Links
Archives
- March 2004
- May 2004
- February 2005
- March 2005
- April 2005
- May 2005
- June 2005
- July 2005
- August 2005
- September 2005
- October 2005
- November 2005
- December 2005
- January 2006
- February 2006
- March 2006
- April 2006
- May 2006
- June 2006
- July 2006
- August 2006
- September 2006
- October 2006
- November 2006
- December 2006
- January 2007
- February 2007
- March 2007
- April 2007
- May 2007
- June 2007
- July 2007
- August 2007
- September 2007
- October 2007
- November 2007
- January 2008
- May 2008
- June 2008
- September 2008
- April 2010
A Christian Journal for the Spiritual Growth of Christians in Indonesia. Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org (blog) adalah bagian dari Kasih Kekal www.kasihkekal.org yang berisi berita dan pemikiran kristiani singkat. Anda dapat "berlangganan" Jurnal Kasih Kekal melalui xml berikut: http://feeds.feedburner.com/JurnalKasihKekal
30.3.05
Raihlah JanjiNya yang Kekal
Kejadian 17: 17
Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: "Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?" Dan Abraham berkata kepada Allah:" Ah, kiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapanMu!"
Seringkah kita "menertawakan" hal-hal yang sangat mustahil yang tercetus di dalam benak? Mungkinkah itu Dia dengan sangat lemah lembut membisikkan janjiNya kepada kita? Sangat besar belas kasihanNya kepada umatNya sehingga kita tidak dihajar habis olehNya setiap kali kita menertawai dan mengecilkan bisikanNya. Bahkan seperti Abraham, kita bersilat lidah dan menawarkan alternatif. "Bagaimana kalau yang ini saja yang diberkati? Jasaku? Kemampuanku? Kedaginganku? Keteledoranku? Ketergesa-gesaanku? Nafsuku? Ketidak-percayaanku? Bagaimana Tuhan, setuju tidak?"
Untunglah Tuhan adalah kekal. Dia tahu apa yang terbaik untuk biji mataNya. Dia mengadakan perjanjian yang kekal untuk setiap orang yang percaya dan seluruh keturunannya. Raihlah janji-janjiNya! Halleluyah!
Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: "Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?" Dan Abraham berkata kepada Allah:" Ah, kiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapanMu!"
Seringkah kita "menertawakan" hal-hal yang sangat mustahil yang tercetus di dalam benak? Mungkinkah itu Dia dengan sangat lemah lembut membisikkan janjiNya kepada kita? Sangat besar belas kasihanNya kepada umatNya sehingga kita tidak dihajar habis olehNya setiap kali kita menertawai dan mengecilkan bisikanNya. Bahkan seperti Abraham, kita bersilat lidah dan menawarkan alternatif. "Bagaimana kalau yang ini saja yang diberkati? Jasaku? Kemampuanku? Kedaginganku? Keteledoranku? Ketergesa-gesaanku? Nafsuku? Ketidak-percayaanku? Bagaimana Tuhan, setuju tidak?"
Untunglah Tuhan adalah kekal. Dia tahu apa yang terbaik untuk biji mataNya. Dia mengadakan perjanjian yang kekal untuk setiap orang yang percaya dan seluruh keturunannya. Raihlah janji-janjiNya! Halleluyah!






