memang perlu ada kerendahan hati. Tetapi marilah kita lihat juga dengan cara pandang positif. Si wanita gelandangan ini ternyata mempunyai sikap pandangan yang tegas dan harga diri  yang tinggi. “Aku bersih. Jangan sentuh aku.” Siapa bilang? Dokterku kata. Oh Halleluya!

Bukankah indah dan ajaib bila seorang percaya, yang secara fakta
de facto, hidupnya penuh kelemahan, tetapi dengan iman dan pengharapan, berkata,“ Aku boleh penuh dengan kelemahan. Tetapi hidupku telah ditebus oleh darah Yesus. Secara hukum de jure aku sudah ditebus oleh darah Yesus dan DI DALAM NAMA YESUS, aku bersih, aku mau tambah bersih, aku mau terus berubah dan diubah dan suatu hari kelak, aku akan disempurnakan. Iblis, jangan ganggu aku lagi. Engkau tidak punya hak. Kekotoran dosa, aku tidak berurusan lagi! Kutuk, enyahlah dari hidupku! Masa lalu yang menghantui, bye-bye! Dan bilamana ada yang masih ragu-ragu, tanya saja kepada Dokterku, Penyembuh Ajaib, Nama-Nya Tuhan Yesus, yang kebetulan juga adalah Tuhan di atas segala tuhan dan Raja di atas segala raja!.”

Anda Kristen gelandangan yang mana?

Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya. Roma 8: 30

Semua ayat dikutib dari Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI Lembaga Alkitab Indonesia
Copyright/Hak Cipta © 2006 Kasih Kekal 
www.kasihkekal.org

                                                               
sebelumnya (hal. 1)

                                                                 Home   Artikel
Home   Artikel