Links
Archives
- March 2004
- May 2004
- February 2005
- March 2005
- April 2005
- May 2005
- June 2005
- July 2005
- August 2005
- September 2005
- October 2005
- November 2005
- December 2005
- January 2006
- February 2006
- March 2006
- April 2006
- May 2006
- June 2006
- July 2006
- August 2006
- September 2006
- October 2006
- November 2006
- December 2006
- January 2007
- February 2007
- March 2007
- April 2007
- May 2007
- June 2007
- July 2007
- August 2007
- September 2007
- October 2007
- November 2007
- January 2008
- May 2008
- June 2008
- September 2008
- April 2010
A Christian Journal for the Spiritual Growth of Christians in Indonesia. Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org (blog) adalah bagian dari Kasih Kekal www.kasihkekal.org yang berisi berita dan pemikiran kristiani singkat. Anda dapat "berlangganan" Jurnal Kasih Kekal melalui xml berikut: http://feeds.feedburner.com/JurnalKasihKekal
5.4.05
Jalan Kemenangan
Keluaran 13: 17
Setelah Firaun membiarkan bangsa itu pergi, Allah tidak menuntun mereka melalui jalan ke negeri orang Filistin, walaupun jalan ini yang paling dekat; sebab firman Allah: "Jangan-jangan bangsa itu menyesal, apabila mereka menghadapi peperangan, sehingga mereka kembali ke Mesir." Tetapi Allah menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau. Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari tanah Mesir.
Keluar dari Mesir menggambarkan keluarnya hidupku dari segala belenggu dosa dan kutuk yang mengikatku di masa dahulu. Dengan pengorbanan Yesus, aku beroleh kebebasan dan dituntun ke tanah perjanjian. Seperti bangsa Israel, Dia tidak menggandeng aku melalui jalan yang paling dekat. Dia memastikan bahwa aku tumbuh menjadi pahlawan yang gagah berani sebelum aku diperhadapkan dengan raksasa-raksasa Filistin. Bangsa Israel pun baru menaklukkan bangsa Filistin di zaman Daud.
Tetapi, bukankah ini juga berarti bahwa Tuhan memastikan bahwa setiap yang aku hadapi sekarang, adalah sesuatu yang dapat aku jalani atau kalahkan? Tidak ada sesuatu yang akan terlalu berat. Untuk apa kuatir bahwa aku akan kalah? Kalau, ya kalau, aku di jalan kebenaranNya, semua yang di depan sudah dijamin olehNya!
Tuhan, buka mataku akan jalan kemenanganMu!
Setelah Firaun membiarkan bangsa itu pergi, Allah tidak menuntun mereka melalui jalan ke negeri orang Filistin, walaupun jalan ini yang paling dekat; sebab firman Allah: "Jangan-jangan bangsa itu menyesal, apabila mereka menghadapi peperangan, sehingga mereka kembali ke Mesir." Tetapi Allah menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau. Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari tanah Mesir.
Keluar dari Mesir menggambarkan keluarnya hidupku dari segala belenggu dosa dan kutuk yang mengikatku di masa dahulu. Dengan pengorbanan Yesus, aku beroleh kebebasan dan dituntun ke tanah perjanjian. Seperti bangsa Israel, Dia tidak menggandeng aku melalui jalan yang paling dekat. Dia memastikan bahwa aku tumbuh menjadi pahlawan yang gagah berani sebelum aku diperhadapkan dengan raksasa-raksasa Filistin. Bangsa Israel pun baru menaklukkan bangsa Filistin di zaman Daud.
Tetapi, bukankah ini juga berarti bahwa Tuhan memastikan bahwa setiap yang aku hadapi sekarang, adalah sesuatu yang dapat aku jalani atau kalahkan? Tidak ada sesuatu yang akan terlalu berat. Untuk apa kuatir bahwa aku akan kalah? Kalau, ya kalau, aku di jalan kebenaranNya, semua yang di depan sudah dijamin olehNya!
Tuhan, buka mataku akan jalan kemenanganMu!






