Home   Artikel                             Kasih Kekal
                                          
                                      
Menjaga Hati Melalui Apa Yang Kita Dengar

Roma 10:17 berkata bahwa iman datang melalui pendengaran Firman Tuhan. Menurut Ibrani 11:1, iman adalah bukti dari sesuatu yang belum kita lihat. Tetapi, kita semua dapat mengakui bahwa kita belum hidup dalam iman secara sepenuhnya dan sempurna. Jika iman kita masih penuh kekurangan dan jika iman datang melalui pendengaran, maka yang selalu dapat dipertanyakan ialah apa yang masuk dalam pendengaran kita.

Untuk pertumbuhan rohani kita sekalian, kita telah mendengarkan Firman-Nya melalui hamba-hamba Tuhan di gereja dan juga melalui VCD, radio, televisi dan internet. Banyak di antara kita telah dengan setia melakukan renungan harian dan bahkan, beberapa telah dapat mendengarkan suara Gembala Agung secara pribadi. Di lain pihak, setiap hari, berbagai macam suara duniawi meminta waktu dan perhatian penuh kita sekalian. Kita masih hidup di dunia ini; ini adalah hal yang sangat normal dan bukan sesuatu yang perlu dihindari.

Yang menjadi tanda-tanya adalah apa yang kita perbincangkan dan dengarkan dari orang-orang di sekitar kita. Kita tidak dapat melarang apa yang seseorang mau katakan, tetapi kita dapat memilih siapa dan apa yang mau kita dengarkan. Apakah kita terus memilih untuk mendengar gosip tentang kelemahan-kelemahan hamba-hamba Tuhan? Ataukah, kita mau mendengar apa yang baik dan benar? Penulis sadar bahwa ada dosa dan kelemahan di dalam gereja.  Ini bukan sesuatu yang perlu disangkali. Kita tidak akan menutup mata akan dosa dan kelemahan. Tetapi ingatkah kita  bahwa Tuhan Yesus datang untuk orang yang sakit dan berdosa, bukan untuk orang baik dan sehat? Marilah kita lihat cuplikan kehidupan murid-murid Tuhan Yesus. Selama tiga tahun ke-12 murid Tuhan Yesus hidup, berjalan dan melayani bersama Tuhan Yesus; mereka belajar dari Pengajar Mulia itu sendiri. Bila kita amati hidup mereka, tentulah kita sekalian tercengang-cengang. Di Lukas 9, Tuhan Yesus mengirim ke-12 murid-Nya, memberi mereka kuasa dan otoritas akan segala kuasa kegelapan dan sakit-penyakit (Luk. 9:1). Mereka mengabarkan Injil dan menyembuhkan di mana-mana (ayat 6). Yang mengherankan, setelah itu mereka hidup dengan ketidakpercayaan (ayat 41), persaingan antara satu sama lain (ayat 46) dan kedengkian terhadap "pelayanan" lain (ayat 49-50) ; mereka kemudian mengusulkan kepada Tuhan Yesus untuk supaya api dari surga dikirim agar orang-orang yang belum mau percaya dibinasakan (ayat 51-54). Ini sesuatu yang sangat luar biasa. Jikalau salah satu dari kita sekalian menjadi pengajar murid-murid tersebut, mungkin mereka akan kita panggil dan langsung ke telinga mereka meneriakkan, "Marilah kita renungkan ulang Matius 5 sekali lagi! Kalau perlu dua kali." Tetapi, apa yang Tuhan Yesus lakukan? Dia bahkan mengirim 70 orang lain untuk pelayanan (Luk. 10). Yang 12 belum baik, 70 lagi dikirim. Aneh tapi nyata. Itulah cara Tuhan Yesus.

Inti hati penulis adalah berikut. Akan ada selalu dosa dan kelemahan di dalam gereja. Tetapi, secara pribadi, penulis mau belajar hidup dengan iman; penulis mau percaya akan sesuatu yang belum penulis lihat, yang sudah tertera di Firman-Nya. Iman penulis sendiri sudah penuh kekurangan, mengapa perlu dikotori dengan mendengarkan sampah dan ketidak percayaan milik orang-orang lain? Sangatlah penting apa yang kita pilih untuk dengar dan "renungkan" dalam hati. Jika kita sekalian MEMILIH untuk mendengarkan sampah, maka kita akan membayangkan, mengharapkan, dan gemar akan sampah. Jika kita ingin mendengarkan kebaikan Tuhan, maka kita seharusnya mendengarkan orang-orang yang telah merasakan kebaikan-Nya. Jika kita mau hidup penuh dengan mujizat Tuhan, maka kelilingilah hidup dengan orang-orang yang hidup penuh dengan mujizat dan kuasa. Jika kita hendak hidup dalam doa, maka bertemanlah dengan pendoa-pendoa. Di kitab Ester, bangsa Yahudi menghadapi ambang kepunahan. Dengan hikmat Tuhan Ester mempersiapkan diri untuk menghadap Raja Ahasyweros dan membela nasib bangsanya. Di Ester 4:16 dia meminta bangsa Yahudi untuk dukungan doa puasa. Sementara itu, Ester dan pembantu pembantunya akan juga berdoa puasa sendiri! Ini penulis belum pernah dengar. Tolong amati sekali lagi. Pembantu-pembantu Ester berdoa syafaat dan puasa. Tidak pernah penulis dengar bahwa pembantu-pembantu rumah tangga adalah pendoa-pendoa syafaat dan dapat langsung masuk dalam doa puasa. Luar biasa bagaimana Ester memilih orang-orang yang  berada di sekelilingnya!! Tidak heran  doa-doa mereka menggoncangkan tata hidup suatu negara dan Tuhan berkenan untuk menyelamatkan bangsa Israel melalui Ester.

Kita sebagai umat percaya masih hidup di dunia. Dapatlah dimaklumi dalam kehidupan sehari-hari kita dengar umat yang belum lahir baru mengucapkan atau memperbincangkan hal-hal yang kurang enak didengar. Tetapi dalam hidup rohani kita sehari-hari, siapakah yang di sekeliling kita? "Kritikus rohani" atau orang-orang yang penuh belas kasihan? Pengejek atau pendoa? Pribadi yang suka berdebat rohani dengan dasar kedagingan atau yang rindu untuk duduk di kaki-Nya dan mendengarkan suara-Nya? Penulis sendiri bergumul dan sangat lemah mengenai hal-hal tersebut. Sebagaimana contoh, penulis mendengar tentang "kelemahan" dari seseorang hamba Tuhan tertentu dan bersama rekan ini diamati secara teliti. Lambat-laun, yang kami dengar dan pikirkan dari percakapan kami adalah "gosip"; bukankah kami seharusnya tersungkur dihadapan-Nya dan mendoakan hal tersebut? Sering kali, sangat sedikit beda antara gosip atau diskusi, mencemooh atau memperhatikan, benci atau cinta.

Menjaga hati kita adalah hal yang sangat penting (Amsal 4:23). Marilah kita jaga apa yang masuk melalui indra pendengaran kita. Marilah kita belajar dengan penuh rendah hati tersungkur di depan takhta-nya, menikmati hadirat-Nya dan hanya memusatkan perhatian kita ke bisikan Pencipta Mulia itu. Suara-Nya, dan hanyalah suara-Nya sajalah, yang menjadi perintah hidup kita sekalian.

Semua ayat-ayat dikutib dari Alkitab Terjemahan Baru (c) Lembaga Alkitab Indonesia, 1974. Hak Cipta © Kasih Kekal 2003. Pengedaran diijinkan bila diberikan secara cuma-cuma.


                                                                                      
Home   Artikel