Links
Archives
- March 2004
- May 2004
- February 2005
- March 2005
- April 2005
- May 2005
- June 2005
- July 2005
- August 2005
- September 2005
- October 2005
- November 2005
- December 2005
- January 2006
- February 2006
- March 2006
- April 2006
- May 2006
- June 2006
- July 2006
- August 2006
- September 2006
- October 2006
- November 2006
- December 2006
- January 2007
- February 2007
- March 2007
- April 2007
- May 2007
- June 2007
- July 2007
- August 2007
- September 2007
- October 2007
- November 2007
- January 2008
- May 2008
- June 2008
- September 2008
- April 2010
A Christian Journal for the Spiritual Growth of Christians in Indonesia. Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org (blog) adalah bagian dari Kasih Kekal www.kasihkekal.org yang berisi berita dan pemikiran kristiani singkat. Anda dapat "berlangganan" Jurnal Kasih Kekal melalui xml berikut: http://feeds.feedburner.com/JurnalKasihKekal
30.9.05
Datang dalam Sukacita
2 Korintus 2: 1
Aku telah mengambil keputusan di dalam hatiku, bahwa aku tidak akan datang lagi kepadamu dalam dukacita.
Rasul Paulus mengambil sikap yang sungguh dewasa. Betapa sering aku datang ke sesama dan tanpa hentinya mencurahkan hatiku yang penuh pergolakan dan kesedihan. Apakah itu memberi mereka kebahagiaan? Ternyata tidak. Maka daripada itu, seperti seorang bapa yang tidak ingin menyusahkan anak-anaknya, aku akan belajar untuk hanya menabur sukacita sejati dari surga yang telah ditanamkan dan bersemi di hidupku.
28.9.05
Saluran Kasih Karunia
Efesus 4: 29
Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.
Sangat menarik ayat ini! Aku belajar bahwa suatu tindakanku mengakibatkan orang lain beroleh kasih karunia. Jadi, bukan saja Tuhan memberikan secara langsung kepada umat percaya, tetapi Ia memakaiku sebagai saluran agar supaya orang percaya beroleh kasih karunia. Aku yang menyalurkan kasih karunia? Luar biasa kehormatan ini!
Dan ini semua dimulai dengan tidak adanya perkataan kotor yang keluar!
27.9.05
Mendapatkan Rahasia Kristus
Efesus 3: 3, 4
..., yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat. Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus,...
Aku ingin mengerti rahasia Kristus. Tetapi ada satu syarat. Aku harus membaca Firman Tuhan. Apa yang sudah Tuhan katakan, aku harus membacanya sendiri. Tidak bisa aku selalu bergantung kepada orang lain untuk mencerna Firman Tuhan itu. Memang baik untuk membaca buku-buku atau renungan-renungan rohani, tetapi itupun harus dengan disertai dengan membaca Firman Tuhan itu sendiri. Ini demikian mendasar, tetapi berapa banyak umat percaya mengalami pergumulan untuk terbiasa membaca Firman Tuhan?
23.9.05
Karunia Yang Diberikan Tuhan
Kasih Karunia dan "hadiah-hadiah" yang diberikan Tuhan kepada seorang Kristen bukanlah hanya untuk menjadi hiasan dan sedap dipandang mata, tetapi untuk dibagikan dan digunakan untuk sesama dan untuk kemuliaan Nama Tuhan.
20.9.05
Dan Gunung Itupun Akan Pindah
Yesaya 41: 14, 15
Janganlah takut, hai si cacing Yakub, hai si ulat Israel! Akulah yang menolong engkau, demikianlah firman TUHAN, dan yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel. Sesungguhnya, Aku membuat engkau menjadi papan pengirik yang tajam dan baru, dengan gigi dua jajar; engkau akan mengirik gunung-gunung dan menghancurkannya, dan bukit-bukitpun akan kaubuat seperti sekam.
Tuhan mengajar bahwa kalau aku mempunyai iman biji sesawi, maka gunung-pun akan pindah (Matius 17: 20). Namun, perlu dimengerti, bahwa dengan kuat kuasa, petunjuk, perlindungan dan pertolongan-Nya (dan bukan dengan kuat gagahku), aku dan umat percaya adalah yang harus mengirik gunung-gunung tersebut. Ini berarti bahwa aku terlibat dan bekerja dengan rajin dan tekun dalam proses "peleburan" gunung-gunung ini. Dan gunung apakah ini? Itu adalah semua janji-janji-Nya yang telah Ia berikan kepada umatNya melalui Firman Tuhan.
19.9.05
MencariNya Tanpa Berkeputusan
Yesaya 26: 9
Dengan segenap jiwa aku merindukan Engkau pada waktu malam, juga dengan sepenuh hati aku mencari Engkau pada waktu pagi; sebab apabila Engkau datang menghakimi bumi, maka penduduk dunia akan belajar apa yang benar.
Aku harus belajar untuk merindukan dan mencari Tuhan siang dan malam. Segera dan seterusnya. Aku harus belajar sebelum Ia datang menghakimi dunia. Sudah sangat terlambat bilamana menunggu sampai kemudian hari.
Roh Kudus, tolong aku untuk mencari Engkau siang, malam dan tanpa berkeputusan.
17.9.05
Menghormati Orang Tua
Efesus 6: 2,3
Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.
Mengapa aku harus diingatkan akan perintah ini meskipun aku bukan kanak-kanak lagi? Supaya jangan sampai aku lengah dan tidak menerima janji Tuhan. Memang sudah seharusnya aku mengasihi orang-tuaku. Masalah sering kali dapat terjadi di antara kedua belah fihak. Tetapi, jangan sampai tidak ada rasa hormat.
Tuhan, FirmanMu mengingatkan hal ini berulang-kali. Tolong, Roh Kudus, supaya aku menghormati orang-tuaku sesuai dengan cara yang Engkau tentukan; dan supaya aku tidak terlewatkan dari janjiMu.
15.9.05
Diajar oleh Allah
Yohanes 6: 45a
Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah.
Terkadang aku kurang ada kesadaran penuh bahwa Pribadi Tuhan sendiri yang mengajar diriku. Ini dilakukan melalui banyak sarana, termasuk renungan pribadi atau khotbah/pengajaran yang aku dengar. Tetapi, Roh Kudus, Roh dari Pencipta Langit dan Bumi, Ia sendiri yang mengajar.
Betapa tingginya kehormatan yang kudapatkan karena Ia bersedia untuk melakukan hal ini.
Tuhan, aku mau menjadi murid yang baik, yang mau diajar olehMu!
12.9.05
Jangan Menguji Kesabaran Tuhan!
Pengkhotbah 8: 11
Oleh karena hukuman terhadap perbuatan jahat tidak segera dilaksanakan, maka hati manusia penuh niat untuk berbuat jahat.
Bagaimana jadinya manusia kalau ia dihajar dan dihukum langsung setelah setiap perbuatan fasik? Pasti semua akan celaka. Untungnya Tuhan begitu sabar terhadapku meskipun Ia begitu membenci dosa itu sendiri.
Tuhan, aku tidak mau bermain-main dengan dosa. Roh Kudus, tolong aku supaya aku tidak mempermainkan kemurahan-Mu! Jangan sampai aku penuh niat untuk berbuat jahat!
9.9.05
Mendoakan Yang TUHAN Bebankan
Yohanes 17: 9
Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu
Di dalam doa ini Tuhan Yesus berdoa untuk murid-muridNya. Ada suatu batas yang jelas yang Ia nyatakan di kala ini. Ia berdoa untuk pribadi-pribadi tertentu, dan bukan untuk pribadi-pribadi yang lain.
Aku belajar, karena keterbatasanku, aku hanya bisa mendoakan apa yang Tuhan sudah berikan untuk menjadi beban doaku. Bukannya egois. Bukannya hanya semua hal yang untuk kepentinganku. Tetapi, tidaklah mungkin aku berdoa untuk semua pribadi di dunia atau suatu kota terpencil yang tidak kuketahui. Sebaliknya, tidaklah benar juga bilamana aku hanya berdoa secara umum saja. Jadi, aku harus mendoakan apa yang Roh Kudus sudah tentukan untuk aku doakan. Tidak lebih, jangan kurang!
7.9.05
Naik Kereta Api
2 Timotius 4: 7
Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
Mungkin ikut Tuhan sampai garis akhir adalah seperti seseorang yang menempuh perjalanan dengan sebuah kereta api. Di dalam kereta api tersebut ia menuju ke sesuatu tujuan, jauh tetapi terarah pasti. Akan sampai di tujuan terakhir pada suatu waktu, lambat atau cepat, tetapi pasti sampai.
Jangan keluar dari kereta api tersebut di saat perjalanan! Bisa tersesat. Bisa terluka parah. Sering kali berakibat fatal. Terkadang di perjalanan ada sedikit goncangan, tetapi kalau sudah terbiasa, dapat beristirahat dengan tenang. Harus berhenti beberapa kali di beberapa tempat, bukan diperlambat perjalanannya, tetapi justru untuk menjemput penumpang-penumpang lain.
Tuhan, ku mau ikut Engkau sampai akhir perjalanan!
Jangan keluar dari kereta api tersebut di saat perjalanan! Bisa tersesat. Bisa terluka parah. Sering kali berakibat fatal. Terkadang di perjalanan ada sedikit goncangan, tetapi kalau sudah terbiasa, dapat beristirahat dengan tenang. Harus berhenti beberapa kali di beberapa tempat, bukan diperlambat perjalanannya, tetapi justru untuk menjemput penumpang-penumpang lain.
Tuhan, ku mau ikut Engkau sampai akhir perjalanan!
6.9.05
Mulai Sekarang
Yesaya 17: 7-8
Pada waktu itu manusia akan memandang kepada Dia yang menjadikannya, dan matanya akan melihat kepada Yang Mahakudus, Allah Israel; ia tidak akan memandang kepada mezbah-mezbah buatan tangannya sendiri, dan tidak akan melihat kepada yang dikerjakan oleh tangannya, yakni tiang-tiang berhala dan pedupaan-pedupaan.
Pada suatu waktu aku akan melihat Yang Mahakudus dan mengaku Dia Tuhan dan Juruselamat. Kapan? Jangan hanya kalau dalam kesesakan. Jangan sampai kalau sudah terlanjur terlambat, di akhir hidup, menyesali kebodohan dan kekerasan-kepala sendiri. Tidak! Mulai sekarang aku harus memandang Dia, Yesus, Pencipta langit dan bumi. Mulai sekarang aku tidak akan memandang kepada karyaku sendiri. Mulai sekarang!
5.9.05
Dituntun di Jalan Yang Rata
Mazmur 27: 11
Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku.
Aku sering memohon supaya Ia menunjukkan jalanNya kepadaku. Apakah ini berarti pasti ada keberhasilan? Belum tentu. Dia harus menuntunku di jalan yang ditunjukkan-Nya ini. Ditunjukkan. Kemudian, dituntun. Tidak bisa aku berjalan maju tanpa pertolonganNya. Bukan saja jalannya (garis besarnya) yang aku harus pedulikan, tetapi juga di setiap langkah aku harus bersandar kepada kekuatan Tuhan Yesus. Supaya apa? Supaya perjalanan hidup ini mulus dan jauh dari gangguan si jahat.
3.9.05
Kebodohan Membutakan Mataku
Amsal 19: 3
Kebodohan menyesatkan jalan orang, lalu gusarlah hatinya terhadap TUHAN.
Kalau aku mengingat-ingat waktu di mana aku gusar terhadap Tuhan, memang benar ada sesuatu kebodohan yang membutakan mataku pada waktu itu. Kebodohan karena aku tidak melihat rencana Tuhan secara menyeluruh. Kebodohan karena aku picik; karena aku tidak melihat bahwa di bawah tekanan-tekanan yang terjadi, ada berkat yang Dia sediakan.
Tuhan, ampuni kebodohanku. Ampuni kalau aku marah terhadap Engkau. Buka mataku agar aku mengerti rencanaMu.
Kebodohan menyesatkan jalan orang, lalu gusarlah hatinya terhadap TUHAN.
Kalau aku mengingat-ingat waktu di mana aku gusar terhadap Tuhan, memang benar ada sesuatu kebodohan yang membutakan mataku pada waktu itu. Kebodohan karena aku tidak melihat rencana Tuhan secara menyeluruh. Kebodohan karena aku picik; karena aku tidak melihat bahwa di bawah tekanan-tekanan yang terjadi, ada berkat yang Dia sediakan.
Tuhan, ampuni kebodohanku. Ampuni kalau aku marah terhadap Engkau. Buka mataku agar aku mengerti rencanaMu.






