Links
Archives
- March 2004
- May 2004
- February 2005
- March 2005
- April 2005
- May 2005
- June 2005
- July 2005
- August 2005
- September 2005
- October 2005
- November 2005
- December 2005
- January 2006
- February 2006
- March 2006
- April 2006
- May 2006
- June 2006
- July 2006
- August 2006
- September 2006
- October 2006
- November 2006
- December 2006
- January 2007
- February 2007
- March 2007
- April 2007
- May 2007
- June 2007
- July 2007
- August 2007
- September 2007
- October 2007
- November 2007
- January 2008
- May 2008
- June 2008
- September 2008
- April 2010
A Christian Journal for the Spiritual Growth of Christians in Indonesia. Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org (blog) adalah bagian dari Kasih Kekal www.kasihkekal.org yang berisi berita dan pemikiran kristiani singkat. Anda dapat "berlangganan" Jurnal Kasih Kekal melalui xml berikut: http://feeds.feedburner.com/JurnalKasihKekal
8.3.06
Harkat Diri Yang Diangkat oleh Tuhan
Ezra 2: 55
Inilah keturunan para hamba Salomo: bani Sotai, bani Soferet, bani Peruda;
Ezra 2 adalah daftar dari orang-orang propinsi Yehuda yang berangkat pulang dari pembuangan, yakni para tawanan, yang dahulu diangkut ke Babel oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang kembali ke Yerusalem dan ke Yehuda, masing-masing ke kotanya. Daftar ini berisi keluarga menurut pemimpin laki-lakinya dan darimana mereka berasal. Tetapi aku baru saja belajar bahwa di ayat 55 dua dari tiga nama bani keturunan hamba Salomo, yaitu Soferet dan Peruda, adalah nama wanita. Di bahasa aslinya Soferet berarti seorang juru tulis wanita.
Siapa bilang Tuhan tidak mengangkat harkat diri wanita? Di zaman di mana tidak banyak, pria atau wanita, yang bisa membaca dan menulis, Ia mengangkat seseorang wanita untuk menjadi juru tulis. Bukan itu saja, dua orang ini menjadi pemimpin-pemimpin yang boleh kembali dari tanah pembuangan, merayakan penggenapan janji Allah dan nama mereka boleh juga tercantum di Alkitab.
Aku lebih percaya kepada Tuhan untuk mengangkat harkat diri dan hak azazi manusia daripada gerakan-gerakan manusia yang seakan-akan berusaha memperjuangkan hak diri kita, tetapi yang dibaliknya berisi penuh ketidak-taatan kepada Tuhan, kekerasan dan tipu muslihat.
Tuhan, aku hanya bersandar dan tergantung kepada Engkau untuk merubah apa yang aku boleh dapatkan untuk hak, harkat dan harga diriku.






