October 1, 2005
HENING Kasih Kekal-Oktober 2005- Melangkah di Dalam Tuntunan dan Tujuan Tuhan
Marilah mendengarkan:
Hening Kasih Kekal, Oktober 1, 2005 [10 min./.mp3/1.1 MB] - Melangkah di Dalam Tuntunan dan Tujuan Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati.
Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2005. All rights reserved.
Teks:
Apa kabar, sdr-sdri yth? Selamat datang di Hening Kasih Kekal, episode bulan Oktober 2005. Saya, Jonathan K Tunggal, merasa sungguh itu suatu berkat bilamana sekali lagi kita sekalian dapat berjumpa melalui sarana ini.
Sdr-sdri, hari-hari ini adalah saat-saat yang sangat menarik untuk kami. Melalui berbagai macam sarana, Tuhan telah menuntun dan memberi petunjuk kepada saya untuk memulai beberapa hal yang baru, baik dalam hidup pribadi maupun ke mana pelayanan ini akan diarahkan. Terima kasih, Tuhan! Bagi anda sekalian yang rindu akan suaraNya, jangan menyerah! Doa saja terus! Ia sangat suka kalau kita bertanya akan nasihatNya. Saya yakin bahwa Roh Kudus akan dengan tegas dan jelas memberi petunjukNya. Itu bilamana kita mau bertanya dan mau mendengar. Jadi, jangan berhenti berdoa kalau serasa belum ada pengarahan yang pasti dari Tuhan. Ia akan berbicara.
Tentunya saya sangat bersyukur kalau Tuhan memberi suatu petunjuk. Tetapi, apa yang harus kemudian dilakukan kalau petunjuk atau pengarahan itu diberikan? Ya, lakukan saja petunjukNya itu! Bukankah di episode yang lalu kita sekalian belajar menyadari bahwa Ia yang akan memulai dan yang akan juga menyelesaikan segala hal? Halleluya!
Tetapi, kalau kita mau jujur saja, bukankah seringkali timbul keragu-raguan bahkan keengganan, untuk melangkah mengikuti petunjuk Tuhan ini?
Terus-terang saya pribadi belajar untuk bergumul dan berperang menumpas habis segala keragu-raguan yang timbul dalam hati dan pikiran ini. Sdr-sdri, saya teringat akan Ribka pada waktu ia dipinang oleh hamba Abraham. Ingatkah anda sekalian pada waktu Laban meminta kepada hamba Abraham untuk mengijinkan Ribka untuk tinggal lebih lama? Marilah kita simak peristiwa ini di:
Kejadian 24: 55-58
Tetapi saudara Ribka berkata, serta ibunya juga: "Biarkanlah anak gadis itu tinggal pada kami barang sepuluh hari lagi, kemudian bolehlah engkau pergi." Tetapi jawabnya kepada mereka: "Janganlah tahan aku, sedang TUHAN telah membuat perjalananku berhasil; lepaslah aku, supaya aku pulang kepada tuanku." Kata mereka: "Baiklah kita panggil anak gadis itu dan menanyakan kepadanya sendiri." Lalu mereka memanggil Ribka dan berkata kepadanya: "Maukah engkau pergi beserta orang ini?" Jawabnya: "Mau."
Sdr-sdri., Ribka ini luar biasa. Ia tidak mau menunda-nunda kehendak Tuhan di dalam hidupnya. Kalau kita pikirkan, apalah artinya 10 hari? Tetapi tidaklah demikian dengan Ribka. Ia dengan amat sangat tegas, mau dan tanpa ada paksaan untuk segera mengikuti hamba Abraham, menikah dengan Ishak dan melalui ini, melangkah ke tujuan hidup yang telah Tuhan persiapkan.
Saya kira pasti ada rasa was-was yang ia rasakan. Bagaimana tidak? Dalam 1 hari ia harus memutuskan untuk pergi jauh ke tanah yang asing, meninggalkan keluarganya dan menikah dengan seorang yang ia tak ketahui. Pasti ada tanda tanya dan gejolak di hatinya. Tetapi, Ribka mengenali petunjuk Tuhan. Dan ia memutuskan untuk dengan segera, ia mengikuti ini.
Bagaimana dengan kita sekalian? Mungkin kita sudah mendapat pengarahan dan petunjuk ilahi. Tetapi, apakah kita berani melangkah? Pasti hati kita berdebar-debar menghadapinya. Tidaklah mudah kalau kita mau jujur saja. Sebagai orang percaya, kita tidak mempunyai pilihan; kita harus melangkah. Seperti Ribka. Hari ini juga kita akan mulai melangkah. Langkah demi langkah.
Sdr-sdri, ketika kita mulai melangkah, kita sadar bahwa kita berada di sebuah perjalanan. Ada panas terik. Ada bahaya. Ada rintangan. Tidaklah langsung kita mencapai tujuan. Jadi, ada proses sampai tujuan Tuhan itu nyata. Ribka, di perjalanan ini, disertai oleh hamba Abraham. Kita, dalam perjalanan ikut Tuhan, disertai oleh penolong Ilahi, yaitu Roh Kudus. Oh sungguh tidak main-main apa yang Bapa berikan agar kita sampai tujuan. Roh Kudus, Roh Tuhan itu sendiri yang turun tangan menuntun dalam perjalanan ini.
Ribka tidak mengenal jalan yang harus ditempuh. Ia harus taat akan tuntunan kepada hamba Abraham. Maka daripada itu, seperti Ribkah, adalah sungguh penting untuk kita taat akan suara dan perintah Roh Kudus. Kalau tidak kita akan tersesat. Bahkan bisa-bisa fatal kalau kita berjalan keluar dari garis yang ditentukan Roh Kudus. Ini kan konyol kalau ini terjadi? Anda, sudah mendapat pengarahan jelas dari Tuhan tentang tujuan hidup. Sudah berani melangkah. Hebat, penuh iman. Tetapi, di tengah jalan, tidak dengar-dengaran akan suara Roh Kudus.
Maka daripada itu, saya berdoa kalau saya dan anda sekalian berani melangkah mengikuti kehendakNya, maka kita juga akan tetap berada di jalur yang benar. Sampai akhir. Sampai rencana Tuhan yang sempurna itu terwujud menyeluruh di dalam hidup ini.
Dikatakan di akhir perjalanan Ribka, di Kejadian 24: 62-63:
Adapun Ishak telah datang dari arah sumur Lahai-Roi; ia tinggal di Tanah Negeb. Menjelang senja Ishak sedang keluar untuk berjalan-jalan di padang. Ia melayangkan pandangnya, maka dilihatnyalah ada unta-unta datang.
Sdr-Sdri, Ishak menunggu pengantinnya. Ia melayangkan pandangnya, dan dengan penuh pengharapan ia melihat unta-unta datang. Seperti Ishak, Allah Bapa menunggu kita sekalian dengan amat sabar.
Sdr-sdri, sudahkan kita mendengar pengarahanNya? Sudahkah kita melangkah mengikuti petunjukNya tersebut? Sudahkah kita taat akan Roh Kudus agar kita berada terus di jalur yang benar? Maka, bilamana sudah, kita akan sampai ke tujuan, melakukan kehendakNya yang sempurna, ajaib dan penuh kuasa di dalam hidup kita sekalian. Halleluya!
Demikianlah, sdr-sdri, Hening Kasih Kekal untuk bulan Oktober 2005. Saya mohon anda juga mendoakan terus untuk sarana ini dan juga, situs Kasih Kekal di www.kasihkekal.org . Terima kasih. Tuhan menyertai dan memberkati anda sekalian.
Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2005. All rights reserved.






