| Kasih Kekal |
Salam dari KASIH KEKAL –Agustus 2003 Terima kasih untuk kunjungan-kunjungan anda ke Kasih Kekal. Puji syukur bagi Dia untuk segala hal. Semoga anda sekalian tambah hari dapat tambah mengenal dan mengasihi Tuhan Yesus Kristus. Baru saja seorang rekan mengingatkan mengenai kehidupan Ratu Ester. Kami kagum akan ketabahan tokoh ini dan bagaimana Tuhan bekerja secara luar biasa melalui hidupnya untuk menyelamatkan masa depan bangsa Israel. Tetapi, bilamana kita lihat kehidupan Ester sebelum dia menjadi Ratu, dapat dibayangkan betapa sulitnya pengalaman pahlawan iman ini. Menjadi dewasa sebagai yatim piatu dan hidup di negara asing bukanlah sesuatu hal yang mudah bagi siapapun juga. Kehidupan serupa ini terjadi lagi di dalam kehidupan tokoh-tokoh Alkitab lain seperti Yusuf dan Musa; mereka pernah hidup jauh dari sanak-saudara, jauh dari teman seiman, dan seakan-akan jauh dari rencana Tuhan. Pasti, di dalam kehidupan zaman ini, umat Kristen juga sedang dan akan mengalami keadaan di mana mereka merasa kesepian, terlantar dan terkucil. Beberapa di antara kita tidak mempunyai sanak saudara ataupun teman yang dapat mendukung dan mencintai kita; bahkan, mereka telah melukai hati kita, baik sengaja ataupun tidak. Yang lain telah dikecewakan oleh sesama umat dan pemimpin Kristen. Sudah tentunya, Tuhan Yesus mati di kayu salib untuk menanggung dosa dan akibatnya di dalam hidup kita. Dia berkata, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu (Mat. 11:28).” Demikian melegakan janji Tuhan melalui ayat tersebut. Bilamana kita percaya dan bersedia memberikan hidup kita kepada-Nya, suatu kelegaan tak terhingga dijanjikan kepada umat-Nya. Tetapi, mengapa banyak di antara kita masih mengalami hal-hal yang menyesakkan di dalam hidup kita setelah kita meminta kuasa darah-Nya untuk menghapus dosa dan akibat-akibatnya? Aneh tapi nyata, bilamana kita membaca ayat berikutnya (Mat 11:29), Tuhan Yesus sendiri menyatakan bahwa umat-Nya akan mengalami beban-beban tertentu!!! Jadi, hidup Kristen masih mengalami beban? Jika kita melihat kehidupan tokoh-tokoh Alkitab, maka pola yang sama dapat terlihat. Sebagai contoh-contoh, Yusuf menjadi budak, Musa di padang pasir 40 tahun lamanya dan bertahun-tahun Daud dikejar-kejar oleh musuhnya. Ternyata mengalami beban di dalam hidup rohani Kristiani adalah suatu hal Alkitabiah dan adalah pola hidup umat percaya. Untuk apakah semuanya ini? Secara singkat penulis percaya bahwa ada beberapa maksud. Pertama, supaya kita sekalian mengenal Allah Bapa (Mat. 11:27b). Kedua, supaya, seperti hidup Paulus, Kristus dimuliakan melalui tubuh yang fana ini (Fil. 1:20). Ketiga, kita semua dipersiapkan dan dibentuk untuk penggenapan dari tujuan, rencana dan panggilan mulia-Nya untuk hidup kita masing-masing. Dari contoh-contoh sebelumnya, kita dapat lihat bahwa apa yang Yusuf, Musa dan Daud alami adalah persiapan untuk panggilan mulia mereka masing-masing; Yusuf sebagai pemimpin Mesir, Musa sebagai pemimpin bangsa Israel keluar dari Mesir ke Kanaan, dan Daud sebagai raja Israel. Penulis percaya bahwa pelaksanaan tiga hal ini, yaitu pengenalan Allah Bapa melalui Anak-Nya, pengagungan Kristus melalui kehidupan umat pilihan-Nya dan juga, persiapan kita untuk panggilan mulia-Nya, tidak akan ada batas dan hentinya di dalam hidup kita di dunia ini. Hanya kasih karunia-Nya, melalui Roh Kudus, memberi kita sekalian ketekunan, kesabaran dan sukacita untuk menjalani proses-proses tersebut (2 Ptr. 1:5-8). Banyak dari pembaca telah mengalami gemblengan-Nya, pasti jauh lebih berat dari pada yang dialami oleh penulis sendiri. Untuk itu, penulis memberi salut dan hormat kepada anda sekalian, dan juga ucapan syukur untuk karya-Nya. Bagi anda yang dalam proses pembentukan, jangan patah semangat. Mintalah Roh Kudus untuk menolong anda di dalam segala hal. Maz. 25:15-17 berkata, “Mataku tetap terarah kepada TUHAN, sebab Ia mengeluarkan kakiku dari jaring. Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, sebab aku sebatang kara dan tertindas. Lapangkanlah hatiku yang sesak dan keluarkanlah aku dari kesulitanku. Tiliklah sengsaraku dan kesukaranku, dan ampunilah segala dosaku." Yang merasa kecewa dengan sesama umat dan pemimpin Kristiani, maafkanlah kelemahan-kelemahan pribadi-pribadi tersebut. Bulan-bulan terakhir ini penulis disedihkan oleh saling menyaingi, pertengkaran, kecam-mengecam dan dosa-dosa di dalam kalangan kristiani Indonesia. Tetapi, seorang kerabat menegur dan mengingatkan ayat berikut: “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu (Fil. 4:8).” Akhirnya, doa kita kepada-Nya adalah, “Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari. Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala (Maz. 25:4-6).” Tuhan menyertai anda sekalian seperti Dia sudah dan selalu beserta bersama orang-orang Kudus-Nya. Semua ayat-ayat dikutib dari Alkitab Terjemahan Baru (c) Lembaga Alkitab Indonesia, 1974. Untuk kalangan sendiri. Hak Cipta © Kasih Kekal 2003. Pengedaran diijinkan bilamana diberikan secara cuma-cuma. |