| Kasih Kekal |
| Salam Dari KASIH KEKAL-Januari 2004 (hal. 1) Sdr./Sdri yang terhormat, Selamat Tahun Baru 2004. Saya berdoa di tahun yang baru ini kita sekalian boleh bertumbuh pesat akan pengenalan dan kasih kepada-Nya. Memang, hanya dengan kasih karunia-Nya saja kita sekalian sampai saat ini masih terus di dalam jalan-Nya. Baru-baru saja penulis mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi kembali kebaktian sekolah minggu dari sebuah gereja, di mana penulis mendapatkan banyak pengajaran dan cerita Alkitab semasa kecil. Ini sungguh adalah tempat di mana ketetapan Bapa, hati Anak dan bimbingan Roh diajarkan kepada banyak anak-anak, meskipun dengan segala kesederhanaannya. Secara pribadi dapat dilihat dan diingat di mana asal mula fondasi pengetahuan rohani ditanamkan di hati penulis. Sungguh puji syukur telah dinaikkan akan bagaimana sedemikian jauh Dia telah memimpin dan terus melindungi iman percaya diri pribadi saya sampai saat ini. Sekitar waktu yang sama, Tuhan memberi penulis ayat berikut di mana Paulus menasehati Timotius agar: "Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik." (2 Tim. 3:15-17) Kita semua dapat mengingat bahwa masa kanak-kanak adalah masa di mana kita menerima setiap hal dengan hati terbuka dan tulus. Meskipun setiap insan tidak lepas dari kebandelan tersendiri, tetapi pada dasarnya anak-anak bersedia untuk melakukan hal-hal yang diperintahkan oleh setiap orang yang mengasihi dan membimbing mereka. Demikian juga dengan perihal Firman Allah. Ketika kita masih sangat muda-belia (baik dalam usia ataupun perjalanan rohani), banyak hal perintah dan petunjuk dari Firman Allah kita laksanakan dengan hati tulus dan kesediaan untuk melakukan (tentunya dengan selingan gerutu di dalam hati). Melalui pembacaan Firman Allah di 2 Timotius 3: 15-17, dapat disimpulkan bahwa nasihat dan tetuah dari Kitab Suci yang kita terima di usia kanak-kanak (baik secara umur jasmani ataupun sewaktu kita baru bertobat), tetap masih berlaku dan bahkan sangat penting untuk kehidupan rohani kita sekarang. Pertanyaan yang terdengung di hati ialah apakah semua yang sudah diajarkan dan didengar selama bertahun-tahun ini, sudahkah kita sekalian masukkan ke dalam hati dan lakukan dengan sempurna? Akhir-akhir ini, penulis membaca Alkitab dan bagian-bagian-nya yang sebenarnya sangat mudah dimengerti oleh insan dari segala umur. Tetapi penulis tiba-tiba sadar bahwa di dalam banyak hal penulis masih belum melakukan dan memeteraikan hal-hal tersebut secara sempurna di kehidupan sehari-hari diri pribadi. Ini adalah hal-hal yang anak kecil mengerti, tetapi sampai sekarang penulis belum mencapai pengertian dan ketaatan yang sempurna mengenai hal-hal tersebut. Betapa terbatasnya kehidupan rohani penulis! Sewaktu penulis pergi ke Sekolah Dasar, setiap pagi ayat berikut dikumandangkan: "Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan,.." (Amsal 1:7a) selanjutnya (hal. 2) |