Links
Archives
- March 2004
- May 2004
- February 2005
- March 2005
- April 2005
- May 2005
- June 2005
- July 2005
- August 2005
- September 2005
- October 2005
- November 2005
- December 2005
- January 2006
- February 2006
- March 2006
- April 2006
- May 2006
- June 2006
- July 2006
- August 2006
- September 2006
- October 2006
- November 2006
- December 2006
- January 2007
- February 2007
- March 2007
- April 2007
- May 2007
- June 2007
- July 2007
- August 2007
- September 2007
- October 2007
- November 2007
- January 2008
- May 2008
- June 2008
- September 2008
- April 2010
A Christian Journal for the Spiritual Growth of Christians in Indonesia. Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org (blog) adalah bagian dari Kasih Kekal www.kasihkekal.org yang berisi berita dan pemikiran kristiani singkat. Anda dapat "berlangganan" Jurnal Kasih Kekal melalui xml berikut: http://feeds.feedburner.com/JurnalKasihKekal
30.3.06
Kulemparkan Roti ke dalam Air Hidup
Pengkhotbah 11: 1
Lemparkanlah rotimu ke air, maka engkau akan mendapatnya kembali lama setelah itu.
Saya baru saja membaca sebuah jurnal harian dari seseorang anak muda yang baru saja pulang dari ladang penginjilan di Mozambique, sebuah negara di Afrika bagian Selatan. Ceritanyadan apa yang ia rasakan terasa begitu mirip dengan apa yang saya rasakan di tahun 2001 ketika pulang dari tempat yang sama (Iris Ministry). Pada waktu itu, pulang kembali ke kota kediamanku, hatiku begitu hancur dan sedih. Tidur tidak nyenyak, setiap hal yang kulakukan serasa demikian menjemukan dan tiada arti. Setiap orang yang kutemui, bahkan anak-anak Tuhan, begitu menyebalkan adanya. Sering saya mendapatkan diri ini, minum di sebuah kedai kopi, keren kelihatannya, tetapi hati ini menjerit kepada-Nya. Malam menjadi kawanku, siang terasa terlalu lama.
Hati itu bertanya-tanya bilamana saya akan mendapatkan kehormatan lagi untuk melayani Dia di kalangan yang miskin dan tertolak. "Mengapa aku harus di sini, Tuhan? Mengapa Engkau meminta aku untuk pulang? Aku tahu aku tidak sebanding dengan pahlawan-pahlawanMu yang aku sempat temui di sana. Mereka begitu gagah perkasa dalam-Mu. Muda dan tua, laki-laki dan perempuan, tetapi mereka seperti singa-singa muda, mencabik-cabik dan menghancurkan pekerjaan si jahat. Dan Engkau izinkan aku untuk berperang bersama mereka. Apakah sekarang aku tidak layak? Apakah aku gagal? Memang aku penuh keterbatasan, tetapi mengapa aku di sini? Aku mengasihi-Mu, apakah itu tidak cukup?"
Mengapa saya menceritakan hal yang terlalu pribadi ini? Beberapa tahun sudah lewat dan saya belum mendapatkan kesempatan lagi untuk kembali mengunjungi Mozambique ataupun ladang misi lainnya. Apakah aku tetap sedih? Apakah aku tetap kecewa? O tidak. Hati yang hancur, lambat-laun Ia pulihkan. Time does not heal. Waktu tidak menyembuhkan. Hanya Tuhan Yesus sajalah Penyembuh sejati. Puji Nama-Nya. Hidupku telah dibawa olehNya sekarang demikian jauh dari ladang Tuhan di Afrika. Tetapi puji nama Tuhan, Roh Kudus menuntun supaya saya tetap setia di dalam segala apapun yang Ia perintahkan. Dan ketaatan, dan bukan pengorbanan, bukankah itu yang Ia minta?
Hanya puji syukur yang ada di dalamku. Tak ada penyesalan lagi, tetapi melainkan puji syukur dan kebahagiaan karena Ia kuatkanku untuk tetap setia. Pelayanan-ku sekarang, visi dan misi yang Kekasih-ku berikan kepadaku, mungkin kelihatannya demikian sungguh berbeda. Tetapi saya mengerti, semua sekarang ini tidak kalah pentingnya, bahkan lebih penting, karena inilah yang Dambaan Hatiku mau di hidupku.
Pagi hari ini saya membaca Pengkhotbah 11:1. Tuhan, aku telah melemparkan hidupku di dalam Engkau, Air Hidup. Ampuni aku kalau aku pernah berfikir bahwa roti yang dilemparkan hanyut terhilang dalam kekecewaan dan kegagalan. Tetapi, aku mengucap syukur kalau aku mulai melihat bahwa hidup yang terhisap dalam arus Kasih-Mu, boleh kembali. Halleluya! Dengan penuh iman dan pengharapan aku mau terus melemparkan roti ini, Tuhan, ke dalam debur jeram kasih sayang-Mu, dan aku tahu Kasih-Mu akan membawa itu kembali, berbuah, berbuah dan berbuah lagi, seribu kali lipat bahkan tanpa terukur batasnya! Terpujilah Dia yang bersemayam di bait kudusNya!
29.3.06
Perkataan Yang Menarik
Pengkhotbah 10: 12
Perkataan mulut orang berhikmat menarik, tetapi bibir orang bodoh menelan orang itu sendiri.
Aku, sebagai orang percaya, harus belajar untuk lebih berhikmat. Jangan sampai yang keluar dari mulut ini asal bunyi saja. Tong kosong nyaring bunyinya itulah pepatah dan itulah yang orang percaya harus hindari. Tetapi biarlah ucapan yang keluar dari bibir ini menarik. Menarik orang untuk melihat Yesus.
Tuhan, tambahkan hikmat supaya perkataanku menarik!
28.3.06
Menunggu Berkat
Mazmur 126: 5
Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
Aku mulai menyadari bahwa seringkali di hidupku apa yang seakan-akan menjadi beban, hal itulah yang dipakai dan "diputar-balikkan" oleh Tuhan untuk menjadi saluran berkatNya. Ini bisa berupa tugas, tanggung-jawab, situasi hidup dan sebagainya. Pertanyaannya ialah apakah aku mau bergantung kepada Tuhan Yesus untuk dengan penuh iman dan harapan menunggu agar pada waktunya hal-hal tersebut (tugas dan tanggung-jawab) dinyatakan sebagai suatu berkat.
Tuhan, beriku ketekunan dan ketegaran menunggu pernyataan Kasih-Mu!
23.3.06
Doa Sesama dan Pertolongan Roh Kudus
Filipi 1: 19
karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus.
Rasul Paulus mencurahkah isi hatinya kepada jemaat Filipi dan berkata bahwa keselamatannya tergantung oleh doa-doa jemaat dan pertolongan Roh Kudus. Kalau Rasul Paulus membutuhkan dukungan doa dan tuntunan Roh Kudus, apalagi aku, seekor domba kecil!
Yesus, aku butuh cengkraman Roh-Mu dan doa-doa anak-anak-Mu.
22.3.06
Jangan Menunda-nunda!
2 Tawarikh 30: 2, 3
Raja bersama-sama para pemimpin dan seluruh jemaah di Yerusalem merancangkan untuk merayakan Paskah pada bulan kedua, karena mereka tidak dapat merayakannya pada waktunya, sebab para imam belum menguduskan diri dalam jumlah yang cukup dan rakyat belum terkumpul di Yerusalem.
Paskah sudah dekat. Tuhan Yesus menunggu puji-sembahku. Sudahkah aku mempersiapkan diri? Ia memang sangat penuh kasih sayang dan kesabaran. Tetapi, baiklah aku mempersilahkan DarahNya yang tercurah di kayu salib itu untuk mulai berkarya dan menguduskan diriku yang hina-dina ini. Jangan menunda-nunda!
Paskah sudah dekat. Tuhan Yesus menunggu puji-sembahku. Sudahkah aku mempersiapkan diri? Ia memang sangat penuh kasih sayang dan kesabaran. Tetapi, baiklah aku mempersilahkan DarahNya yang tercurah di kayu salib itu untuk mulai berkarya dan menguduskan diriku yang hina-dina ini. Jangan menunda-nunda!
18.3.06
Mau Dapat Upah?
1 Korintus 3: 14, 15
Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.
Aku belajar mengerjakan sesuatu untuk Tuhan. Bukan itu saja, tetapi doaku adalah supaya semua hasil pekerjaanku tahan uji. Kalau tidak tahan uji, aku kan tidak mendapat upah? Ada apa repot-repot kalau hasil pekerjaanku dihanguskan? Rugi!
Tuhan, sempurnakanlah pekerjaanku agar bisa menjadi sesuatu yang selalu tahan uji dan tahan bantingan!
17.3.06
Doa Yang Dikabulkan
Matius 18: 19, 20
Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."
Suatu ayat yang luar biasa. Apa yang harus aku penuhi dari fihakku?
- Percaya. Jangan ada keraguan.
- Sepakat dengan partner doa. Terkadang orang sering berdoa, tetapi tidak sepakat bahkan tidak tahu apa yang dikehendaki
- Mempunyai sikap yang selalu mengampuni dan merendahkan diri seperti anak kecil. Inilah sikap hati yang diajarkan Tuhan Yesus di Matius 18, yang melatar-belakangi ayat yang luar biasa ini.
16.3.06
Pujian Yang Terarah
Lukas 18: 43
Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah.
Bilamana aku mendapatkan suatu mujizat, apakah aku hanya bersukaria mengenainya, ataukah aku melanjutkannya dengan mengikuti dan memuliakan Allah? Aku harus terus waspada agar supaya perhatian dari orang-orang di sekelilingku harus selalu terarahkan untuk kemuliaan-Nya. Biarlah aku mengalami mujizat dan kebesaran-Nya, tetapi biarlah segala kemuliaan dan pujian untuk Tuhan Yesus.
13.3.06
Berlari ke dalam Lindungan Bapa
"Tidak semua orang dapat dengan mudah mau berlari ke hadapan takhta Bapa dan meminta pertolongan-Nya. Banyak orang yang terhalang karena keangkuhan dan ketidak-percayaan. Jadi, adalah suatu berkat karunia, bilamana seseorang dapat merendahkan dirinya untuk langsung minta masuk dalam perlindungan Tuhan."
Sumber: Jusuf W.T.
10.3.06
Takaran Tuhan
Matius 13: 12
Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.
Apakah definisi dari seorang yang mempunyai di sini? Tuhan Yesus mengajar agar aku menyimpan hartaku tidak di bumi ini, tetapi di surga. Jadi, cara Tuhan untuk menilai apakah aku seorang yang "mampu" atau tidak, ialah melalui apa yang aku timbun di dalam Kerajaan Surga, baik melalui bentuk puji sembah, pelayanan, persembahan dan korban yang telah dinaikkan untuk-Nya. Dan, inilah takaran Tuhan untuk memberi kelimpahan atau tidak.
Tuhan, tolong aku untuk terus menimbun harta yang kekal.
8.3.06
Harkat Diri Yang Diangkat oleh Tuhan
Ezra 2: 55
Inilah keturunan para hamba Salomo: bani Sotai, bani Soferet, bani Peruda;
Ezra 2 adalah daftar dari orang-orang propinsi Yehuda yang berangkat pulang dari pembuangan, yakni para tawanan, yang dahulu diangkut ke Babel oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang kembali ke Yerusalem dan ke Yehuda, masing-masing ke kotanya. Daftar ini berisi keluarga menurut pemimpin laki-lakinya dan darimana mereka berasal. Tetapi aku baru saja belajar bahwa di ayat 55 dua dari tiga nama bani keturunan hamba Salomo, yaitu Soferet dan Peruda, adalah nama wanita. Di bahasa aslinya Soferet berarti seorang juru tulis wanita.
Siapa bilang Tuhan tidak mengangkat harkat diri wanita? Di zaman di mana tidak banyak, pria atau wanita, yang bisa membaca dan menulis, Ia mengangkat seseorang wanita untuk menjadi juru tulis. Bukan itu saja, dua orang ini menjadi pemimpin-pemimpin yang boleh kembali dari tanah pembuangan, merayakan penggenapan janji Allah dan nama mereka boleh juga tercantum di Alkitab.
Aku lebih percaya kepada Tuhan untuk mengangkat harkat diri dan hak azazi manusia daripada gerakan-gerakan manusia yang seakan-akan berusaha memperjuangkan hak diri kita, tetapi yang dibaliknya berisi penuh ketidak-taatan kepada Tuhan, kekerasan dan tipu muslihat.
Tuhan, aku hanya bersandar dan tergantung kepada Engkau untuk merubah apa yang aku boleh dapatkan untuk hak, harkat dan harga diriku.
4.3.06
Anugrah Kemuliaan Yang Semakin Besar
2 Korintus 3: 18
Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.
Aku mau dirubah dan berubah. Menjadi apa? Ayat ini menandaskan untuk menjadi serupa dengan gambar-Nya. Ini bukan main-main. Tuhan mau merubah bejana yang hina-dina ini agar tambah hari tambah mencerminkan kemuliaan-Nya yang semakin besar.
Tuhan, ku tidak mau main-main dalam menanggapi karya anugrah-Mu yang sungguh berharga ini. Tolong aku supaya Roh-Hu boleh mencurahkan dengan bebas dan tanpa halangan segala kemuliaan yang telah Kau siapkan untuk umatMu!
3.3.06
Ia Membesarkan dan Mengokohkan
1 Tawarikh 29: 12
Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya.
Asal dari segala berkat hanyalah dari Tuhan. Tetapi yang aku belajar bahwa Ia juga mempunyai kuasa untuk membesarkan. Mungkin aku telah diberi sesuatu yang kecil, tetapi Ia berkuasa untuk membesarkan. Mungkin aku punya sesuatu yang lemah, tetapi Ia akan mengokohkan. Ia mau merubah hidupku dari kehidupan tanpa arti ke kehidupan yang kuat dan jaya. Halleluya!
Tuhan, besarkan dan kokohkanlah karya-Mu di hidupku!






