Kasih Kekal
                                     HEI, Coba Lihat Lebih Dalam! (hal. 2)
                                                                 
Loren Sartika

Buat setiap kita yang pengen tahu isi kadonya, saya mau bilang, “Hei, coba lihat lebih dalam dengan hatimu.” Lihatlah keluarga yang kau miliki. Ada suami dan isterimu kan? Mereka rindu disayang dan dijagai. Mungkin selama ini yang kita lihat hanya “ kerepotan” menghadapi mereka. Atau ada anak-anak dalam keluargamu. Mereka perlu didengarkan dan dipeluk dengan kasihmu. Bukan dengan uangmu. Ada teman yang perlu kesabaranmu. Mereka ngga perlu amarah atau kekesalanmu, tapi hatimu untuk menghadapi mereka dengan kasih. Ada adik atau kakakmu yang bikin hidupmu sepertinya bertambah sulit. Karena kenakalan atau nasihat yang kadang kamu anggap keterlaluan, diluar batas toleransi dan kemanusiaanmu. (ya ampun…apa hanya kamu yang manusia sedangkan mereka bukan ?) Mereka perlu hatimu yang lembut untuk bisa memahami dan menerima mereka apa adanya.

Saya juga ngga tahu kenapa saya bisa nulis kayak begini. Yang saya tahu, semua hal tersebut sedang Tuhan ajarkan dalam hidup saya. Banyak sekali bungkus kehidupan yang menurut saya jelek, ngga ada bagus-bagusnya. Dan saking jeleknya, saya ngga mau ambil kadonya. Tapi sayang…kan seperti yang saya bilang tadi. Yang penting isi-nya. Justru di dalam kado-kado dengan bungkusan yang (terkadang) jelek sekali itulah kita dibentuk oleh Tuhan.

Seorang penulis favorit pernah menuliskan begini : setiap kita dibentuk oleh tangan Sang Penjunan dan ditetesi air mataNya. Wow! Betapa saya ngga mau melupakan hal ini. Kalau saya sedang sedih, takut, putus asa, merasa sendirian, ngga ada yang peduli-in (even our closest friend) atau bahkan ngga dicintai; saya selalu ingat bahwa saya sedang dibentuk oleh Bapa dan ditetesi air mataNya. Artinya Dia ngga sekedar ada dan melihat tapi Dia memeluk saya, memegang saya.
Yesaya 41: 10 bilang begini "Janganlah takut, sebab Akulah yang menyertaimu; janganlah bimbang sebab Aku ini Allahmu. Aku akan meneguhkanmu bahkan akan menolong engkau, memegang dengan tangan kananKu yang membawa kemenangan."

Semalam saya ngga bisa tidur sepertinya hati dan pikiran saya menyala-nyala hehehe…api kali. Saat ini ketika saya sedang menuliskan kisah ini, saya mengerti bahwa Dia yang tinggal di dalam saya adalah Allah yang tidak pernah diam. Dia mau saya ngga melupakan pelajaran ini makanya Dia bikin saya ngga letih dan capek (padahal saya masih closing end of month nih…hiks…) sampai selarut ini saya belum tidur juga, malah asyik menulis. (besok bisa bangun ngga ya ?)

O iya, ceritanya belum kelar, sedikit lagi…(kalau mau tahu cinta seperti apa yang saya peroleh waktu ditilang pas valentine kemarin). Mama saya cerita bahwa papa saya sendiri yang pergi ke pengadilan. Papa ninggalin pekerjaannya untuk mengurus SIM saya. Papa ngga ngomong apa-apa soal ini. Yang saya tahu, sepulangnya saya dari bekerja sore itu, SIM –nya sudah ada diatas meja, di dalam amplop, rapi. Saya tahu pasti, Tuhan Yesus yang kita sayang adalah Tuhan yang jauhhhhhhh lebih baik dari pada papa kita di bumi ini.

****
Jakarta, 2 April 2008.

P.S.

Thank you Jesus for your strength and courage.
Thank’s for the unknown dad and daughter, you are both the inspiration.
Thank you so much papa, you are the best! J
Special thank’s for Henry Sujaya, your writing is amazing. God loves you!
Ko Daniel and Anne, thank you so much for the gift. It is so special..really…

Hak Cipta (c) 2008 Loren Sartika. Dilarang keras untuk mengutip, merubah dan mengedarkan artikel ini dalam bentuk apapun tanpa seizin penulis.


                                                                        
hal. 1

                                                                 Home   Artikel
Home   Artikel