Links
Archives
- March 2004
- May 2004
- February 2005
- March 2005
- April 2005
- May 2005
- June 2005
- July 2005
- August 2005
- September 2005
- October 2005
- November 2005
- December 2005
- January 2006
- February 2006
- March 2006
- April 2006
- May 2006
- June 2006
- July 2006
- August 2006
- September 2006
- October 2006
- November 2006
- December 2006
- January 2007
- February 2007
- March 2007
- April 2007
- May 2007
- June 2007
- July 2007
- August 2007
- September 2007
- October 2007
- November 2007
- January 2008
- May 2008
- June 2008
- September 2008
- April 2010
A Christian Journal for the Spiritual Growth of Christians in Indonesia. Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org (blog) adalah bagian dari Kasih Kekal www.kasihkekal.org yang berisi berita dan pemikiran kristiani singkat. Anda dapat "berlangganan" Jurnal Kasih Kekal melalui xml berikut: http://feeds.feedburner.com/JurnalKasihKekal
11.3.05
Ikutlah Aku!
Matius 4: 19
Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
Beberapa waktu yang lalu aku mendapat firman yang memerintahkanku untuk "menebar jala di tempat yang dalam", ke tempat yang belum kujelalahi. Dalam hati aku bertanya-tanya arah dan tujuan dari pesan ini. Dia membisikkan beberapa hal yang dapat kulakukan sebagai langkah pertama; ini adalah langkah pertama dari pihakku yang menyatakan "Ini aku Tuhan dengan segala keterbatasanku, tetapi aku mau belajar untuk taat melangkah."
Kemarin aku mendapat sebuah surat dari seorang hamba Tuhan yang menyampaikan isi hatinya mengenai perintah "Ikutlah Aku." Aku tertegun karena kalimat inilah yang dikatakan Tuhan Yesus kepada Simon setelah Simon selesai menjala ke tempat yang dalam di Luk. 5: 1-11. "Ini pasti petunjuk berikutnya", kata hatiku setelah membaca ini. Apa yang hamba Tuhan ini kataka tentang perintah "Ikutlah Aku" ini? Dia berkata bahwa terkadang, mentaati ini mengisyaratkan tentang sesuatu perubahan yang menuju ke arahan-arahan baru dalam hidup. Tetapi, ini juga bisa berarti bahwa dibutuhkan iman dan ketekunan untuk terus setia berpegang akan jalan yang sudah ditetapkan oleh Bapa untuk kita lewati.
Terima kasih untuk petunjuk ini. Tuhan, aku belajar untuk taat. Peganglah tanganku, Roh Kudus! Bawaku ke air yang tenang. Dan ku mau setia berjalan di jalan kebenaranMu.






