Send As SMS

December 1, 2005

 

HENING Kasih Kekal-Desember 1, 2005- Melewati Lembah Kekelaman


Marilah mendengarkan:

Hening Kasih Kekal, Desember 1, 2005 [12 min./.mp3/1.45 MB] - Melewati Lembah Kekelaman.

Tuhan Yesus memberkati.

Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2005. All rights reserved.

Teks:

Selamat berjumpa, sdr-sdri. Berikut adalah Hening Kasih Kekal episode bulan Desember 2005 dan Puji syukur kepada Tuhan Yesus yang mengijinkan kita sekalian untuk bersama-sama, berbincang-bincang dan menyaksikan kebaikanNya.

Sdr-sdri, bulan ini adalah bulan Desember di mana di akhir bulan ini kita sekalian memperingati kelahiran Tuhan Yesus di bumi. Baiklah kita sekalian mempersiapkan diri untuk tidak saja memperingati dan merayakan kelahiran bayi Yesus, tetapi marilah kita menyambut Dia yang dengan penuh kasih telah datang, mengorbankan segala keilahian-Nya, hidup di tengah manusia yang penuh dosa, mati di kayu salib untuk menebus dosa kita sekalian dan bangkit dengan penuh kemenangan. Seringkali kita terjebak untuk memperingati hari Natal dengan segala acara dan kesibukan di sekitarnya. Bahkan fokus kita hanya kepada bayi Yesus. Ingat, saudara-saudari, Dia bukan bayi lagi, tetapi Dia sudah menjadi Tuhan, Juruselamat, dan Raja di atas segala Raja. Marilah kita gunakan kesempatan ini untuk memuji, menyembah Dia dan menyampaikan segala puji syukur atas kasihNya karena Dia, bersedia untuk hidup di tengah-tengah kita. Halleluya!

Sdr-sdri, saya teringat akan sesuatu yang pernah saya baca. Di benua Amerika, hari Natal adalah salah satu hari di mana jauh lebih banyak orang bunuh diri dibandingkan dengan hari-hari yang lain. Sungguh mengagetkan! Ini dikarenakan karena di hari tersebut, banyak orang, yang tinggal di jalanan ataupun sendiri di rumah, melihat pesta perayaan di sekitarnya; oleh karenanya, mereka merasa kesepian, depresi, jauh dari sanak-saudara, terlunta-lunta bahkan putus asa karena tidak ada sukacita dan harapan di hidup mereka. Si jahat menyerang pikiran dan hati mereka, dan mereka memutuskan untuk mengambil hidup mereka sendiri. Tragis, tetapi nyata!

Karena ini, saya teringat waktu-waktu lalu di hidup saya di mana serasa segala hal penuh dengan kesedihan dan keputus-asaan. Memang, waktu itu tentunya tidaklah sesulit yang banyak orang ini alami. Saya tidak pernah memikirkan tentang mengambil hidup ini dan sebagainya. Bukan maksud saya untuk berlebih-lebihan. Tetapi yang saya ingat hanyalah cucuran air mata dan kepedihan hati yang tiada hentinya. Banyak orang dan kebisingan fisik di sekitar saya, tetapi semua terasa sepi dan jauh pada saat itu. Saya lebih menikmati malam hari daripada siang hari. Bahkan, oh Tuhan ampuni saya, bahkan sdr-sdri, saya boleh dikatakan, di dalam tanda petik, “muak” kalau melihat yang namanya orang percaya.

Tetapi di tengah badai ini Mazmur 139: 11-12 menjadi kenyataan. Mari kita baca ini.

Mazmur 139: 11-12 berkata:

Jika aku berkata: "Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam," maka kegelapanpun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.

Sdr-sdri, di tengah kesulitan ini, bolehlah saya saksikan bahwa Tuhan Yesus setia. Dia merobek segala kegelapan. Berbulan-bulan bahkan tahunan, hati itu terasa demikian susah, tetapi sekali lagi saya boleh katakan, Dia memegang hidup saya. Tak pernah Dia lepaskan. Dia Batu Karang yang Teguh. Sekali lagi, tidak pernah Dia lepaskan! Sangat sulit untuk saya menjelaskan ini secara lisan, tetapi serasa Sepasang Mata Ilahi itu mengawasi, mengikuti, melindungi bahkan melingkupi setiap hal yang saya alami.

Mengapa saya menceritakan ini? Sdr-sdri, saya tidak tahu apa yang anda sekalian alami. Mungkin saja anda sendiri kesepian dan putus harapan, meskipun anda pergi ke gereja dan bersekutu dengan sesama orang percaya. Anda mungkin sudah sebal dengan segala teori dan nasihat yang kekasih-kekasih kita sekalian berusaha sampaikan. Sdr-sdri, saya tidak mengerti apa yang anda rasakan. Hanyalah Roh Kudus yang mengerti. Maka daripada itu, ijinkanlah saya untuk menambahkan sedikit hal lagi. Saya mohon dengan amat sangat, jangan sekali-kali mengusir dan menghujat Allah Roh Kudus yang ada di hidup ini. Sdr-sdri, saya pada waktu itu penuh amarah, penuh kegusaran, penuh segalanya, tetapi untungnya, Roh Kudus itu memegang mulut, hati saya, tubuh jiwa roh ini supaya tidak menolak Dia. Jangan tolak Dia! Oh saudara, kalau itu terjadi....

SdrSdri, Roh Kudus itulah yang menjadi satu-satunya Teman. Mengeluhlah kepada Dia! Sdr-sdri, orang Kristen boleh “curhat”, boleh mencurahkan hati ini, tetapi janganlah kepada sesama, nantinya jadi gosip saja. Tetapi, sekali lagi, curahkanlah isi hati ini kepada Tuhan! Dan Dia, akan menjawab! Juga, jangan lupa untuk mencari Tuhan. Seret kaki ini ke gereja, tempat di mana anda bisa dikuatkan. Baca Firman Tuhan! Tanyalah kepada Tuhan bagian mana yang harus saudara baca. Pengalaman saya mengajar bahwa justru di waktu yang sulit, suara Tuhan jelas. Di waktu inilah ada kesempatan emas. Pengertian Firman akan terbuka lebar, baik yang didapatkan melalui alkitab atau buku-buku pengajaran.

Mungkin anda tahu akan seseorang yang sedang mengalami saat-saat yang sulit ini. Bilamana ini terjadi, berdoalah untuk mereka! Mengapa berdoa? Saya akui bahwa di waktu-waktu yang sulit itu, doa-doa orang yang mengasihi saya sangatlah mendukung dan menolong saya. Mereka diberi hikmat oleh Tuhan untuk tidak banyak bicara dan kotbah kepada saya. Janganlah langsung datang dengan penuh nasihat dan ayat tanpa bimbingan Roh Kudus. Salah satu hal yang paling menyusahkan adalah pemberian nasihat tanpa petunjuk Roh Kudus dari sesama orang percaya. Tetapi, tentunya kalau kita sekalian mendapat petunjuk dari Roh Kudus, marilah kita saling menguatkan, memperingatkan, menolong sesama orang percaya. Ini alkitabiah dan bukan maksud saya untuk melarang ini. Bahkan 2 Timotius 4: 2 berkata:

Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

Maka daripada itu, baiklah kita semua belajar untuk memberi pertolongan kepada yang terluka, dengan penuh kesabaran dan pengajaran. Marilah berhenti dari hal-hal yang tidak berguna. Kalau boleh saya tambahkan satu hal, ada sebuah peringatan untuk kita sekalian, termasuk saya, sesama pengguna internet. Marilah kita hentikan segala hal yang tidak ada gunanya melalui sarana ini. Waktu kita sangat pendek dan masih banyak hal yang Tuhan mau ajarkan kepada kita. Salah satunya adalah kesabaran untuk yang terluka. Kita mungkin sabar untuk ”download” sesuatu, tetapi adakah kesabaran untuk melayani sesama orang percaya?

Sdr-sdri, biarlah saya tutup episode ini dengan pembacaan Filipi 2: 5-7 yang merupakan sikap Kristus di saat Ia datang ke dunia ini.

Filipi 2: 5-7

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

Saya, Jonathan K Tunggal beserta Kasih Kekal www.kasihkekal.org mengucapkan Selamat Hari Natal kepada anda sekalian. Tuhan memberkati dan biarlah berkatNya melimpah di hidup anda sekalian. Terima kasih dan sampai berjumpa lagi.


This page is powered by Blogger. Isn't yours?