A Christian Journal for the Spiritual Growth of Christians in Indonesia. Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org (blog) adalah bagian dari Kasih Kekal www.kasihkekal.org yang berisi berita dan pemikiran kristiani singkat. Anda dapat "berlangganan" Jurnal Kasih Kekal melalui xml berikut: http://feeds.feedburner.com/JurnalKasihKekal

17.2.07

Mengapa Bersuka-Ria?


Pertanyaan dari Bpk.MD:

Bagaimana tuhan yang kamu sayangi (ISA/YESUS) ini boleh lahir dan berada di padang pasir sedangkan kamu bersuka ria meraikan krismas. Menjadi satu kebodohan kepada kamu kerana tidak memikirkan bagaimana tuhan kamu tidak pernah melihat pokok seperti itu di padang pasir tetapi boleh diraikan dan dimuliakan di hari krismas oleh orang seperti kamu.

Jawaban:

Yang terhormat Bapak MD,

Terima kasih akan surat anda

Hari natal (christmas/krismas) adalah untuk merayakan kelahiran Tuhan Yesus/Isa Almasih.

Apakah yang dikatakan Alkitab mengenai hari kedatangan ini? Sesungguhnya, seorang malaikat Tuhan memberitahukan kedatangan Yesus kepada para gembala di padang dan berkata di Lukas 2:10-11:

"Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu, Kristus, Tuhan di kota Daud."

Selanjutnya, Kitab Yesaya 25:9-10 berkata:

Pada waktu itu orang akan berkata: "Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!"

Jadi, kesukaan besar diberitakan karena datangnya Tuhan Yesus ke dunia. Dan oleh karena Tuhan Yesus datang, Ia mengadakan keselamatan bagi yang percaya kepada Dia. Inilah mengapa kita bersorak-sorak dan bersukaria di hari Natal.

Kedatangan Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat di hidup orang percaya, itulah alasan mengapa kita bersuka ria. Orang percaya tidak mabuk-mabuk anggur dan berpesta pora dalam merayakan kehadiran Tuhan, tetapi seperti tertulis di Efesus 5:18-19:

Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.

Bapak MD, inilah mengapa kami bernyanyi dan bersorak bagi Tuhan dengan segenap hati, menyanyikan puji-pujian di hari natal, karena kami bersyukur akan kedatangan Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Labels:

Comments: Post a Comment

<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?