Kasih Kekal
                                           Pola Hidup Yang Sehat (hal. 1)
                                                  Jonathan K. Tunggal


Bilamana kita melihat panjangnya hidup kita di bumi ini, sekitar 70-120 tahun, sebenarnya tidaklah banyak waktu yang dipercayakan kepada kita untuk melakukan pekerjaanNya dengan sempurna dan sampai tuntas. Waktunya pendek, bung! Penulis melihat bahwa pahlawan-pahlawan dan anak-anak Tuhan yang sudah dewasa rohani dan  hampir tanpa batas berjerih-payah demi menyenangkan hati Tuhan, kebanyakan dari mereka ini sudah memulai usia senja. Apakah sekarang yang menjadi batas di kala ini? Tidak lain daripada keterbatasan kesehatan jasmani.

Tidaklah disangkal bahwa kesehatan jasmani didambakan oleh semua orang. Tetapi apakah orang percaya mempunyai sudut pandang yang lebih mulia? Kalau Roh Kudus, yaitu Roh dari Pencipta hidup ini, bersemayam di tubuh ini, apakah kita sudah mempersiapkan Bait Kudus ini sebaik-baiknya? Apakah, bilamana kita mencapai usia lanjut, kita sekalian akan punya kesehatan jasmani yang mendukung untuk terus dapat berlari sampai garis akhir?

Pola hidup yang mempersilahkan kesehatan akan mendukung pekerjaan yang Tuhan tugaskan. Janganlah ada salah pengertian di mana seakan-akan penulis mengusulkan bahwa orang-orang yang dalam kelemahan dan kesakitan tidak layak untuk melayani! Itu salah! Tetapi yang penulis tandaskan adalah biarlah kita orang percaya berpola hidup yang sehat karena hormat akan Dia yang menciptakan tubuh ini, demi pekerjaan Tuhan dan juga supaya orang dunia dapat melihat bahwa memang lain daripada yang lain bilamana seseorang ikut Tuhan!

Apakah pola hidup yang sehat? Tentunya olah raga, makanan yang sehat bergizi dan menjauhi rokok serta narkoba. Semua ini dunia sudah tahu. Orang percayapun sudah tahu. Tetapi, apakah sudah melakukan? Penulis masih sering malas berolah-raga dan sering gegabah memilih makanan yang masuk ke tubuh ini. Namun, cepat lambat, kalau penulis izinkan Roh Kudus untuk mengajar segala hal, penulis mau berubah dah diubah.

Tetapi, sebagai orang percaya, apakah yang kita tahu, yang dunia belum ketahui sepenuhnya? Pastilah para pembaca sendiri dapat ingat apa yang Tuhan firmankan, yang akan mengubah kesehatan hidup jasmani ini. Tetapi, berikut adalah beberapa hal yang penulis dapatkan di Alkitab, yang akan menata hidup jasmani untuk menjadi lebih sehat dan kuat bagi kemuliaanNya:

1) Hati Yang Gembira

Amsal 17: 22 Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

Hati yang gembira akan menjadi obat yang manjur dan memulihkan kita sekalian dari sakit-penyakit. Gembira yang bagaimana? Gembira karena lawak, pesta pora ataupun karena tim olah raga favorit kita menang? Sama sekali tidak. Hati yang gembira adalah hasil persekutuan pribadi dengan Roh Kudus. Roh dari Tuhan itu sendiri, yang bilamana kita persilahkan untuk hidup di bait KudusNya ini, akan menghasilkan buah sukacita yang tertera dengan jelas di Galatia 5:22. Sudahkan kita persilahkan Roh Kudus, Roh dari Tuhan Yesus Kristus, untuk hidup, bersemayam dan mengambil alih kendali hidup ini?

2) Mengampuni Sesama

Mazmur 103: 3 Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,

Ayat ini mengajar bahwa efek dari pengampunan Tuhan Yesus akan membawa penyembuhan segala penyakit. Tetapi Tuhan Yesus sendiri mengajar bahwa kita sekalian harus mengampuni orang yang bersalah kepada kita (Matius 6: 12), supaya dengan demikian Bapa yang di sorga boleh mengampuni dosa-dosa kita sekalian (Markus 11: 25, Lukas 6: 37).  Singkat kata, pemulihan raga ini dari sakit-penyakit dan kelemahan bergantung pada kasih karunia pengampunan dari Bapa di sorga; padahal, pengampunan dari Bapa di sorga bergantung dengan kesiapan hati kita untuk mengampuni sesama. Maka daripada itu, sudahkah kita mempunyai hati yang mengampuni?

                                                               
selanjutnya (hal. 2)

                                                                 Home   Artikel
Home   Artikel