Home   Artikel                         Kasih Kekal                 

                               IBU YANG TERTIKAM oleh Pdt. Jusuf BS
                       
Sumber: Pelajaran Alkitab Tulang Elisa, Tahun II, no. 6, hal. 20, 1989.

Lukas 2: 35
Dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri, supaya menjadi nyata pikiran hati orang.

     Maria adalah seorang ibu yang hatinya lembut. Ia menyimpan di dalam hatinya semua kata-kata Tuhan tentang anak "sulungnya ini, yaitu Yesus. Tetapi banyak orang-orang mengata-ngatai anak sulungnya ini.
Maria tinggal lembut hati sehingga orang-orang berani mengata-ngatai sesuai dengan segala isi hatinya. Dengan demikian, karena lemah lembut, mau ditikam hatinya, tidak marah maka pikiran orang-orang sekitarnya menjadi kentara. Misalnya orang-orang berani mengata-ngatai bahwa Tuhan Yesus gila, kerasukan Baalzebul, ada yang pro, ada yang anti, semua berani bicara. Hati Maria tentu sakit seperti ditikam pedang, tetapi dengan demikian pikiran orang kentara dan Maria dapat bersaksi tentang segala yang dialaminya dengan anak "sulungnya' ini. Mengapa Maria dapat tahan? Sebab Roh Kudus yaitu Roh Penghiburan itu menguatkan dan menghiburkannya, sehingga Maria dapat menjadi saluran berkat Tuhan bagi sekitarnya, dengan menyaksikan yang sebenarnya.

    Juga "adik-adik" Tuhan Yesus tentut banyak bicara, "menikam" hati Maria sebab mereka tidak percaya pada Tuhan  Yesus
(Yoh 7: 5). Tetapi dengan demikian Maria tahu kekurangan-kekurangan mereka dan dapat menyaksikan segala Firman Tuhan tentang Yesus pada mereka. Satu kali semua kata-kata yang ditabur Maria dalam hati mereka itu akhirnya tumbuh dan berbuah-buah. Yakub, salah satu dari anak-anak itu akhirnya menjadi tua-tua Yerusalem (Kis. 1: 14; 21: 18; Gal. 1: 19, 2: 12).

BEGITU JUGA DALAM KELUARGA.


    Ibu yang keras dan senantiasa menghukum, menyebabkan anak-anak tidak berani mengutarakan isi hatinya. Mereka takut disalahkan dan dihukum. Tetapi ibu yang mau tinggal lembut, sekalipun kata-kata anak-anaknya menikam sakit dalam hatinya, ia tahan, tidak lekas marah, maka segala
pikiran hati anak-anaknya menjadi kentara. Ini penting, sebab dengan demikian kita tahu isi hati anak-anak itu sehingga ibu itu dapat menunjukkan mana yang salah dan membetulkannya. Itulah salah satu cara untuk mendidik anak. Ibu-ibu harus bersedia tertikam hatinya melihat dan mendengar begitu banyak perkara-perkara busuk yang ada di dalam hati anak-anaknya, tetapi dengan demikian semua keluar, terbuka, dapat dibetulkan dan diluruskan sesuai dengan Firman Tuhan (2 Tim. 3: 16).

    Ibu yang tidak mau repot, tidak mau tertikam, maka ia tidak banyak mengetahui kekurangan-kekurangan anaknya dan tidak dapat menolong untuk memperbaikinya. Kesalahan-kesalahan itu menjadi kesalahan yang rutin, lama-lama menjadi sifat dan tabiatnya. Pada akhirnya ia menjadi anak yang kurang ajar dan itu betul-betul menikam hati orang tuanya sampai hancur

Amsal 17: 25 Anak yang bebal menyakiti hati ayahnya, dan memedihkan hati ibunya.

    Sebab itu lebih baik pada permulaan banyak tertikam (banyak berdoa, Roh Kudus akan menguatkan dan menghiburkan), tetapi dengan demikian orang tua dapat menolong, memperbaiki dan mendidik anak-anaknya baik-baik.

    Tentu ibu dan bapak sendiri harus mengerti dan hidup menurut Firman Tuhan supaya dapat mengajarkan kebenaran Firman Tuhan dengan kata-kata dan perbuatan. Dari kecil anak-anak perlu dididik dan dibetulkan dari segala hal yang salah dan keliru, maka itu akan membentuk suatu tabiat dan sifat yang baik, yang sesuai dengan Firman Tuhan. Ingat
Ul. 6: 6-7

     Selain ibu Maria dan ibu-ibu, juga bapak-bapak perlu belajar hal ini (mau tertikam jiwanya) juga
pemimpin-pemimpin dan gembala-gembala di dalam sidang Tuhan sebab adalah tanggung jawabnya untuk mendidik dan memperbaiki anak-anak domba Tuhan

Untuk mendapatkan buku ini atau  tulisan-tulisan rohani lain oleh Pdt. Jusuf BS, hubungilah:
PENERBIT BUKIT ZAITUN, Jl. Taman Simpang 12, Surabaya, 60271 atau Kotak Pos 1393 INDONESIA
Tel.: (031) 531-2222, 5340292; Fax: (031) 5313707 www.tulangelisa.org atau e-mail mereka

                                                                  
Home   Artikel