May 02, 2006

 

HENING Kasih Kekal - Mei 1, 2006 - Hidup Yang Terkuasai


Marilah mendengarkan:

Hening Kasih Kekal, Mei 1, 2006 [8 min./.mp3/0.8 MB] - Hidup Yang Terkuasai.

Tuhan Yesus memberkati.

Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2006. All rights reserved.

Teks:

Selamat berjumpa lagi sdr sdri yang terhormat. Nama saya Jonathan K. Tunggal dan berikut adalah Hening Kasih Kekal untuk episode Mei 2006. Segala pujian hormat dan syukur kepada Tuhan Yesus yang memberikan kita sekali lagi kesempatan untuk bersama-sama bercakap-cakap tentang kebaikan dan anugrah kasih-Nya.

Sdr. sdri., saya baru saja menengok pekarangan di belakang tempat kediaman saya. Minggu yang lalu hujan baru saja turun dan oleh karenanya, tanaman dan rumput yang ada boleh kelihatan demikian hijau permai dan indah. Kalau saya pandang melalui jendela, terlihat rumput yang tumbuh sehat. Lalu saya putuskan untuk meninjau dan teliti semuanya lebih dekat lagi. Apa yang saya lihat? Saya tidak terkejut karena hal ini selalu terjadi, tetapi bilamana saya lihat dengan seksama, telah tumbuh banyak tumbuhan di antara rumput, yang merusak dan menghalangi pertumbuhan sehat dari tumbuhan-tumbuhan tersebut. Saya tengok lebih seksama lagi, banyak juga sampah-sampah kecil, yang dibuang oleh tetangga-tetangga. Semuanya tak kelihatan dari jendela kediaman saya, tetapi sangat nyata dari dekat.

Saya sempatkan untuk mulai mencabut tumbuhan-tumbuhan yang tak selayaknya di situ dan mengambil sampah-sampah kecil tersebut, satu-persatu. Saya lihat ke sekeliling dan terkadang menghela nafas saya, berfikir akan kapan habisnya ini. Hari ini tercabut, minggu depan tumbuh lagi. Saya tengok ke pekarangan tetangga sebelah, oh demikian indahnya itu, sudah lebih besar, lebih hijau, lebih sedikit tumbuhan yang mengganggu.

Di waktu inilah saya mendapat pengertian bahwa pekarangan ini menggambarkan tentang hati kita. Seringkali bilamana kita tengok sekilas, kelihatan hati ini hijau permai dan baik-baik saja. Perut cukup kenyang, berkat ada, tiap minggu melayani ke gereja, semuanya baik-baik saja. Tetapi, sudahkah kita tengok lebih dalam lagi? Adakah telah tumbuh alang-alang dan hal-hal yang mengganggu hati kita ini? Salah satu sifat dari tumbuhan pengganggu ini, adalah mereka menjerat dan mencekik pertumbuhan rumput tersebut. Adakah hal-hal yang masih mengikat hidup kita? Apakah masih ada kebiasaan, hobby, berhala, maupun hal-hal lain yang kita utamakan lebih dari kesetiaan dan sembah-puji kita kepada Tuhan Yesus? Apakah masih ada kecemasan dan kekuatiran yang menjerat iman percaya kita akan tuntunan dan perlindungan Tuhan?

Sdr sdri., tak kita sadari, tetapi pasti ada. Tumbuh kecil, tetapi sangat mengganggu dan tambah lama tambah banyak. Belum lagi dilemparkannya sampah kecil dari sekitar kita. Apakah hal-hal ini? Ini adalah tuduhan, gosip tentang pendeta ini dan itu, juga canda yang tak senonoh, entah ini dari teman, kerabat, hiburan media dan sebagainya. Oh banyak hal yang mengganggu dan dimasukkan melalui panca indra kita sekalian, masuk ke dalam hati ini.

Sdr sdri, apakah yang kita harus lakukan? Kita harus dengan segera mencabut semuanya, satu persatu. Mungkin ada yang mengeluh, kalau begitu kapan habisnya? Saya mencabut tumbuhan pengganggu tersebut, satu persatu, dengan tangan. Kalau hari ini tidak selesai, ya saya lanjutkan besok. Mengapa? Agar pekarangan ini tambah sehat, tambah hijau, tambah indah. Demikianlah juga saya mau belajar dengan hati saya. Mungkin Tuhan tegur saya tentang satu hal di dalam hidup ini yang harus diubah, ya marilah dengan segera ini dicabut.

Seringkali kita terkesima dengan pekarangan tetangga. Seringkali kita takjub akan kondisi rohani anak-anak Tuhan yang lain. Mereka lebih diberkati, lebih dipakai dengan heran, lebih berbuah hidupnya, pendek kata, lebih suburlah hidupnya. Sdr sdri., jangan bengong! Jadikanlah itu suatu aspirasi, bahwa bilamana Tuhan bisa ubah hidup mereka, maka Tuhan juga akan pakai hidup kita sekalian. KuasaNya tak berubah dulu, sekarang dan selamanya. Pekarangan indah yang tetangga punya, itulah yang bisa anda punya. Hidup yang penuh kasih dan sukacita yang anak-anak Tuhan lain dapatkan, itulah juga janji Tuhan untuk kita sekalian. Tetapi sekali lagi, jangan bengong saja! Izinkanlah kasih Tuhan untuk mencabut hal-hal di hidup kita yang masih menghalangi karya Tuhan yang dahsyat! Mulai cabuti segala ikatan, halangan, berhala! Pasti ada pergumulan, seakan-akan tidak ada habisnya! Tetapi dengan kuasa dalam nama Tuhan Yesus, pasti ada kemenangan! Mungkin ada dari kita sekalian yang mau terikat dengan kebiasaan-kebiasaan buruk, sudah lepas, kembali lagi. Sdr sdri, jangan lelah! Coba bayangkan kalau uang rokok maupun uang yang kita pakai untuk hal-hal lain yang tak berguna, itu kita alihkan sebagai uang persembahan untuk pelayanan bagi Tuhan? Badan kita sehat, tetapi terlebih lagi, kita menyimpan harta yang kekal di surga. Demikian juga dengan waktu yang kita habiskan untuk hal-hal yang tak layak; bagaimana kalau kita sekarang investasikan waktu kita untuk kemuliaan Nama Tuhan?

Maka daripada itu, sdr sdri, saya akan tutup episode ini dengan pembacaan 1 Korintus 9: 25-27:

Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Marilah hidup kita sekalian makin hari makin terkuasai oleh Roh Kudus dan oleh karenanya kita boleh memperoleh suatu mahkota yang abadi. Demikianlah Hening Kasih Kekal episode Mei 2006. Sampai jumpa dan Tuhan menyertai anda sekalian dalam hidup yang penuh kemenangan.

Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2006. All rights reserved.




Comments: Post a Comment

<< Home My Odeo Channel

This page is powered by Blogger. Isn't yours?