Kasih Kekal
Salam Dari KASIH KEKAL-Januari 2004 (hal. 2)

Sering saya bayangkan apa arti sebenarnya dari ayat tersebut. Apa yang saya boleh atau tidak boleh perbuat? Apa yang harus dilakukan untuk menghindari amarah-Nya? Dengan segala keterbatasan, penulis berusaha melakukan hal-hal yang menyenangkan hati-Nya. Tetapi, 25 tahun kemudian saya menyadari bahwa saya belum mengerti ketetapan tersebut secara sepenuhnya. Apa artinya ayat tersebut? Apakah kita semua mengerti arti "TAKUT akan TUHAN"? Apakah kita semua benar-benar mengerti arti dari rasa hormat akan-Nya?

Di zaman Perjanjian Lama, umat Israel datang  ke hadirat Tuhan dengan penuh gentar dan rasa hormat (Ulangan 5:23-32). Karena kematian Yesus di kayu salib, tabir Bait Suci terbelah dua (Markus 15:38) dan kita boleh datang dengan keberanian menghampiri takhta-Nya (Ibrani 4:16). Halleluyah! Sungguh baik dan besar kasih karunia-Nya sehingga tidak perlu kita takut akan nyawa kita ketika kita menghadiri hadirat Tuhan yang sangat kudus. Tetapi, meskipun begitu, apakah kita sungguh-sungguh berusaha di dalam hati kita masing-masing untuk menghormati dan menyunjung tinggi hadirat Tuhan ketika kita menghampiri takhta-Nya? Kita sebagai orang-orang dewasa, apakah sikap, pikiran dan perilaku kita di hadapan hadirat-Nya setara dengan anak-anak kecil yang yang berusaha keras untuk berkonsentrasi, meskipun itu sesuatu hal siksaan bagi mereka? Harap pembaca mengerti hati penulis; tidak ada, sekali lagi saya katakan tidak ada, beban, aturan, "hukum taurat" ataupun tradisi kekolotan manusia yang ingin saya bebankan kepada anda sekalian. Marilah kita hanya hidup dan menyembah-Nya dengan Roh dan Kebenaran, baik dengan berdiam diri ataupun bersorak, berdiri ataupun melompat, berlutut ataupun tersungkur, dengan alat musik ataupun suara hati dan juga, di dalam suasana khidmat ataupun nuansa penuh suka-cita.Tetapi yang sangat penting, marilah kita bersedia untuk membiarkan Roh Kudus  untuk mengajar dan memberi hikmat agar kita dapat menghormati hadirat-Nya secara sempurna.

Penulis juga ingat akan  selembar uang kertas berjumlah Rp. 100, yang baru dan tidak bercacat dan yang orang tua penulis berikan untuk persembahan. Terima kasih untuk orang tua yang menghormati Dia. Meskipun itu bukan uang pribadi, penulis diajar untuk melipat dengan sangat hati-hati selembar uang tersebut di dalam kepalan tangan agar tidak rusak dan kemudian, dapat saya masukkan selembar uang tersebut ke dalam kantung persembahan dengan penuh rasa girang. Sekarang, di usia dewasa, apakah kadar perhatian dan rasa hormat yang sama sudah saya berikan ketika mengadakan persiapan untuk persembahan?

Ini tentunya adalah contoh-contoh yang sederhana. Begitu banyak hal yang perlu kita perhatikan dan perbaiki  mengenai perjalanan rohani kita sendiri. Paulus mengingatkan bahwa sudah waktunya kita maju dalam pengertian Firman Allah, dan makan "makanan keras" (pendalaman Firman Allah) dan bukan hanya "susu" (asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus). Bacalah Ibrani 5:11-14, 6:1-2. Kita sekalian percaya bahwa bertambah hari dan semakin lama kita mengikut-Nya, kemurahan-Nya akan terus membimbing maju setiap pribadi yang haus akan kebenaran-Nya. Penulis mengerti betapa pentingnya dan juga, sangat bersyukur akan pengetahuan, pewahyuan, pernyataan maupun theologia yang Tuhan sudah karuniakan kepada kita sekalian. Tetapi, sungguh penting bahwa asas-asas dasar dari iman kita adalah suatu yang kuat, kokoh dan sempurna, dan bukan hanya sesuatu yang kita iyakan, tanpa perbuatan dan ketaatan.

Lukas 18: 16-17 berfirman:
Tetapi Yesus memanggil mereka dan berkata: "Biarkanlah anak-anak itu datang kepadaKu, dan jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya."

Di hari-hari yang mendatang, marilah kita belajar lagi dari sikap anak kecil, yang datang dan menyembah dengan hati yang sederhana, tidak culas, tidak belat-belit, penuh hormat dan sepenuh. Hendaklah hanya yang terbaik dan yang termurni yang kita persembahkan kepada Tuhan. Dimuliakanlah nama-Nya. Tuhan menyertai dan memberkati anda sekalian.

Semua ayat-ayat dikutib dari Alkitab Terjemahan Baru (c) Lembaga Alkitab Indonesia, 1974. Hak Cipta © Kasih Kekal 2003. Pengedaran diijinkan bila diberikan secara cuma-cuma.

sebelumnya (hal. 1)
Home
Home