| Home Artikel Kasih Kekal Ora et Labora oleh Leah Hanaja Kesibukan orang dimana saja di dunia sedang berlomba-lomba untuk memperoleh aneka ragam sarana dengan memacu dirinya untuk bekerja sekuat tenaga. Ini dengan tujuan untuk "mensejahterakan kehidupan". Bahkan, ada yang bekerja dengan segenap kekuatan dan dengan segenap daya pikir pada segala hari, kadang tanpa berliburpun. Pikirnya, dengan begitu ia akan mencapai cita-citanya. Tetapi nyatanya belum tentu tercapai keinginannya. Memang, kalau manusia mengandalkan kekuatan dan kemampuan diri sendiri, pada suatu saat ia menghadapi kegagalan dan menjadi kecewa.Adakah diantara kita umat kristiani yang mengalami "nasib" yang sedemikian? Tidakkah kita tahu bahwa kita punya Bapa di surga yang mengetahui apa yang menjadi kebutuhan kita ? Dinyatakan Tuhan Yesus di Matius 7:7,8: "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Untuk meyakinkan kita yang mungkin masih ragu, Ia mengatakan : "...Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." (Matius 7:11b) Kalau pernyataan tersebut datang dari Tuhan Yesus,itu pasti terjadi juga. Suatu nasihat lagi tertulis dalam di Amsal 16:3: "Serahkanlah perbuatanmu (upayamu-Red) kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu." Jadi, suatu kehidupan sejahtera dan bahagia dapat kita capai jika kita datang kepada Tuhan dan mohon pertolonganNya dengan hati yang beriman dan merendah kepada Tuhan. Tetapi perlu kita ketahui bahwa kita hiduptidak hanya dengan doa-doa permohonan saja dapat mencapai tujuan kita. Kita harus juga bekerja dan berupaya.Sebenarnya sudah diberikan Tuhan ketetapan bagi manusia kapan saatnya bekerja dan kapan saatnya berdiam diri. Ketetapan tersebut tidak lain ialah untuk kebaikan dan kesejahteraan manusia sendiri. Dalam kitab Keluaran 20:8-10a ada tertulis : "Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan,..." Selanjutnya pada ayat 11 dijelaskan, mengapa ketentuan Tuhan itu demikian: "Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya." Dari apa yang Tuhan sendiri telah jalani, diturunkanNya sebagai peraturan itu kepada kita. Maka, kalau kita mau turut peraturan tersebut sebagai tatanan hidup kita, tidak bisa tidak niscaya hidup kita sejahtera dan bahagia! 'Ora et Labora'-berdoa dan bekerja kiranya menjadi motto hidup kita. Semua ayat-ayat dikutib dari Alkitab Terjemahan Baru (c) Lembaga Alkitab Indonesia, 1974. Hak Cipta © Kasih Kekal 2003,2004 Pengedaran diijinkan bila diberikan secara cuma-cuma. Home Artikel |