Links
Archives
- March 2004
- May 2004
- February 2005
- March 2005
- April 2005
- May 2005
- June 2005
- July 2005
- August 2005
- September 2005
- October 2005
- November 2005
- December 2005
- January 2006
- February 2006
- March 2006
- April 2006
- May 2006
- June 2006
- July 2006
- August 2006
- September 2006
- October 2006
- November 2006
- December 2006
- January 2007
- February 2007
- March 2007
- April 2007
- May 2007
- June 2007
- July 2007
- August 2007
- September 2007
- October 2007
- November 2007
- January 2008
- May 2008
- June 2008
- September 2008
- April 2010
A Christian Journal for the Spiritual Growth of Christians in Indonesia. Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org (blog) adalah bagian dari Kasih Kekal www.kasihkekal.org yang berisi berita dan pemikiran kristiani singkat. Anda dapat "berlangganan" Jurnal Kasih Kekal melalui xml berikut: http://feeds.feedburner.com/JurnalKasihKekal
23.3.05
Kesaksian yang Sesuai
Markus 14: 56
Banyak juga orang yang mengucapkan kesaksian palsu terhadap Dia, tetapi kesaksian-kesaksian itu tidak sesuai yang satu dengan yang lain.
Aku dengar banyak orang bersaksi tentang Dia. Yang nyaring adalah sering suara-suara sumbang dan penuh dusta; ini tragis. Yang sering kita alami sendiri adalah bahwa JanjiNya tidak selalu ternyata dalam hidup kita sehari-hari; ini menyedihkan. Mana buktinya? Itu sering menjadi jerit beberapa orang. Bahkan, ada yang seperti hamba perempuan Imam Besar.
Markus 14: 66b-67
Lalu datanglah seorang hamba perempuan Imam Besar, dan ketika perempuan itu melihat Petrus sedang berdiang, ia menatap mukanya dan berkata: "Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu."
Hamba Imam Besar adalah seorang yang sebetulnya hidup dalam lingkungan kerohanian. Dia datang kepada Petrus, menekan Petrus, dan menuduh "Ah, ini dia orangnya. Muridnya Yesus. Lihat, Yesusmu mau mati. Mana bukti kuasaNya?" Tetapi dia, hamba perempuan, hanya mengenal Yesus sebagai orang Nazaret. Tragis. Hidup dalam kalangan rohani, tetapi terhilang.
Apa yang menjadi kesaksian di hidup kita? Suara sumbang? Ketidak-nyataan KuasaNya? Bahkan, hanya mengenal Yesus sebagai orang, orang dari Nazaret. Kesaksian-kesaksian ini tidaklah sesuai. Tidaklah sesuai dengan kenyataan bahwa Yesus, TUHAN dan bukan sembarang orang, mati di kayu salib, tetapi Dia telah mengalahkan maut, bangkit dan duduk di kanan takhta Allah Bapa. Halleluya!
Bapa, biarlah pewahyuan dan kuasa dari kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus menjadi suatu kesaksian sepenuh di dalam hidupku.
Banyak juga orang yang mengucapkan kesaksian palsu terhadap Dia, tetapi kesaksian-kesaksian itu tidak sesuai yang satu dengan yang lain.
Aku dengar banyak orang bersaksi tentang Dia. Yang nyaring adalah sering suara-suara sumbang dan penuh dusta; ini tragis. Yang sering kita alami sendiri adalah bahwa JanjiNya tidak selalu ternyata dalam hidup kita sehari-hari; ini menyedihkan. Mana buktinya? Itu sering menjadi jerit beberapa orang. Bahkan, ada yang seperti hamba perempuan Imam Besar.
Markus 14: 66b-67
Lalu datanglah seorang hamba perempuan Imam Besar, dan ketika perempuan itu melihat Petrus sedang berdiang, ia menatap mukanya dan berkata: "Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu."
Hamba Imam Besar adalah seorang yang sebetulnya hidup dalam lingkungan kerohanian. Dia datang kepada Petrus, menekan Petrus, dan menuduh "Ah, ini dia orangnya. Muridnya Yesus. Lihat, Yesusmu mau mati. Mana bukti kuasaNya?" Tetapi dia, hamba perempuan, hanya mengenal Yesus sebagai orang Nazaret. Tragis. Hidup dalam kalangan rohani, tetapi terhilang.
Apa yang menjadi kesaksian di hidup kita? Suara sumbang? Ketidak-nyataan KuasaNya? Bahkan, hanya mengenal Yesus sebagai orang, orang dari Nazaret. Kesaksian-kesaksian ini tidaklah sesuai. Tidaklah sesuai dengan kenyataan bahwa Yesus, TUHAN dan bukan sembarang orang, mati di kayu salib, tetapi Dia telah mengalahkan maut, bangkit dan duduk di kanan takhta Allah Bapa. Halleluya!
Bapa, biarlah pewahyuan dan kuasa dari kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus menjadi suatu kesaksian sepenuh di dalam hidupku.






