Links
Archives
A Christian Journal for the Spiritual Growth of Christians in Indonesia. Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org (blog) adalah bagian dari Kasih Kekal www.kasihkekal.org yang berisi berita dan pemikiran kristiani singkat. Anda dapat "berlangganan" Jurnal Kasih Kekal melalui xml berikut: http://feeds.feedburner.com/JurnalKasihKekal
23.11.05
Penyempurnaan Kehendak
2 Tesalonika 1: 11
Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu,
Manusia sering berikhtiar untuk melakukan yang baik. Orang percaya melangkah dengan iman dan menyebutnya sebagai visi. Tetapi, bilamana diselidiki, maka selalu akan ada banyak ketidak-sempurnaan. Sebagaiman misal, akan ada banyak ambisi dan motivasi pribadi. Paulus mengajarkan supaya kita berdoa agar kekuatan-Nya sajalah yang menyempurnakan. Kekuatan-Nya akan mengikis habis segala kekurangan dan kelemahan. Jadi, selalu ada cacat di dalam kehendakku. Tetapi, aku mau diubah dan biarlah Dia yang menyempurnakan agar semua yang dikerjakan berkenan bagi Bapa yang di surga.
22.11.05
Siapakah Yang Melihat Mujizat Pertama?
Yohanes 2: 7-9a
Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan merekapun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu merekapun membawanya. Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu--dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya--
Tuhan Yesus mengubah air menjadi anggur di perjamuan kawin di kota Kana. Siapakah yang melihat mujizat pertama ini? Pelayan-pelayan! Dan bukanlah atasan. Semua pelayan? Tidak. Hanyalah mereka yang taat dan mengerjakan perintah Tuhan Yesus.
Roh Kudus, tolong aku untuk menjadi pelayan Tuhan Yesus yang taat dan mengerjakan perintahNya.
Sumber: Jusuf W.T.
18.11.05
Lebih Berharga Dari Emas
Mazmur 119: 127
Itulah sebabnya aku mencintai perintah-perintah-Mu lebih dari pada emas, bahkan dari pada emas tua.
Emas ada harganya. Itu tidak perlu disangkal. Tetapi perintah-perintahNya lebih berharga. Kalau saja satu perintahNya memberi kita pengertian agar terluput dari malapetaka yang fatal, bukankah itu sesuatu yang tidak dapat ditebus kembali oleh nilai emas? Cukup satu perintah dan segala hal di bumi tidak dapat menandingi nilainya!
Ya Tuhan, ku mau belajar mengerti, mengikuti dan mentaati setiap perintahMu!
17.11.05
Membenci Segala Jalan Dusta
Mazmur 119: 104
Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta.
Aku dapat mengenali dan benci akan segala jalan dusta, hanyalah setelah aku beroleh pengertian. Kalau tidak ada pengertian, maka meskipun hati ini berikhtiar baik, tetaplah aku tidak mengenali jalan yang tidak benar. Dan, tetaplah aku terperosok.
Tuhan, beri aku pengertian supaya aku mengenali dan membenci setiap jalan dusta.
15.11.05
Mengenang Sesuatu Yang Kekal
Pengkhotbah 2: 16a
Karena tidak ada kenang-kenangan yang kekal baik dari orang yang berhikmat, maupun dari orang yang bodoh, sebab pada hari-hari yang akan datang kesemuanya sudah lama dilupakan.
Masyarakat sering mengenang dan mengingat jasa seseorang. Kita sering bernostalgia tentang masa lalu. Tetapi, semuanya akan dilupakan. Tidak ada yang kekal. Yang perlu diingat, dikenang dan disampaikan ke generasi berikut hanyalah karya, penyertaan dan kasih Tuhan di hidup kita, baik yang sudah berlalu maupun yang akan datang. Dia besar. Dia baik. Dia Tuhan. Dan semuanya inilah yang kekal.
13.11.05
Jangan Mengejar Berkat
Jangan mengejar berkat menurut hikmatmu sendiri! Tetapi, biarlah engkau meminta berkat dari Tuhan Yesus di mandat, posisi, tempat, situasi dan kondisi yang Ia telah tempatkan kau sekarang ini!
Sumber: Tjondro T.
8.11.05
Tertulis Karena Dikenal
Roma 16: 22
Salam dalam Tuhan kepada kamu dari Tertius, yaitu aku, yang menulis surat ini.
Paulus menulis kitab Roma dengan pertolongan Tertius sebagai juru tulisnya. Suatu penghormatan yang tinggi kalau andaikan aku, hanya sebagai juru tulis, boleh melihat namaku tertera di Alkitab. Adalah lebih luar biasa lagi kalau aku, karena setia akan segala perkara kecil dan besar, boleh dikenal oleh Tuhan dan melihat namaku tertulis di kitab hayat pada waktu penghakiman terakhir.
Tuhan, aku mau setia melakukan kehendak-Mu!
7.11.05
Mendobrak
Roma 15: 20
Dan dalam pemberitaan itu aku menganggap sebagai kehormatanku, bahwa aku tidak melakukannya di tempat-tempat, di mana nama Kristus telah dikenal orang, supaya aku jangan membangun di atas dasar, yang telah diletakkan orang lain,
Suatu hal yang luar biasa dari Rasul Paulus adalah keberaniannya. Pelayanannya mendobrak masuk ke daerah-daerah yang belum mengenal Tuhan.
Aku belajar untuk mendobrak dalam segala hal, mengambil sikap di "daerah" yang telah Tuhan perintahkan. Mungkin aku tidak bisa keluar ke daerah pelosok. Tetapi di daerah yang telah Tuhan berikan, di pekerjaanku, di hidupku, di semua bidang yang Tuhan telah berikan, apakah aku telah bersikap dan bertindak-tanduk agar Kristus dikenal orang?
Tuhan, tolong aku untuk mendobrak seperti Paulus, dengan kuasa dan hikmatMu!
5.11.05
Ku Tidak Mau Hati Yang Degil
Markus 8: 4
Murid-murid-Nya menjawab: "Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?"
Ini adalah ketika murid-murid Tuhan diperhadapkan dengan pemberian makan 4000 orang. Mereka telah melihat kuasa Tuhan, sebelumnya, ketika Ia memberi makan 5000 orang dengan 5 roti 2 ikan. Dan ayat ini menunjukkan bahwa mereka masih kurang percaya.
Aku tidak heran dengan sikap ini. Kalau kuselidiki pribadiku sendiri, seringkali aku masih meragukan kuasaNya meskipun Ia telah menolong berulang-kali dan menunjukkan kuasaNya. Maafkan aku, Yesus! Tetapi aku mau belajar supaya hatiku tidak degil. Aku mau terus belajar percaya bahwa Ia merencanakan perkara-perkara yang besar melalui kehidupan orang percaya. Maka, meskipun hati ini masih sering meragukan, aku akan mulai berikan sedikit roti dan beberapa ikan ini, yaitu apa yang sedikit di hidupku, agar Ia olah dan berkati bagi kemuliaanNya.
Ini adalah ketika murid-murid Tuhan diperhadapkan dengan pemberian makan 4000 orang. Mereka telah melihat kuasa Tuhan, sebelumnya, ketika Ia memberi makan 5000 orang dengan 5 roti 2 ikan. Dan ayat ini menunjukkan bahwa mereka masih kurang percaya.
Aku tidak heran dengan sikap ini. Kalau kuselidiki pribadiku sendiri, seringkali aku masih meragukan kuasaNya meskipun Ia telah menolong berulang-kali dan menunjukkan kuasaNya. Maafkan aku, Yesus! Tetapi aku mau belajar supaya hatiku tidak degil. Aku mau terus belajar percaya bahwa Ia merencanakan perkara-perkara yang besar melalui kehidupan orang percaya. Maka, meskipun hati ini masih sering meragukan, aku akan mulai berikan sedikit roti dan beberapa ikan ini, yaitu apa yang sedikit di hidupku, agar Ia olah dan berkati bagi kemuliaanNya.
3.11.05
Lepas dari Jeratan Kejahatan
Kisah Para Rasul 8: 22, 23
Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni niat hatimu ini; sebab kulihat, bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan."
Simon, seorang tukang sihir, bertobat ketika Injil dikabarkan di Samaria. Tetapi, ia menawarkan uang kepada para rasul agar ia ditumpangi tangan dengan harapan ia akan menerima karunia Roh Kudus. Petrus menegurnya dengan keras (Kis. 8: 20-24).
Masa lalu kita mengakibatkan hati kita untuk terjerat oleh kejahatan. Kita, meskipun sudah menjadi orang percaya, tanpa disengaja melakukan hal-hal yang menjijikkan oleh karena ini. Tetapi, setelah kita mendapat peringatan dan pengertian yang benar, maukah kita langsung tersungkur di hadapan Tuhan Yesus dan bertobat? Ataukah, kita masih bersilat lidah dan berusaha membela diri?






