| Kasih Kekal |
| ENDURANCE (hal.1) Surance Tunggal Beberapa bulan yang lalu, saya baru saja melahirkan seorang bayi yang mungil. Tentunya kehadirannya sangat kami nanti-nantikan dan ketika dia lahir seakan keadaan kami berubah sama sekali. Kalau dahulu kami bisa bepergian ke mana-mana dengan mudah, sekarang kami tentu harus selalu memperhatikan anak kami sebagai prioritas yang utama. Anak adalah berkat dari Tuhan dan untuk itu kami sangat bersyukur. Namun demikian, ada waktu-waktu sebagai orang tua baru ini, yang kami terkadang merasa sangat sulit untuk memahami. Ini terutama teralami ketika kami mencurahkan seluruh tenaga kami untuk berusaha menenangkan si mungil, tetapi ia tak henti-hentinya menangis. Hingga, tiba-tiba pada suatu waktu, melalui hari-hari bersama bayi kecil kami ini, saya mendapat pengertian baru akan betapa kasih Tuhan yang besar kepada kita; Ia ialah Bapa yang sayang pada anaknya dan membesarkannya dengan penuh kasih dan kesabaran. Beberapa waktu kemudian bapak gembala kami mengajak jemaat menyanyikan lagu “S'bab Tuhan Baik, bahwasanya untuk selamanya kasih setia-Nya....” dan seketika mendengar lagu tersebut saya tersentak. Saya diingatkan betapa Tuhan baik kepada kita, dan kasih setia-Nya tak berkesudahan. Dalam bahasa Inggris, kata-kata tersebut diterjemahkan sebagaimana berikut : “For the Lord is good, and His mercy endureth forever”. Jika kita lihat kata 'endureth' , kata ini mengandung arti daya tahan. Ini berarti kasih setia Tuhan memiliki daya tahan yang tidak ada batasnya. Demikian juga saya memikirkan bahwa jikalau kita tinggal di dalam Dia, kehidupan kita yang terfokus hanya kepada Tuhan Yesus Kristus ini seharusnya memiliki daya tahan yang tak pernah lemah. Daya tahan dalam bentuk apa? Dalam bentuk percaya sepenuh hati bahwa pengharapan kita senantiasa hanya ada pada Tuhan Yesus saja. Bilamana ada hal-hal yang tidak selaras di dalam pengharapan kita ini, Ia akan mengubah dan memurnikan hati kita agar sesuai dengan kehendak-Nya. Maka daripada itu, izinkanlah saya membagikan perenungan pribadi saya akan Mazmur 23, yang tentunya tidak asing lagi bagi kita sekalian, untuk menjadi dasar bagi daya tahan orang percaya di dalam hidup ini. Difirmankan bahwa: * Tuhan adalah gembalaku – The Lord is my shepherd . -- Engkaulah Tuhan yang aku turut, aku mengikut Engkau ke mana Engkau pergi. * Tak kan kekurangan aku – I shall not want. -- Aku dipuaskan. -- Tak ada yang aku butuhkan yang Engkau tidak sediakan, Engkau bahkan telah mengorbankan diriMu sendiri untukku. -- Kasihmu sungguh besar, tak terselami oleh pikiranku -- Segala yang aku perlukan, yang aku inginkan hanyalah Engkau. * Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau – He makes me to lie down in green pastures. -- Ia menempatkanku di tempat di mana aku seharusnya berada. Ini adalah tempat di mana makanan sehari- hariku yang aku butuhkan tersedia dengan berkelimpahan. Ketika aku merasa hidupku penuh dengan tekanan, justru saat inilah waktunya aku mendekat kepada Tuhan lebih lagi dan di situlah padang yang berumput hijau, di mana Tuhan memberikanku makanan yang memuaskan hatiku yaitu firmanNya yang membangun, menegur dan menguatkan. * Ia membimbing aku ke air yang tenang – He leads me beside the still waters . -- Di dalam Tuhan Yesus ada damai sejahtera, ada keheningan dalam jiwaku yang mana jiwaku tidak gelisah dengan berbagai hal di dunia ini. Selanjutnya (hal.2) Home Artikel |