A Christian Journal for the Spiritual Growth of Christians in Indonesia. Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org (blog) adalah bagian dari Kasih Kekal www.kasihkekal.org yang berisi berita dan pemikiran kristiani singkat. Anda dapat "berlangganan" Jurnal Kasih Kekal melalui xml berikut: http://feeds.feedburner.com/JurnalKasihKekal

29.4.05

Jalan Tuhan yang Tak Terselami


Mazmur 77: 11-12


Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala. Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu, dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu.

Umat percaya berjalan maju menghadapi sesuatu tantangan dengan iman. Iman adalah bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Karena faktor iman ini, maka aku tidak tahu bagaimana wujud jalan keselamatan dan bimbingan yang sudah Dia siapkan kali ini. Tetapi, apa yang bisa aku perbuat, Tuhan? Aku bisa melihat kembali ke pengalaman-pengalaman di mana Engkau ajaib. Aku memanggil Tuhan dan menyebut-nyebut segala pekerjaanMu dan merenungkan segala perbuatanMu.

Di dunia pengalaman adalah guru yang terbaik. Di dalam Tuhan, pengalaman memberi kekuatan dan mengingatkan akan penyertaanNya. Tetapi, bukan pengalaman yang memberi bimbingan. Aku tidak berjalan maju dengan pengalaman, tetapi harus dengan iman. Di dalam Tuhan, pengalaman tidak memberi tahu bagaimana wujud nyata dari pertolonganNya. Aku harus ingat bahwa jalanNya selalu tak terselami. Hanya iman percaya bahwa Firman Allah dan Roh Kudus yang memberi tuntunan.

27.4.05

Menghadapi Raksasa Masa Depan


Mazmur 62: 1


Untuk pemimpin biduan. Menurut: Yedutun. Mazmur Daud. Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.

Seringkali aku menghadapi tantangan baru yang sangat mirip atau sama dengan yang pernah kualami sebelumnya. Setiap kali Dia selalu setia dan memberikan kemenangan atas yang terdahulu. Tetapi, setiap kali tantangan baru ini dihadapi, tak terasa lebih mudah rasanya untuk menghadapinya. Ada rasa gentar, ada kegelisahan dan sebagainya.

Aku belajar bahwa hidup bersamaNya adalah lain dari dunia yang ajarkan. Di dunia diajarkan bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik. Ikut Tuhan lain. Bukan dengan pengalaman, tetapi dengan iman aku menghadapi masa depan. Pengalaman hanya membuktikan, mengingatkan dan menyatakan bahwa Dia setia; ini agar aku jangan sampai lupa akan kebaikannya. Tetapi dengan iman aku maju menghadapi raksasa-raksasa masa depan. Hanya dekat Allah saja aku tenang, karena dari pada-Nyalah keselamatanku.

26.4.05

Hasil dari Tunduk kepada Allah


Yakobus 4: 7


Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!

Tuhan mengajarku untuk tunduk kepada Allah dan melawan iblis. Kedua hal ini bersama-sama. Tidak saja melawan iblis tanpa ada ketaatan kepada Tuhan. Bukankah aku sering melawan si jahat itu, tetapi untuk tunduk kepada Allah masih sering ragu-ragu? Bisa runyam kalau ini terjadi. Tetapi di lain pihak aku tunduk kepada Tuhan, tetapi waktu mau melawan si iblis, masih sering maju mundur.

Tuhan, karena aku tunduk takluk kepadaMu, biarlah kuasaMu saja melaluiku yang melawan segala kuasa kejahatan.

23.4.05

Olok-olok Pikiran Sendiri


Mazmur 123: 4


jiwa kami sudah cukup kenyang dengan olok-olok orang-orang yang merasa aman, dengan penghinaan orang-orang yang sombong.

Tidak saja kata-kata dari orang lain, tetapi bukankah seringkali pikiranku sendiri yang menuduh dan menyerang percaya imanku terhadapNya? Sering timbul skenario-skenario dalam pikiran ini yang membayangkan situasi kondisi lain yang berbeda dari yang sedang kualami. Kalau saja keadaanku, keluargaku, pekerjaanku, latar-belakangku begini dan begitu. Kalau saja. Kalau saja. Ini adalah olok-olok pikiran sendiri yang merasa lebih aman dan sombong; ini melecehkan kehendakNya yang sedang kualami.

Tetapi, puji syukur kepadaNya. Aku tahu dan mau belajar terus bahwa rancanganNya adalah yang terbaik. Jangan ada andaikata, jangan ada kalau saja, jangan ijinkan tuduhan. Hanya kulayangkan mataku kepadaMu,ya Engkau yang bersemayam di sorga.

21.4.05

Keputusan Pribadi


Kisah Rasul Rasul 2: 40


Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."

Inilah pernyataan Petrus pada waktu ia memberi kesaksian kepada orang-orang Yahudi di Yerusalem. Ini dikatakannya di hari Pentakosta dan setelah murid-murid Tuhan Yesus dipenuhkan oleh Roh Kudus.

Tuhan Yesus telah mati dan dibangkitkan. Ini sangat benar. Petrus memberitakan kabar baik ini di hari Pentakosta tersebut. Kemudian, Petrus mengatakan sesuatu hal yang sangat penting. "Berilah dirimu diselamatkan".

Bagaimana jawaban dari diriku? Ya, aku memang adalah seorang percaya. Tetapi apa ada keputusan pribadi yang lebih lanjut dan yang sangat tegas? Apa ada jawaban terhadap kasih karunia yang telah dianugrahkan? Maukah aku keluar dari angkatan yang jahat ini?

Roh Kudus, cengkram aku supaya aku keluar dan diselamatkan dari angkatan yang jahat ini!

20.4.05

Bermegah dalam NamaNya


Mazmur 20: 7


Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita.

Siapa yang harus kumegahkan dan yang kupercaya? Aku harus bermegah dalam nama Tuhan Allah kita. Siapakah namaNya? Adonai, Tuan kita. YHWH Shalom, Tuhan adalah Damai. YHWH Rophe, Tuhan Yang Menyembuhkan. YHWH Nissi, Tuhan adalah Panji-Panji. YHWH Jireh, Tuhan Yang Menyediakan. YHWH Tsidkenu, Tuhan adalah Kebenaran kita. Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat.

Aku percaya dan bermegah dalam NamaNya. Maka karena itu jadilah damai, jadilah kesehatan ilahi, jadilah kemenangan, jadilah kelimpahan, jadilah kebenaran dan jadilah keselamatan di dalam hidupku!

19.4.05

Mana Tahan Tuhan!


Mazmur 27: 6

Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN.

Mempersembahkan korban? Pasti ada rasa sakit atau rasa tidak enaknya. Kalau tidak sakit, itu namanya bukan berkorban. Tetapi, Daud mempersembahkan korban dengan sorak-sorai. Di tengah ketidak-nyamanan yang dirasakannya, ia mengambil sikap untuk mendobrak dan ia bersorak-sorai; dia bernyanyi dan bermazmur. Oleh karena itu ia berkata di ayat berikutnya:

Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku! (Mazmur 27: 7)

Mana tahan Tuhan untuk tidak mendengar seruan ini? Daud, seorang manusia yang penuh keterbatasan, berkorban. Pasti doa Daud dijawab!

Aku mau berkorban atau tidak ya? Tentunya.....


17.4.05

Laskar Kristus


Mazmur 78: 9, 10

Bani Efraim, pemanah-pemanah yang bersenjata lengkap, berbalik pada hari pertempuran; mereka tidak berpegang pada perjanjian Allah dan enggan hidup menurut Taurat-Nya.

Di saat yang paling genting, di mana Tuhan memintaku untuk berdiri tegak, siapkah aku untuk tidak berbalik? Dia sudah mempersenjataiku; akankah aku berpegang pada perjanjianNya? Dia sudah memberi FirmanNya; bersediakah aku untuk turut Taurat-Nya?

Maju Laskar Kristus!

15.4.05

Sedikit Demi Sedikit


Keluaran 23: 30



Sedikit demi sedikit Aku akan menghalau mereka dari depanmu, sampai engkau beranak cucu sedemikian, hingga engkau dapat memiliki negeri itu.

Seringkali aku terganggu pada waktu janji Tuhan yang demikian besar lepas dari genggamanku; seakan-akan janji itu sudah datang dan tiba-tiba, sesuatu menghalanginya. Sungguh frustrasi bilamana ini terjadi. Kemarin aku belajar bahwa Tuhan yang menyelesaikan segala hal. Hari ini kubaca di Keluaran 23 bahwa Dia menghalau musuh-musuhku sedikit demi sedikit. Tidak selalu langsung dalam jumlah yang besar dan waktu yang cepat.

Mengapa? Supaya aku dapat memiliki. Memiliki! Oh puji Tuhan. Ditengah rasa kesalku, Dia mengajar bahwa bukan saja Dia yang memberi segala berkat dan menyelesaikan segala perkara, tetapi Dia mendidik supaya aku akan punya kuasa, kendali dan hak pemilikan atas segala yang akan diberikan. Terpujilah NamaNya yang Kudus!

14.4.05

Dia Yang Menyelesaikan


Mazmur 138: 8


TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu!

Seringkali aku ingin "menolong" Tuhan. Dia sudah memulai sesuatu yang indah dan tiba-tiba, daging ini ingin mengambil alih kendali di tengah-tengah proses tersebut.

Tidak, Tuhan, Engkau yang pegang segala kendali dari mula sampai akhir. Engkau yang menyelesaikannnya! Jangan Kautinggalkan pekerjaan tangan-Mu!

13.4.05

Hormat


Keluaran 20: 12

Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

Aku akan mendapatkan sesuatu yang kudambakan bilamana aku menghormati asal-usul sesuatu itu. Lanjut umur akan kudapatkan bilamana sumber hidup jasmaniku, yaitu orang tuaku, kuhormati. Aku akan mendapatkan karunia dan buah Roh Kudus bilamana aku menghormati Pribadi Roh Kudus. Aku akan mendapatkan karunia dan buah Roh Kudus bilamana aku menghormati orang-orang yang dipilih oleh Roh Kudus untuk menyatakan Kepribadian Roh Kudus. Dengan tidak menghormati orang-orang yang dipakai oleh Roh Kudus, aku tidak menghormati kebijaksanaan Roh Kudus. Aku akan mendapatkan hikmat surgawi, bilamana aku mengutamakan Hikmat di atas segala hikmat. Aku akan mendapatkan berkat dan urapan berlimpah, bilamana aku menghormati dan menyadari bahwa asal, pemberi dan pemilik segala berkat dan urapan itu adalah Tuhan Allah sendiri.

Hormatilah urapan di seseorang hamba Tuhan. Bilamana tidak, jangan harap untuk mendapatkan urapan itu!

Sumber: Merenungkan pembacaan buku " The Law of Recognition" oleh Mike Murdock.

12.4.05

Urapan


Imamat 21: 12


Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

Apakah urapan itu?

Definisi bebas: Bilamana seseorang yang di bawah bimbingan Tuhan melakukan sesuatu hal dengan sangat mudah meskipun sesuatu hal ini, dari sudut pandang orang ini sendiri atau orang lain, adalah sesuatu yang sangat sulit atau tidak mungkin untuk dilakukan.

Kalau tidak mengampuni penuh orang yang bersalah kepadamu, maka tidak ada urapan.

Sumber: Disimpulkan dari Pembicaraan antara Joyce Meyer dan Dr. RT Kendall

11.4.05

Menuai Keadilan


Ibrani 13: 4


Ingatlah akan orang-orang hukuman, karena kamu sendiri juga adalah orang-orang hukuman. Dan ingatlah akan orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang, karena kamu sendiri juga masih hidup di dunia ini.

Hidup di negara berkembang seperti Indonesia memberi suatu tantangan tersendiri. Terkadang mau taat hukum, tetapi seringkali hukum dapat dibengkokkan oleh oknum-oknum tertentu. Bukankah seringkali orang-orang di sekelilingku, salah atau tidak, mengalami perlakuan sewenang-wenang? Dimana keadilan itu? Sudahlah, tidak perlu panjang lebar, pasti banyak cerita mengupas hal ini.

Dikatakan di Ibrani, ingatlah orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang ini. Bagaimana aku dapat mengingat mereka? Tentunya salah satu jalan yang paling baik adalah mencegah supaya hal itu tidak terjadi lagi kepada siapapun. Tetapi, bagaimana?

Aku percaya bahwa kalau aku mau menuai keadilan dan kebenaran, maka keadilan dan kebenaran harus ditabur. Mungkin aku tidak akan dengan segera menawarkan uang pelicin itu. Siapa tahu Tuhan buka jalan lain? Mungkin aku tidak akan dengan sengaja melanggar hukum yang tidak masuk akal itu. Siapa tahu ada kebijaksaan yang dalam di balik itu? Terkadang rasanya penyelewengan-penyelewengan ini datang kepada kita dan tidak dapat dihindari, tetapi apa salahnya kalau aku berusaha menjadi lebih sempurna, seperti Bapaku di Surga sempurna adanya.

10.4.05

Seperti Pingsan


Kekasihku kubukakan pintu, tetapi kekasihku sudah pergi, lenyap. Seperti pingsan aku ketika ia menghilang. Kucari dia, tetapi tak kutemui, kupanggil, tetapi tak disahutnya.


Mungkin ada yang berpikir bahwa ini dikutip dari sebuah buku roman. Tentunya bukan. In adalah Kidung Agung 5: 6. Ini adalah pernyataan mempelai perempuan yang memuji-muji Kekasihnya, si Mempelai Pria. Begitu mendebarkan ya?!.

Aku mengerti bahwa ini adalah gambaran Kristus dengan gerejanya. Juga bisa diartikan sebagai gambaran kasih antara Tuhan dengan setiap umat percaya. Tetapi, sungguh menderu-deru bukan pernyataan ini? Waktu kurenungkan ayat ini, kulihat betapa terbatasnya aku dalam mencari Dia, Kekasih Ilahi itu. Dikatakan oleh mempelai perempuan 'seperti pingsan' rasanya waktu si Mempelai Pria menghilang, meskipun gadis ini telah membukakan pintu. Pintu apakah? Pintu hatinya. Luar biasa! Bandingkan ini dengan aku yang untuk bangun tidur, berdoa dan berbincang-bincang denganNya saja, sungguh amat sulit ini rasanya!

Roh Kudus, tolong aku supaya aku terus membuka pintu hatiku, untuk terus mencari Yesus meskipun terasa lenyap hadiratNya dan terus dengan hati yang menderu-deru, merindukan Kekasih Ilahi yang agung dan setia itu.

8.4.05

Menghibur


Filemon 1: 7

Dari kasihmu sudah kuperoleh kegembiraan besar dan kekuatan, sebab hati orang-orang kudus telah kauhiburkan, saudaraku.

Paulus menulis sebuah surat ke Filemon. Di dalamnya Paulus menyatakan bahwa Filemon menghibur orang-orang kudus dan bahwa oleh karena kasih Filemon ini Paulus bergembira dan memperoleh kekuatan.

Aku kira seorang seperti Filemon langka di gereja. Senangnya menghibur. Menghibur siapa? Tidak tanggung-tanggung. Menghibur orang-orang kudus. Bukankah kalau kata orang-orang kudus dipakai, sepertinya sudah menggambarkan umat Tuhan yang sudah tahan bantingan? Berarti apa yang orang-orang kudus alami ini pasti sangat sulit dan meskipun begitu, Filemon dapat menghibur mereka. Sungguh hebat karunia Tuhan yang dinyatakan lewat pribadi ini. Demikian hebat hiburannya, sampai Paulus yang tinggal di luar daerah, dengar tentang ini. Yang sering kita dengar dari daerah lain adalah mujizat-mujizat yang terjadi dan hamba-hamba Tuhan yang dipakai olehNya. Sangat baik. Tetapi, bayangkan berikut ini. Yang Paulus dengar adalah seorang yang terkenal karena karunia penghiburannya.

Aku perlu belajar untuk menghibur. Roh Kudus, ajar aku supaya dengan KasihMu aku menghibur orang-orang kudusMu.

7.4.05

Doa! Percaya! Melangkah!


Kemarin malam situs Kasih Kekal menghadapi sesuatu hal yang amat sulit. Kebetulan, sesungguhnya bukan kebetulan, aku perhatikan sesuatu hal kecil di mana disadari bahwa situs Kasih Kekal sedang di bawah "serangan" atau gangguan pada waktu itu. Sebagai seorang yang sangat terbatas pengetahuannya di bidang komputer, ini tentunya adalah sesuatu yang sangat mengkhawatirkan bagiku. Apa yang harus dilakukan? Ada sesuatu, entah itu virus, entah itu tangan usil, yang berusaha mengganggu. Yang aku tahu ini bukan dari pihak Tuhan.

Reaksi pertama adalah untuk langsung menganalisa akar problemanya dan mencabut sumber masalah ini. Yang repot adalah aku tidak tahu akarnya. Cuma aku ketahui "buah" dari si jahat ini. Apa dayaku? Untung, ...oh tidak, untung bukan sesuatu kata yang benar. Terpujilah nama Tuhan kalau Dia di fihakku! Aku mulai berdoa. Aku mulai ada hikmat. Aku mulai lakukan satu hal. Lihat hasilnya. Masih sama. Lakukan hal kedua. Masih tidak benar. Ketiga. Keempat. Sudah hampir subuh. Aku tahu Dia menuntunku. Tetapi, masalah masih berjalan terus ya? Waktu berlalu terus. Langkah kelima.......tiba-tiba.... berhenti problemanya! Halleluya!!!!! YHWH Nissi! Tuhan Panji-Panjiku!

Kalau secara logika, langkah kelima adalah yang menyembuhkan masalah ini, bukan? Tetapi aku tidak terlalu yakin akan hal itu. Ya memang itu sangat penting. Tetapi aku merasa bahwa langkah pertama sampai ke empat harus kulakukan, baru aku mendapat kemenangan ini.

Bukankah ini gambaran dari pergumulan hidup kita ini? Kita hadapi masalah. Kita doa. Kita taat. Kita melangkah. Lalu kita menggerutu "Belum berakhir ya masalah ini?" Jangan berhenti! Terus doa! Terus taat! Terus gempur itu antek-antek si jahat! Terus tumpas itu ketidak-percayaan! Terus bersandar sama Kekasih Ilahi! Doa! Melangkah! Percaya! Doa! Melangkah! Percaya! Doa.....

Dan satu saat, tidak lama lagi, dobrakan kemenangan di pihak orang benar! Asal percaya saja....

1 Samuel 17: 45-47

Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami."

6.4.05

Saleh


II Petrus 2: 9


-- maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman,..

Maukah aku diselamatkan dari pencobaan? Jadilah saleh! Apa saleh itu? Suatu kata yang sudah jarang aku dengar. Apalagi di antara kaum muda. Apa harus menjadi tua dahulu, baru menjadi saleh? Daud mengajarku untuk menjadi saleh di Mazmur 63
  1. Rindu selalu akanNya. Bukan rindu akan berkatNya saja, tetapi rindu akan pribadiNya. Demikian haus dan tersengal-sengal rasanya dalam usaha mencari siapa Dia (ayat 1).
  2. Memandang Tuhan sebagai segala sumber kekuatan dan kemuliaan (ayat 2).
  3. Mengalami dan sudah tidak meragukan lagi kasih setiaNya (ayat 3a).
  4. Memuji dan memegahkan namaNya dengan tubuh ini (ayat 3b-4).
  5. Jiwa orang saleh, yang termasuk pemikiran, kemauan dan emosinya, dipuaskan oleh sembah pujian yang benar (ayat 5)
  6. Rohnya merenungkan Firman dan kebenaranNya siang dan malam (ayat 6).
Dan oleh karena semua ini, seorang saleh begitu mengharapkan perlindunganNya, bersandar penuh, bahkan dikatakan sampai jiwanya melekat kepadaNya. Luar biasa!

Roh Kudus, tolong aku supaya menjadi saleh!

5.4.05

Jalan Kemenangan


Keluaran 13: 17

Setelah Firaun membiarkan bangsa itu pergi, Allah tidak menuntun mereka melalui jalan ke negeri orang Filistin, walaupun jalan ini yang paling dekat; sebab firman Allah: "Jangan-jangan bangsa itu menyesal, apabila mereka menghadapi peperangan, sehingga mereka kembali ke Mesir." Tetapi Allah menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau. Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari tanah Mesir.

Keluar dari Mesir menggambarkan keluarnya hidupku dari segala belenggu dosa dan kutuk yang mengikatku di masa dahulu. Dengan pengorbanan Yesus, aku beroleh kebebasan dan dituntun ke tanah perjanjian. Seperti bangsa Israel, Dia tidak menggandeng aku melalui jalan yang paling dekat. Dia memastikan bahwa aku tumbuh menjadi pahlawan yang gagah berani sebelum aku diperhadapkan dengan raksasa-raksasa Filistin. Bangsa Israel pun baru menaklukkan bangsa Filistin di zaman Daud.

Tetapi, bukankah ini juga berarti bahwa Tuhan memastikan bahwa setiap yang aku hadapi sekarang, adalah sesuatu yang dapat aku jalani atau kalahkan? Tidak ada sesuatu yang akan terlalu berat. Untuk apa kuatir bahwa aku akan kalah? Kalau, ya kalau, aku di jalan kebenaranNya, semua yang di depan sudah dijamin olehNya!

Tuhan, buka mataku akan jalan kemenanganMu!

3.4.05

Penindasan Tuhan


Mazmur 119: 75b-76


..dan bahwa Engkau telah menindas aku dalam kesetiaan. Biarlah kiranya kasih setiaMu menjadi penghiburanku, sesuai dengan janji yang Kauucapkan kepada hambaMu.

Sungguh menarik. Tuhan menindas aku? Bahkan Dia dalam kesetiaan menindas. Yang mengherankan justru dalam kasih kesetiaanNya, yaitu dalam penindasan itulah Daud mendapat penghiburan.

Berarti ada waktu dan hal-hal yang Dia lakukan di dalam hidupku, yang akan memberikan tindasan dan beban dalam hidupku. Tetapi karena itulah aku akan mendapat penghiburan. Karena itulah aku tahu Dia ya dan amin. Karena itulah aku tahu bahwa Dia pelihara hidupku. Dan karena itulah aku menjadi seorang yang terdidik, bukan dengan hikmat dunia, tetapi denganlah ketetapan-ketetapan surgawi.

Roh Kudus, pegang hidupku, supaya aku tidak menghindari kasih setiaMu.

2.4.05

Harga yang Harus Dibayar


Kejadian 23: 4


"Aku ini orang asing dan pendatang di antara kamu; berikanlah kiranya kuburan milik kepadaku di tanah kamu ini, supaya kiranya aku dapat mengantarkan dan menguburkan isteriku yang mati itu."

Abraham hendak menguburkan Sara. Aku, seperti Abraham, adalah seorang asing yang sedang melewati dunia yang sementara ini. Ada suatu waktu di mana Tuhan meminta kembali hal-hal yang sangat berharga yang sudah Dia anugrahkan sampai saat ini. Seperti Abraham, tentunya kuratapi dan kutangisi kehilanganku ini. Sakit rasanya.

Tetapi ada saat di mana hal-hal ini harus dikuburkan. Ini harus. Dan ada harga yang sangat mahal yang harus dibayar untuk ini, bahkan harga "penuh" yang harus dibayar (ayat 9). Begitulah dengan ikut Tuhan. Ada yang diminta olehNya. Dan ada "harga" yang sangat mahal yang harus dibayar olehku.

Jangan kuatir! Untuk Abraham, ada kebangkitan bagi Sarah di kalam kekal. Demikianlah juga dengan umat percaya yang memberikan kembali milikNya. Siapa yang menabur dengan cucuran air mata, akan menuai dengan penuh sukacita. Halleluya!!

1.4.05

Kasih Kekal - April 2005

Kasih Kekal www.kasihkekal.org
April 2005

Yth. Sdr./Sdri.,

Berikut pemberitahuan singkat tentang pembaharuan Kasih Kekal di bulan April 2005. Telah ditambahkan
  1. Hening Kasih Kekal - Ini adalah sarana audio/podcasting untuk membantu pertumbuhan rohani umat Kristen Indonesia. Rekaman audio perdana adalah dalam bentuk .mp3/11 menit, di mana disampaikan melalui sarana ini apa yang di hati pelayanan ini.
  2. Artikel baru - 'Kalam Waktu Tuhan' yang merupakan kumpulan dari beberapa kolom di Jurnal Kasih Kekal dan yang berisi pemikiran-pemikiran dan problema kita sekalian dengan waktu.

Jangan lupa untuk mengunjungi Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org untuk masukan-masukan terbaru.

Terima kasih untuk saudara-saudari yang telah menyebarkan Lahir Baru lahirbaru.kasihkekal.org di bulan Maret yang baru lewat.

Tuhan memberkati.

Bagi Dia Yang Kekal,

Kasih Kekal www.kasihkekal.org

This page is powered by Blogger. Isn't yours?