Links
Archives
- March 2004
- May 2004
- February 2005
- March 2005
- April 2005
- May 2005
- June 2005
- July 2005
- August 2005
- September 2005
- October 2005
- November 2005
- December 2005
- January 2006
- February 2006
- March 2006
- April 2006
- May 2006
- June 2006
- July 2006
- August 2006
- September 2006
- October 2006
- November 2006
- December 2006
- January 2007
- February 2007
- March 2007
- April 2007
- May 2007
- June 2007
- July 2007
- August 2007
- September 2007
- October 2007
- November 2007
- January 2008
- May 2008
- June 2008
- September 2008
- April 2010
A Christian Journal for the Spiritual Growth of Christians in Indonesia. Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org (blog) adalah bagian dari Kasih Kekal www.kasihkekal.org yang berisi berita dan pemikiran kristiani singkat. Anda dapat "berlangganan" Jurnal Kasih Kekal melalui xml berikut: http://feeds.feedburner.com/JurnalKasihKekal
31.7.05
DamaiNya Melampaui Segala Akal
Filipi 4: 7
Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
Terkadang si jahat dan dunia mempertanyakan melalui pikiranku sendiri hal-hal yang sudah kupercayai mengenaiNya. "Ah, jangan terlalu fanatik. Tuhan tidak akan bekerja seperti begitu!" Tetapi aku juga tahu bahwa aku harus belajar percaya hal-hal yang alkitabiah dan menurut firman. Mengapa? Sebab kalau aku tidak percaya, maka damai sejahteraNya, yang melampaui segala akal, tidak akan pernah mulai beserta. Dan karena damai itu sudah mulai mengambil alih akal pikiranku itulah, aku dapat mulai bersandar sepenuh akan kuat kuasaNya.
28.7.05
Menimba Rancangan Surgawi
Amsal 20: 5
Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya.
Tidak banyak orang yang dipakai Tuhan dan pada saat yang sama, bijaksana. Bilamana aku mendapat waktu untuk duduk bersama-sama dengan mereka, aku harus belajar untuk duduk diam dan menimba rahasia-rahasia surgawi yang telah mereka dapatkan dari Tuhan Yesus. Dan, seringkali mereka berdiam-diri mengenai hal-hal ini karena mereka rendah hati.
Tuhan, ajar aku supaya aku pandai menimba rancanganMu!
26.7.05
Menahan Perkataan
Amsal 17: 27, 28
Orang yang berpengetahuan menahan perkataannya, orang yang berpengertian berkepala dingin. Juga orang bodoh akan disangka bijak kalau ia berdiam diri dan disangka berpengertian kalau ia mengatupkan bibirnya.
Tuhan, kendalikan bibirku. Di tengah hiruk-pikuk dunia ini, di mana banyak omong kosong dan sangat dibutuhkannya suara hikmat dari Tuhan, Ia malah menasehati umat percaya agar menahan perkataannya. Aku belajar betapa pandainya aku, bilamana aku terlalu banyak bicara, maka yang keluar adalah kebodohan. Tetapi, bilamana aku belajar untuk mengatakan hanya menurut hikmatNya, maka akan ada damai sejahtera, berkat dan sukacita. Lagipula, enak juga kalau aku dianggap lebih pandai dibandingkan segala keterbatasanku!
25.7.05
Terlaksanalah Segala Rencanamu
Amsal 16: 3
Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.
Di dalam pikiranku ayat ini mengherankan. Aku terbiasa untuk menyerahkan kepada Tuhan terlebih dahulu segala rencanaku, dengan pemikiran bahwa akan terlaksanalah segala perbuatanku sesuai dengan kehendakNya. Berencanalah dahulu, dan kemudian laksanakanlah! Ini baik!
Tetapi sepertinya ayat ini adalah kebalikannya. Aku juga harus menyerahkan perbuatan karyaku kepadaNya, meskipun kelihatannya semua itu sudah terlewat. Serahkan karyaku, nanti semua rencana terlaksana.
Adakah dalam hidupku hal-hal yang kelihatannya hanya memenuhi sebagian kecil dari rencana semula? Kecewa karena hasil adalah tidak sepenuh dengan rancangan awal? Serahkanlah kepada Dia! Maka gunung itupun akan pindah!
23.7.05
Supaya Orang Percaya Ada Gunanya
Matius 5: 13
"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
Kerap kali yang ditekankan dari ayat ini adalah bagaimana caranya aku menjadi garam dunia dan bagaimana hasil karya orang percaya di dalam dunia ini. Ini semua benar dan Amin!
Tetapi, ada satu sudut pandangan yang aku baru saja sadari. Pada waktu Tuhan Yesus berkata "Kamu adalah garam dunia...", yang aku belajar adalah penekanan di kata 'kamu'. Tuhan Yesus ingin suatu karya bagus yang keluar dari hidup orang percaya, tetapi Ia jauh lebih peduli akan pribadi yang menghasilkan karya-karya tersebut. Ia peduli akan karya iman, tetapi Ia jauh lebih mementingkan pribadi-pribadi (yaitu kita sekalian) yang mencetuskan karya iman tersebut di bumi ini.
Mengapa? Supaya aku ada gunanya! Tuhan, aku tak mau hanya memusatkan perhatian akan karya hidupku, tetapi biarlah pribadiku boleh mempersilahkan kuasaMu di bumi ini agar lebih nyata lagi! Dan, supaya aku berguna!
21.7.05
Harapan Yang Tidak Tertunda
Amsal 13: 15
Harapan yang tertunda menyedihkan hati, tetapi keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan.
Betapa benar ayat ini. Tetapi, bukankah umat percaya sering kali mengalami kekecewaan karena tidak terwujudnya sesuatu? Salah satu sebab-musabnya adalah sebuah pemikiran yang mengusulkan bahwa janji, kasih karunia dan penyelamatan dari Tuhan terwujud di alam baka saja. Tidak ada kepercayaan sebagaimana bagian dari Doa Bapa Kami yang menyatakan, "Datanglah KerajaanMu".
Semua bagian dari doa tersebut mulai dinyatakan di waktu sekarang, termasuk kedatangan KerajaanNya dan bukan nanti-nanti saja (cat: Tentunya Tuhan Yesus akan datang untuk kedua-kalinya). Kita diselamatkan, dilindungi, diberkati, diangkat tinggi, diubah dan merasakan kuasa otoritas KerajaanNya mulai sekarang dan terus sampai selama-lamanya. Maka, tidak ada lagi ada harapan yang tertunda, melainkan hidup yang penuh pengharapan!
Semua bagian dari doa tersebut mulai dinyatakan di waktu sekarang, termasuk kedatangan KerajaanNya dan bukan nanti-nanti saja (cat: Tentunya Tuhan Yesus akan datang untuk kedua-kalinya). Kita diselamatkan, dilindungi, diberkati, diangkat tinggi, diubah dan merasakan kuasa otoritas KerajaanNya mulai sekarang dan terus sampai selama-lamanya. Maka, tidak ada lagi ada harapan yang tertunda, melainkan hidup yang penuh pengharapan!
20.7.05
Mengatakan Kebenaran
Amsal 12: 19
Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata.
Seringkali kita menilai kebenaran dengan mata duniawi. Tetapi, apakah sesuatu kebenaran itu berdasarkan firman? Seorang rekan kerja (seorang anak Tuhan) kerap kali berkata, "Mati aku!" begitu melihat situasi kondisi pekerjaan yang tidak menguntungkan. Bukankah ini tidak sesuai dengan firman Tuhan yang mengatakan bahwa rancangan Tuhan adalah rancangan yang penuh harapan? (Yeremia 29: 11).
Jadi, yang dikatakan adalah bukan kebenaran yang sesuai dengan Firman. Marilah kita mengatakan apa yang sesuai dengan Firman! Ini bukan berpikir secara positif dan bukan hanya 'brainwash'. Ini adalah memproklamasikan kebenaran Tuhan. Maka, kebenaran yang dikatakan dan yang sesuai dengan Firman Tuhan akan tetap untuk selama-lamanya.
15.7.05
Kriteria Orang Bijak
Amsal 9: 8
Siapa mendidik seorang pencemooh, mendatangkan cemooh kepada dirinya sendiri, dan siapa mengecam orang fasik, mendapat cela. Janganlah mengecam seorang pencemooh, supaya engkau jangan dibencinya, kecamlah orang bijak, maka engkau akan dikasihinya,..
Bilamana aku membenci seseorang yang mengecamku, itu berarti ada kemungkinan besar kalau aku adalah seorang pencemooh, dan bukanlah seorang yang bijak. Orang yang bijak mendengarkan kecaman dan mengasihi pengecam. Halleluya!
Bijakkah aku? Tolonglah aku Tuhan, supaya aku bertambah hari bertambah bijak.
14.7.05
Menantikan Hikmat
Amsal 8: 34
Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku.
Siapakah yang dimaksud dengan kata 'daku' di sini? Amsal 8 berbicara tentang hikmat, yang berasal dari Roh Kudus sendiri; bahkan bisa dikatakan bahwa hikmat adalah bagian dari Pribadi Ilahi itu sendiri'.
Dikatakan bahwa orang yang mendengar dan menunggu hikmat setiap hari, adalah orang yang berbahagia. Jangan mendengarkan kalau kita merasa lemah atau menghadapi sesuatu di luar kemampuan kita saja! Dengarkanlah hikmat Tuhan itu meskipun kita sudah menguasai sesuatu bidang atau proses! Sudahkah aku mendengarkan dan taat kepada hikmat Tuhan setiap hari?
Tuhan, ku mau dengar dan menanti-nantikan hikmatMu setiap hari!
12.7.05
Janganlah Terlena
Amsal 4: 14, 15
Janganlah menempuh jalan orang fasik, dan janganlah mengikuti jalan orang jahat. Jauhilah jalan itu, janganlah melaluinya, menyimpanglah dari padanya dan jalanlah terus.
Ayat ini memberi suatu gambaran bahwa jalan kefasikan selalu menggoda orang benar. Bahkan terasa kalau jalan ini selalu ditawarkan dan disodor-sodorkan kepada kita sekalian. Jauhilah! Dibutuhkan suatu ketetapan hati dan pertolongan dari Roh Kudus untuk menghindari hal-hal tersebut.
Tuhan, tolonglah aku supaya jangan sampai aku terlena!
Ayat ini memberi suatu gambaran bahwa jalan kefasikan selalu menggoda orang benar. Bahkan terasa kalau jalan ini selalu ditawarkan dan disodor-sodorkan kepada kita sekalian. Jauhilah! Dibutuhkan suatu ketetapan hati dan pertolongan dari Roh Kudus untuk menghindari hal-hal tersebut.
Tuhan, tolonglah aku supaya jangan sampai aku terlena!
11.7.05
Diawasi oleh Tuhan
Amsal 5: 21
Karena segala jalan orang terbuka di depan mata TUHAN, dan segala langkah orang diawasi-Nya.
Apa yang dilakukan Tuhan pada waktu Ia mengawasi langkah orang? Di dalam bahasa Ibrani kata yang digunakan untuk 'mengawasi' adalah palac. Kata ini berarti:
- mempertimbangkan dan merenungkan dengan hati-hati.
- meratakan
Halleluya! Ini berarti pada waktu Tuhan mengawasi kita, Ia mempertimbangkan dan merenungkan langkah kita. Ini sungguh luar biasa! Tuhan dengan segala hikmat akal budinya bersedia untuk mengambil waktu untuk memikirkan langkah hidup manusia. Bukan itu saja, Ia meratakan segala langkah bilamana kita taat kepadaNya.
Tuhan, awasilah aku!
Tuhan, awasilah aku!
7.7.05
Keterbatasan Kasihku
Matius 26: 8,9
datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan. Melihat itu murid-murid gusar dan berkata: "Untuk apa pemborosan ini? Sebab minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin."
Marahkah aku kalau aku melihat seseorang menyatakan kasihnya kepada Yesus dengan cara yang tidak lazim, mungkin "berlebihan", bahkan boleh dikatakan fanatik? Apakah ini karena aku iri hati karena aku menyadari bahwa kasihku kepada Yesus masih belum setaraf kasih orang tersebut?
Tuhan, ampuni dengki hatiku atas saudara-saudariku! Ku mau merendahkan hati supaya aku tidak tersandung.
6.7.05
Menyenangkan Hati Yesus
Matius 26: 6,7
Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan.
Terkadang sangat perlu untuk menyatakan kasih kita kepada Yesus dengan melakukan sesuatu tindakan yang radikal. Boleh dikatakan itu 'fanatik', tetapi kalau hati seseorang adalah untuk setulusnya menyenangkan hatiNya, maka Tuhan Yesus pasti amat senang.
Tuhan, aku mau menyenangkan-Mu!
5.7.05
Jangan Lalai untuk Mengenal Yesus
Yohanes 5: 12, 13
Mereka bertanya kepadanya: "Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?" Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu.
Terkadang di tengah sukacita, berkat dan mujizat yang telah dilimpahkan, aku lalai untuk mengenal Yesus. Memang aku sudah bertemu denganNya, tetapi tahukah aku siapa Dia setelah mengalami semua kebaikan-Nya? Bukankah pewahyuan tentang PribadiNya tak akan ada batasnya?
Tuhan, aku mau belajar mengenalMu lebih lagi!
4.7.05
Tersiar Sampai ke Seluruh Dunia
Roma 1: 8
Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allahku oleh Yesus Kristus atas kamu sekalian, sebab telah tersiar kabar tentang imanmu di seluruh dunia.
Apakah yang dikenal dari kehidupan rohani kita, bahkan sampai terkenal ke seluruh dunia? Bagaimana dalam pengetahuan alkitab kita? Bagaimana merdu puji sembah kita? Bagaimana indah tutur kata kotbah kita?
Yang terkenal dari jemaat Roma dan yang dipuji oleh Rasul Paulus adalah iman! Luar biasa! Iman yang mengguncangkan dunia dan yang membuat dunia tercengang!
Tuhan, tambahkan imanku!
Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allahku oleh Yesus Kristus atas kamu sekalian, sebab telah tersiar kabar tentang imanmu di seluruh dunia.
Apakah yang dikenal dari kehidupan rohani kita, bahkan sampai terkenal ke seluruh dunia? Bagaimana dalam pengetahuan alkitab kita? Bagaimana merdu puji sembah kita? Bagaimana indah tutur kata kotbah kita?
Yang terkenal dari jemaat Roma dan yang dipuji oleh Rasul Paulus adalah iman! Luar biasa! Iman yang mengguncangkan dunia dan yang membuat dunia tercengang!
Tuhan, tambahkan imanku!
1.7.05
Kasih Kekal edisi Juli 2005
Yth Sdr. Sdri,
Dengan penuh sukacita Kasih Kekal ingin membagikan apa yang sudah ditambahkan untuk edisi Juli 2005.
a) Hening Kasih Kekal episode Juli 2005 - Setia Menabur Benih. Kasih Kekal menyampaikan suatu renungan singkat dalam bentuk audio/podcasting (11 menit) bagi anda sekalian.
b) Artikel "Datanglah KerajaanMu" - Apakah lidah kita menentukan nasib kita, keluarga kita dan bahkan bangsa kita?
c) Kami persilahkan anda sekalian untuk kerapkali mengunjungi Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org; ini berisi pemikiran/renungan singkat dari Kasih Kekal, yang diperbaharui setiap 2 atau 3 hari sekali.
Jangan lupa untuk mengundang teman atau kerabat anda untuk mengunjungi Kasih Kekal. Terima kasih dan Tuhan menyertai anda sekalian.






