Links
Archives
- March 2004
- May 2004
- February 2005
- March 2005
- April 2005
- May 2005
- June 2005
- July 2005
- August 2005
- September 2005
- October 2005
- November 2005
- December 2005
- January 2006
- February 2006
- March 2006
- April 2006
- May 2006
- June 2006
- July 2006
- August 2006
- September 2006
- October 2006
- November 2006
- December 2006
- January 2007
- February 2007
- March 2007
- April 2007
- May 2007
- June 2007
- July 2007
- August 2007
- September 2007
- October 2007
- November 2007
- January 2008
- May 2008
- June 2008
- September 2008
- April 2010
A Christian Journal for the Spiritual Growth of Christians in Indonesia. Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org (blog) adalah bagian dari Kasih Kekal www.kasihkekal.org yang berisi berita dan pemikiran kristiani singkat. Anda dapat "berlangganan" Jurnal Kasih Kekal melalui xml berikut: http://feeds.feedburner.com/JurnalKasihKekal
10.4.05
Seperti Pingsan
Kekasihku kubukakan pintu, tetapi kekasihku sudah pergi, lenyap. Seperti pingsan aku ketika ia menghilang. Kucari dia, tetapi tak kutemui, kupanggil, tetapi tak disahutnya.
Mungkin ada yang berpikir bahwa ini dikutip dari sebuah buku roman. Tentunya bukan. In adalah Kidung Agung 5: 6. Ini adalah pernyataan mempelai perempuan yang memuji-muji Kekasihnya, si Mempelai Pria. Begitu mendebarkan ya?!.
Aku mengerti bahwa ini adalah gambaran Kristus dengan gerejanya. Juga bisa diartikan sebagai gambaran kasih antara Tuhan dengan setiap umat percaya. Tetapi, sungguh menderu-deru bukan pernyataan ini? Waktu kurenungkan ayat ini, kulihat betapa terbatasnya aku dalam mencari Dia, Kekasih Ilahi itu. Dikatakan oleh mempelai perempuan 'seperti pingsan' rasanya waktu si Mempelai Pria menghilang, meskipun gadis ini telah membukakan pintu. Pintu apakah? Pintu hatinya. Luar biasa! Bandingkan ini dengan aku yang untuk bangun tidur, berdoa dan berbincang-bincang denganNya saja, sungguh amat sulit ini rasanya!
Roh Kudus, tolong aku supaya aku terus membuka pintu hatiku, untuk terus mencari Yesus meskipun terasa lenyap hadiratNya dan terus dengan hati yang menderu-deru, merindukan Kekasih Ilahi yang agung dan setia itu.






