July 01, 2005

 

HENING Kasih Kekal - Juli 1, 2005 - Setia Menabur Benih


Kasih Kekal mengundang anda untuk mendengarkan rekaman audio/podcasting:

Hening Kasih Kekal, Juli 1, 2005 [11 min./.mp3/1.3 MB] - Setia Menabur Benih

Tuhan Yesus memberkati.

Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2005. All rights reserved.

Teks:

Selamat berjumpa lagi sdr. sdri yang kami kasihi dalam Yesus Kristus! Ini adalah Hening Kasih Kekal untuk episode bulan Juli 2005 dan teramat girang bilamana saya, Jonathan K. Tunggal, melalui sarana ini dapat sekali lagi berbincang-bincang dengan anda sekalian mengenai Dia, Yesus, Tuhan, Juruselamat, Kekasih dan segalanya bagi kita sekalian.

Saya teringat akan apa yang disampaikan di episode perdana di Bulan April 2005 yang lalu. Di waktu itu, betapa dengan penuh keterbatasan acara perdana dari Hening Kasih Kekal di mulai. Dari episode pertama itu, sekarang sudah direkam sampai acara ke empat. Halleluyah! Sungguh dahsyat Tuhan kita ini! Empat rekaman singkat sudah terlewat! Puji syukur untuk Dia yang melakukan segala hal.

Mungkin anda ada sedikit pertanyaan mengapa saya begitu antusias akan hal ini. Mungkin terbersit pemikiran mengapa hal yang begitu sederhana saja saya rayakan dengan penuh sukacita. Sdr sdri, ini bukannya karena kuat dan gagah kami. Saya tahu, bahwa acara ini sangatlah sederhana. Tetapi yang saya dapat saksikan adalah sesuatu proses yang sangat menakjubkan bagi saya pribadi. Apakah proses yang saya maksud ini?

Coba bayangkan hal berikut. Dari satu episode menjadi empat. Bayangkan bilamana semua yang anda lakukan dan miliki sekarang, dari satu menjadi dua dan dari dua menjadi empat! SEMUA yang anda miliki! Talenta bakat anda, berkat rohani dan jasmani anda, kasih, kuasa, hikmat, kebijaksanaan, damai sejahtera, ketekunan anda, semua yang dapatkan dari Yesus Kristus, dari satu menjadi empat! Bayangkan perlahan-lahan sekarang ini! Bukankah anda sekarang akan melompat-lompat, bahkan kita akan berteriak kegirangan bilamana ini terjadi! DAN ini terjadi dengan Kasih Kekal. Situs ini menjalani tahun-ketiganya. Jurnal Kasih Kekal masuk bulan ke-lima. Hening Kasih Kekal merekam episode ke-empatnya. Hanya Dia, Yesus, yang patut menerima segala pujian untuk segala hal ini.

Saya percaya bahwa Tuhan siap, bahkan itu adalah salah satu janjiNya, untuk melipat-gandakan, segala hal yang telah dipercayakan kepada kita sekalian. Sebagaimana contoh, Dia menabur FirmanNya dalam hati kita. Apakah yang kita lakukan dengan ini? Menanam, mengairi dan membiarkan Firman itu bertumbuh? Bilamana kita sekalian mengijinkan Firman itu untuk bertumbuh, saya yakin pasti Dia akan melipat-gandakan pewahyuanNya kepada kita sekalian. Bagaimana dengan berkat materi yang telah Dia limpahkan? Sudah mulai kita sekalian memberi sepersepuluhnya kembali ke gereja anda masing-masing dan juga persembahan kepada Tuhan? Jangan lupa, sdr-sdri. Bukankah perpuluhan itu suatu ikatan janji kasih kita kepada Dia yang memberikan segalanya? Atau, apakah kita juga telah menjadi berkat kepada saudara-saudari sesama umat percaya DAN juga masyarakat di sekeliling kita?

Mengenai hal ini, Rasul Yakobus menyatakan di kitab Yakobus 2: 17:

Demikianlah juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai dengan perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

Mungkin ada beberapa pikiran yang terbersit di dalam anda sekalian sebagaimana berikut. Tuhan, yang dapat saya berikan kembali sedikit sekali. Benih firman yang dapat saya sampaikan demikian sederhana. Benih kasih yang dapat saya bagikan demikian tak layak. Benih berkat materi yang dapat saya tabur, oh, begitu tak patut.

Sdr sdri yang terkasih, apakah pemikiran-pemikiran ini ada di dalam hati anda?

Sdr. sdri, bilamana kita menanam jagung, dari 1 biji itu akan bertumbuh menjadi beratus-ratus biji. Itu KALAU anda tanam. Dan kemudian, kalau beratus-ratus biji ini kita tanam terus, dapat dibayangkan bagaimana banyaknya itu semua akan berbuah. Jadi, yang sedikit, yang kelihatannya kecil, harus ditabur!

Marilah kita dengarkan 2 Kor.9: 10. Baca seluruh 2 Kor 9 untuk renungan anda sendiri tetapi marilah kita dengarkan ayat 10. Demikianlah 2 Kor 9: 10:

Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu.

Pertanyaannya adalah apakah kita sekalian akan dengan setia menabur benih-benih yang sudah ada di tangan kita? Jangan di makan sendiri benih-benih ini. Harus ada kesetiaan. Harus ada ketekunan dan konsistensi. Harus ada visi bahwa kalau benih ini ditanam, sekarang di dalam tanah bukan, benih ini akan berbuah, meskipun sekarang tak kelihatan wujudnya. Harus ada kesabaran untuk menanti panen. Harus ada keringat untuk menanam dan mengairi. TETAPI, janganlah lupa! Tuhan berjanji akan sukacita yang meluap di hari panen.

Kita semua mau pelipat-gandaan dari yang telah Dia percayakan kepada kita. Tetapi kita harus melangkah! Tabur benih yang Dia berikan kepada anda! Benih kasih, benih damai sejahtera, benih hormat, benih ketekunan, semua benih yang keluar dari buah Roh Kudus dalam hidup anda! Jangan lupa tabur benih berkat jasmani yang telah Dia mulai anugrahkan kepada anda. Dan saya yakin, Tuhan Yesus sendiri, yang tidak pernah ingkar janji, akan memberkati, akan melipat-gandakan semua yang kita tabur lebih dari dari yang dapat kita perkirakan, pikir dan bayangkan. Halleluya!

Kemudian, kalau kita sekalian sudah mulai menuai dengan berlimpah, apa yang kita lakukan? Seperti yang disampaikan sebelumnya, jangan lupa mengembalikan bagian dari Tuhan, membagikannya kepada sesama umat percaya dan juga, masyarakat di sekitar. Terkadang ada kecenderungan bahwa sesudah ada penuaian, kita mulai sayang akan yang sudah diberikan. Kita tidak berani untuk sekali lagi melangkah dengan penuh iman; tentunya, setiap kali akan dengan penuh gemetar, tetapi seperti seorang petani, kita akan selalu mengharap! Dan siapakah pengharapan kita, bukankah Dia Tuhan Yesus Kristus yang setia, tetap dan tak pernah ingkar akan janjiNya?

Maka daripada itu, marilah kita semua menaruh sepenuhnya pengharapan kita kepadaNya. Dan bukankah dengan menabur semua benih yang telah Ia anugrahkan, kita dilatih untuk tambah hari tambah setia, tambah tekun, tambah berharap dan tambah bersandar kepada Dia, Yesus Kristus Tuhan? Saya akan tutup episode ini dengan ayat berikut di Mazmur 126: 5 dan 6

Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis, sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Demikianlah, sdr-sdri, episode ke 4 dari Hening Kasih Kekal. Jangan lupa untuk mengunjungi situs Kasih Kekal di www.kasihkekal.org Sampai berjumpa dan Tuhan Yesus memberkati dan menyertai anda sekalian.

Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2005. All rights reserved.




This page is powered by Blogger. Isn't yours?