Links
Archives
- March 2004
- May 2004
- February 2005
- March 2005
- April 2005
- May 2005
- June 2005
- July 2005
- August 2005
- September 2005
- October 2005
- November 2005
- December 2005
- January 2006
- February 2006
- March 2006
- April 2006
- May 2006
- June 2006
- July 2006
- August 2006
- September 2006
- October 2006
- November 2006
- December 2006
- January 2007
- February 2007
- March 2007
- April 2007
- May 2007
- June 2007
- July 2007
- August 2007
- September 2007
- October 2007
- November 2007
- January 2008
- May 2008
- June 2008
- September 2008
- April 2010
A Christian Journal for the Spiritual Growth of Christians in Indonesia. Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org (blog) adalah bagian dari Kasih Kekal www.kasihkekal.org yang berisi berita dan pemikiran kristiani singkat. Anda dapat "berlangganan" Jurnal Kasih Kekal melalui xml berikut: http://feeds.feedburner.com/JurnalKasihKekal
11.4.05
Menuai Keadilan
Ibrani 13: 4
Ingatlah akan orang-orang hukuman, karena kamu sendiri juga adalah orang-orang hukuman. Dan ingatlah akan orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang, karena kamu sendiri juga masih hidup di dunia ini.
Hidup di negara berkembang seperti Indonesia memberi suatu tantangan tersendiri. Terkadang mau taat hukum, tetapi seringkali hukum dapat dibengkokkan oleh oknum-oknum tertentu. Bukankah seringkali orang-orang di sekelilingku, salah atau tidak, mengalami perlakuan sewenang-wenang? Dimana keadilan itu? Sudahlah, tidak perlu panjang lebar, pasti banyak cerita mengupas hal ini.
Dikatakan di Ibrani, ingatlah orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang ini. Bagaimana aku dapat mengingat mereka? Tentunya salah satu jalan yang paling baik adalah mencegah supaya hal itu tidak terjadi lagi kepada siapapun. Tetapi, bagaimana?
Aku percaya bahwa kalau aku mau menuai keadilan dan kebenaran, maka keadilan dan kebenaran harus ditabur. Mungkin aku tidak akan dengan segera menawarkan uang pelicin itu. Siapa tahu Tuhan buka jalan lain? Mungkin aku tidak akan dengan sengaja melanggar hukum yang tidak masuk akal itu. Siapa tahu ada kebijaksaan yang dalam di balik itu? Terkadang rasanya penyelewengan-penyelewengan ini datang kepada kita dan tidak dapat dihindari, tetapi apa salahnya kalau aku berusaha menjadi lebih sempurna, seperti Bapaku di Surga sempurna adanya.






