February 1, 2006
HENING Kasih Kekal - Februari 1, 2006 - Melangkah untuk Mengabdi
Marilah mendengarkan:
Hening Kasih Kekal, Feb 1, 2006 [13 min./.mp3/1.4 MB] - Melangkah untuk Mengabdi.
Tuhan Yesus memberkati.
Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2006. All rights reserved.
Teks:
Selamat berjumpa kembali, Sdr-Sdri. Ini adalah Hening Kasih Kekal untuk episode bulan February 2006. Bagaimana kabar anda sekalian? Masih terus diberkati oleh Tuhan bukan? Saya percaya bahwa tahun 2006 ini sedang menjadi suatu tahun permulaan dari hidup yang penuh berkat dan kemenangan yang gilang-gemilang bagi kita sekalian. Halleluyah!
Sdr-sdri, minggu yang lalu keluarga saya mendapat kesempatan untuk pergi makan di sebuah depot makanan. Tidak terlalu mewah, tetapi ada sesuatu hal cukup menarik yang kami saksikan. Di tempat ini, pegawai-pegawai-nya sangatlah cekatan. Ketika kami memperhatikan lebih seksama, mereka semua dan bukan hanya satu dua orang saja, hampir hampir mereka berlari melayani pelanggan. Terlebih pula, mereka sangat efisien dan tidak sekedar sok sibuk saja; ada tiga-empat orang untuk 25 meja yang semuanya terisi penuh.
Kami mulai setengah geli, tetapi juga kagum akan hal ini. Istri saya memberi komentar bahwa di kebanyakan tempat lain, pegawai-pegawainya sering terbingung-bingung kalau ada sesuatu yang harus dikerjakan, meskipun lebih banyak pegawai daripada meja. Tetapi, sebaliknya di tempat ini, kelihatannya pegawainya bingung kalau tidak ada lagi yang dapat dilakukan. Pembicaraan kami terus berpikir bahwa semua ini terjadi karena mereka mungkin mendapat didikan yang baik dari atasan atau mereka mungkin juga mendapatkan bonus tambahan untuk prestasi mereka.
Tiba-tiba, di dalam hati ini tercetus bahwa kejadian ini adalah sebuah gambaran akan pelayanan Tuhan di sekeliling kita ini. Gambaran apakah ini? Sdr-sdri, bukankah banyak anak-anak Tuhan, boleh dikatakan bingung kalau diminta untuk melayani?
Mengapa banyak anak-anak Tuhan yang bingung bingung, ini termasuk saya sendiri, kalau diminta untuk melayani? Ada beberapa hal. Alasan pertama adalah karena kita tidak tahu atau sering lupa akan posisi kita sekalian. Karena kita telah ditebus dengan darah Kristus, kita semua adalah hamba-hambaNya. Ini yang sering kita lupa yaitu karena kita sekalian adalah hambaNya, maka kita harus melayaniNya. Maka, janganlah kita sekalian lupa akan hal ini. Kedua, kita kurang mendapat didikan dan arahan di posisi ini. Karena inilah di banyak gereja ada begitu banyak cara pemuridan agar kita boleh belajar melayani. Ini semua baik, tetapi kita harus belajar bahwa janganlah kita terhanyut akan sesuatu metode dan metode ini yang kemudian diagul-agulkan. Ingatlah kita budak Tuhan dan bukan budak dari pekerjaan Tuhan.
Murid-murid Tuhan Yesus sendiri tidaklah langsung menjadi rasul-rasul yang hebat begitu mereka dipilih oleh Tuhan. Malah salah satu dari mereka tetap menjadi pengkhianat. Tetapi apa yang mereka alami selama Yesus ada di bumi? Mereka ikut Tuhan Yesus. Apa maksudnya? Mereka mendengarkan pengajaran Tuhan Yesus, mereka melihat mujizat-mujizat, mereka merasakan berkat anugrah, jasmani dan rohani bersamaNya, dan di bawah otoritasNya mereka melakukan perkara-perkara yang besar. Jadi ini semua adalah didikan dan arahan dari Guru Agung itu sendiri. Bagaimana dengan kita sekarang? Roh Kuduslah, yaitu Roh Tuhan Yesus itu sendiri yang akan mengajar. Kita harus mendengarkan suaraNya dan belajar bergerak mengikuti suara Roh Kudus itu.
Alasan ketiga mengapa kita sering bingung di waktu diminta untuk pelayanan adalah karena kita takut salah atau menyalahi Atasan kita. Itu alasan yang cukup baik karena memang kita sekalian tidaklah boleh main-main dengan tugas dan mandat yang Tuhan berikan. Tetapi, ini bukanlah alasan untuk kita tidak mulai melangkah. Kalau Dia mulai berfirman, maka kita harus melangkah. Dia yang memberi perintah, Dia yang bertanggung-jawab. Di hidup ini, bilamana pegawai salah, maka atasan pasti kena getahnya. Sdr-sdri, Tuhan Yesus yang akan bela kita sekalian! Jangan kuatir! Dia sudah bayar kita dengan harga yang teramat sangat mahal. Pasti Dia bela! Tentunya asal kita tetap mau merendahkan-hati dan memberikan yang terbaik. Kita tidak usah bingung, meskipun akan ada ketidak-sempurnaan.
Yang keempat adalah hal berikut. Seringkali kita mau memberikan yang terbaik. Ini harus, sdr-sdri. Orang-orang di sekeliling kita mendorong kita untuk melayani dan mengembangkan talenta-talenta yang kita punya di bidang yang kita pandang sebagai yang terbaik dari kemampuan kita! Tetapi ada satu hal yang harus kita waspadai dari pemikiran ini. Seorang yang mempunyai suara yang merdu, tentunya banyak akan berfikir, bahwa ia akan menjadi pemimpin pujian. Mungkin benar. Tetapi suaru merdu tanpa urapan Tuhan adalah hal yang sia-sia. Dan bukankah mungkin saja puji-pujian hanyalah suatu batu loncatan untuk pelayanan-pelayanan yang lebih indah bagi orang ini? Jadi, yang baik dari kita belum tentu yang terbaik untuk Tuhan.
Saya teringat akan khotbah seorang hamba Tuhan di Amerika, Judson Cornwall namanya. Tuturnya di usia mudanya, dia sudah menjadi salah satu dari pemain dan pencipta musik rohani, terutama di alat musik organ, yang cukup ternama di Amerika Serikat. Suatu hari, Tuhan berkata agar ia tidak lagi, bukan saja memimpin pujian tetapi, untuk tidak lagi memainkan alat musik di masa senggangnya. Hancur hatinya! Suatu penderitaan besar! Sampai usia lanjutnya, bisa dihitung dengan jari, kapan ia diperbolehkan menyentuh organ. Tetapi, apa yang ia dapatkan? Hidupnya sekarang menjadi seorang guru dari Firman Tuhan yang teramat sangat dihormati.
Sdr-sdri, hidup melayani harus ada penuh dengan ketaatan dan urapan! Talenta Tuhan berikan! Tetapi kita perlu tersungkur di hadapanNya, taat akan arahanNya dan tergantung dengan amat sangat akan urapan dan kuasaNya! Mungkin berikut adalah alasan anda mengapa anda belum sepenuh di dalam pengabdian kepada Tuhan Yesus! Apa yang orang lain pandang baik sebagai pelayanan anda, mungkin di lubuk hati anda, anda tahu Ia mengarahkan anda di suatu hal yang lain. Jangan putus harapan! Mulai dengan perkara kecil! Taatilah suaraNya! Turuti tuntunan-Nya! Ya, sekarang kita harus memulai dengan hal-hal yang kecil. Tetapi percayalah, bilamana kita memulai dan setia dengan perkara-perkara yang kecil, Ia akan menganugrahkan tanggung-jawab dan perkara yang jauh lebih besar dari yang pernah kita dapat bayangkan! Dan itulah salah satu bonus dari prestasi kita kalau kita mau setia dan taat!
Terpujilah namaNya yang Kudus yang memberikan kita segala yang kita butuhkan dalam pengabdian kita kepada Tuhan Yesus. Saya percaya bahwa kita sekalian, mulai tahun ini, akan bertumbuh menjadi hamba-hamba yang menyenangkan hati Tuan kita. Halleluyah! Demikianlah sdr sdri, kami akhiri Hening Kasih Kekal episode February 2006 dan sampai berjumpa lagi!
Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2006. All rights reserved.






