Links
Archives
- March 2004
- May 2004
- February 2005
- March 2005
- April 2005
- May 2005
- June 2005
- July 2005
- August 2005
- September 2005
- October 2005
- November 2005
- December 2005
- January 2006
- February 2006
- March 2006
- April 2006
- May 2006
- June 2006
- July 2006
- August 2006
- September 2006
- October 2006
- November 2006
- December 2006
- January 2007
- February 2007
- March 2007
- April 2007
- May 2007
- June 2007
- July 2007
- August 2007
- September 2007
- October 2007
- November 2007
- January 2008
- May 2008
- June 2008
- September 2008
- April 2010
A Christian Journal for the Spiritual Growth of Christians in Indonesia. Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org (blog) adalah bagian dari Kasih Kekal www.kasihkekal.org yang berisi berita dan pemikiran kristiani singkat. Anda dapat "berlangganan" Jurnal Kasih Kekal melalui xml berikut: http://feeds.feedburner.com/JurnalKasihKekal
22.3.05
Menghitung Hari-hari
Matius 26: 3-5
Pada waktu itu berkumpullah imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi di istana Imam Besar yang bernama Kayafas, dan mereka merundingkan suatu rencana untuk menangkap Yesus dengan tipu muslihat dan untuk membunuh Dia. Tetapi mereka berkata: "Jangan pada waktu perayaan, supaya jangan timbul keributan di antara rakyat."
Orang-orang ini merencanakan dan memikirkan hal-hal ini di sekitar waktu Hari raya Roti Tidak Beragi/Paskah. Sungguh tidak benar! Tetapi, apakah yang kupikirkan di waktu-waktu menjelang Paskah? Kelicikan? Tipu muslihat? Atau, mungkin sesuatu yang lebih halus? Memikirkan pekerjaan, masalah, kekuatiran? Mungkin hari-hari ini ada yang mengutuk dan bersumpah diri sendiri seperti Petrus sehabis menyangkal Tuhan Yesus. (Matius 26: 74). Kita mengingat kesalahan-kesalahan kita dan merasa sangat sedih.
Oh Tuhan Yesus, Engkau telah mati di kayu salib dan bangkit. DarahMu yang tercurah adalah demikian berharga. Hari-hari ini aku mau belajar mengerti arti dan kuasa pengorbananMu dengan sepenuhnya. Ku datang kepadaMu dan biarlah pengorbananMu memulihkan dan menyucikan hidupku!






