July 07, 2006

 

HENING Kasih Kekal- Juli 1, 2006 - Sejenak Melihat ke Belakang


Marilah mendengarkan:

Hening Kasih Kekal, Juli 1, 2006 [8 min./.mp3/0.8 MB] - Sejenak Melihat ke Belakang

Tuhan Yesus memberkati.

Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2006. All rights reserved.

Teks:

Selamat bertemu lagi, sdr sdri di Hening Kasih Kekal episode Juli 2006. Sungguh senang saya, Jonathan K Tunggal, dapat berjumpa lagi dengan anda dan sekali lagi kita boleh bercakap-cakap tentang kebaikan Tuhan kita, Tuhan Yesus Kristus.

Bagaimana kabar anda? Saya percaya bahwa pasti baik-baik saja. Kalaupun ada tantangan, saya percaya kalau kita berdoa dan datang ke hadiratNya, berserah dan meminta hikmat dari Roh Kudus, maka pasti akan ada kemenangan dan jalan keluar untuk segala permasalahan kita sekalian.

Sdr-sdri, saya beserta dengan istri saya baru saja datang kembali dari luar kota untuk menghadiri pesta perkawinan dari teman baik istri saya. Sungguh kami bersyukur kepada Tuhan bilamana kami mendapatkan kesempatan ini. Bukan saja kami mendapatkan kesempatan untuk sedikit beristirahat, tetapi kami boleh bertemu juga dengan teman-teman sekolah dahulu. Namun lebih daripada itu, setelah bertahun-tahun tidak berjumpa, istri saya boleh berjtemu lagi dengan beberapa orang juga yang telah begitu memperhatikannya di masa kecilnya. Yang lebih aneh lagi, pada kami berdua bertamasya dan sekedar berkeliling tanpa tujuan di suatu daerah tertentu di kota ini, tanpa disangka saya berjumpa dengan seorang teman di waktu kuliah dahulu.

Hati saya mulai bertanya-tanya kepada Tuhan apakah maksud dari pertemuan kami dengan pribadi-pribadi ini? Serasa semuanya sesaat saja karena pada akhirnya kami akan sangat jarang bertemu lagi dengan teman-teman ini. Tetapi, hati kecil ini merasa bahwa Tuhan mau membisikkan sesuatu.

Ketika saya merenungkan ini, saya teringat akan ketika Yakub bertemu lagi dengan Esau di Kejadian 33. Kedua saudara ini mengalami reuni setelah belasan tahun tidak bertemu, mereka boleh berjumpa lagi dengan penuh rasa haru dan syukur; ini dialami meskipun mereka berpisah dahulu sebagai musuh. Bahkan sebelum reuni ini, Yakub takut untuk berjumpa dengan Esau. Tetapi, yang Tuhan tekankan dari kejadian ini kepada saya adalah di mana setelah sejenak mereka bertemu, Tuhan membawa mereka berpisah lagi ke jalan yang berbeda.

Sdr-sdri, terkadang bilamana kita berjumpa dengan sahabat-sahabat lama, kita menyadari bahwa ada waktu yang sudah terlewat, yang tidak terulang lagi. Hati bisa merasa sedih dan bernostalgia; tetapi, puji Tuhan, Tuhan mengajar saya untuk mulai mendapatkan pandangan lain. Bilamana saya dan istri mengingat semua pengalaman-pengalaman yang terjadi dengan pribadi-pribadi tersebut, baik ataupun buruk, kami melihat bahwa cuma ada satu hal yang dapat kami simpulkan; Immanuel, Tuhan beserta, bahkan sampai sekarang. Kalau ada pengalaman baik di dahulu kala, berarti Tuhan telah pakai sahabat-sahabat kami untuk memberkati. Kalaupun ada yang dulu kelihatan buruk, kami lihat hidup sekarang ini, Tuhan telah pakai semuanya itu dan bahkan memutar-balikkan segala hal menjadi kebaikan untuk kami. Puji Tuhan! Pendek kata, Immanuel!

Saya pribadi merasa bahwa terkadang perlu kita berhenti sejenak, mengambil nafas panjang dan melihat kembali ke belakang. Terlihat bahwa kalau kita ikut Tuhan Yesus, maka sampai di sini semuanya baik-baik saja, bahkan sungguh teramat baik. Ini sungguh amat sangat penting. Mengapa? Supaya kita hidup terus dari pengalaman yang lama-lama? Tidak, sdr-sdri. Umat percaya hidup harus dalam iman. Tetapi, dalam hidup dalam iman ini, kita hanya melihat ke depan dengan mata iman dan kita akan sering tidak dapat melihat dengan mata jasmani. Singkat kata, seakan-akan kita buta akan jalan ke depan atau bagaimana tantangan yang kita hadapi saat ini akan terpecahkan.

Maka daripada itu, kalau kita bisa melihat bahwa Immanuel, Tuhan beserta dengan kita sampai detik ini, kita boleh maju melangkah ke depan terus, maju maju terus pantang mundur di dalam NamaNya dan percaya bahwa semuanya akan baik jadinya. Beberapa bulan, tahun atau dekade mendatang, kita pasti akan melihat lagi kembali ke waktu sekarang, menghela nafas sekali lagi dan sekali berseru betapa baiknya Tuhan karena Ia telah beserta.

Sdr-sdri, marilah kita ambil waktu sejenak untuk merenungkan semua kebaikan Tuhan sampai saat ini. Ia sungguh teramat baik. Jangan biarkan si jahat itu membisikkan kepahitan kekecewaan, amarah, dengki dan sebagainya. Tetapi marilah yang kita masukkan dalam roh kita ini adalah kemenangan yang sudah Tuhan berikan. Biarlah hanya Firman Tuhan saja yang meliputi dan menyelimuti pikiran ini. Inilah suatu rahasia agar kita terus boleh melangkah terus dalam iman.

Marilah saya tutup renungan ini dengan Mazmur 17: 15

Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.

Tuhan Yesus, aku puas dengan segala yang telah Engkau anugrahkan. Engkau sungguh baik! Tuhan, Engkau Immanuel! Dan aku terus percaya bahwa Engkau beserta dari kekal ke kekal.

Demikianlah, sdr-sdri Hening Kasih Kekal episode Juli 2006. Sampai bertemu lagi di bulan yang mendatang.

Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2006. All rights reserved.



Comments: Post a Comment

<< Home My Odeo Channel

This page is powered by Blogger. Isn't yours?