A Christian Journal for the Spiritual Growth of Christians in Indonesia. Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org (blog) adalah bagian dari Kasih Kekal www.kasihkekal.org yang berisi berita dan pemikiran kristiani singkat. Anda dapat "berlangganan" Jurnal Kasih Kekal melalui xml berikut: http://feeds.feedburner.com/JurnalKasihKekal

22.2.07

Kata-kata Latah


Pertanyaan dari Ut:

saya ingin mengetahui dosakah apabila kita latah,kata2 yang kita keluarkan itukan bukan dari hati kita

Jawaban:

Yang terhormat,

Terima kasih akan email anda. Penghakiman akan suatu dosa adalah di tangan Tuhan Yesus, tetapi kami dapat memberikan beberapa ayat yang dapat membantu kita semua maju dalam kebenaran:

Apa yang keluar dari mulut kita sangatlah penting karena dikatakan di Amsal 18: 21:

Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

Jadi, apa yang kita katakan, baik ataupun buruk sangatlah menentukan apa yang kita alami di hidup ini. Tetapi, bukankah kita sering "latah" atau "terlanjur" mengatakan sesuatu? Memang ini benar, sungguh teramat sulit mengatur bibir mulut ini dan di Yakobus 3:8 tertulis:

tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.

Tetapi bagaimana? Kita kan sering tidak bermaksud mengatakan sesuatu, itu kelit kita. Jangan terkecoh! Tuhan Yesus berkata di Matius 15: 18:

Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.

Perkataan kita berasal dari hati!!

Maka daripada itu, bilamana kita mengatakan sesuatu yang tak berkenan, marilah kita periksa diri dan hati! Bilamana ada ketidak-benaran, marilah kita datang kepada Tuhan Yesus. Ia mau mengampuni, bilamana kita mengaku, menyesali, dan mengucapkan dengan sepenuh hati kebengkokan hati kita. Marilah kita berdoa bersama-sama:

Tuhan Yesus, kami sering mengucapkan hal-hal yang menyedihkan hatiMu. Ampunilah kami, Tuhan Yesus. Ubah hati kami, supaya kami boleh tambah hari bertambah murni dan tulus. Roh Kudus, jaga hati dan bibir kami,supaya semua ya semua apa yang kami katakan memuliakan dan membesarkan NamaMu. Terima kasih, Tuhan Yesus. Dalam Nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Terimakasih. Tuhan memberkati.

Labels: , , , ,

17.2.07

Mengapa Bersuka-Ria?


Pertanyaan dari Bpk.MD:

Bagaimana tuhan yang kamu sayangi (ISA/YESUS) ini boleh lahir dan berada di padang pasir sedangkan kamu bersuka ria meraikan krismas. Menjadi satu kebodohan kepada kamu kerana tidak memikirkan bagaimana tuhan kamu tidak pernah melihat pokok seperti itu di padang pasir tetapi boleh diraikan dan dimuliakan di hari krismas oleh orang seperti kamu.

Jawaban:

Yang terhormat Bapak MD,

Terima kasih akan surat anda

Hari natal (christmas/krismas) adalah untuk merayakan kelahiran Tuhan Yesus/Isa Almasih.

Apakah yang dikatakan Alkitab mengenai hari kedatangan ini? Sesungguhnya, seorang malaikat Tuhan memberitahukan kedatangan Yesus kepada para gembala di padang dan berkata di Lukas 2:10-11:

"Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu, Kristus, Tuhan di kota Daud."

Selanjutnya, Kitab Yesaya 25:9-10 berkata:

Pada waktu itu orang akan berkata: "Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!"

Jadi, kesukaan besar diberitakan karena datangnya Tuhan Yesus ke dunia. Dan oleh karena Tuhan Yesus datang, Ia mengadakan keselamatan bagi yang percaya kepada Dia. Inilah mengapa kita bersorak-sorak dan bersukaria di hari Natal.

Kedatangan Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat di hidup orang percaya, itulah alasan mengapa kita bersuka ria. Orang percaya tidak mabuk-mabuk anggur dan berpesta pora dalam merayakan kehadiran Tuhan, tetapi seperti tertulis di Efesus 5:18-19:

Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.

Bapak MD, inilah mengapa kami bernyanyi dan bersorak bagi Tuhan dengan segenap hati, menyanyikan puji-pujian di hari natal, karena kami bersyukur akan kedatangan Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Labels:

16.2.07

Bukan Hasil Usahaku


Efesus 2: 8, 9

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Aku harus mengingat dan diingatkan terus bahwa apa dan semua anugrah yang kualami sampai saat ini, semuanya, ya semuanya ini adalah pemberian-Nya. Bahkan kalau ada ketekunan, ketekunan itu karena ada kekuatan dari Tuhan untuknya. Kalau ada hikmat, itu berarti Ia mencurahkan akal budi di hidup ini. Semuanya bukan karena aku mampu, tetapi melainkan kemurahan Bapa. Dan bilamana aku diselamatkan, itu karena Ia memilih aku untuk menerima kasih karunia-Nya.

Roh Kudus, tolong aku untuk tidak pernah lupa akan kemurahan Bapa!

13.2.07

Surga di Bumi


Yohanes 14: 23


Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.

"Surga di Bumi" bukanlah sebuah pernyataan murahan melainkan sebuah janji nyata bilamana aku menuruti Firman Tuhan. Bila Tuhan diam bersama-sama dengan aku dan keluargaku, bukankah itu Surga turun ke bumi dan kurang apa lagi hidup ini? Tetapi, kadar aku menuruti Firman akan menentukan hidup yang kudus dan penuh sukacita ini. Bila aku tambah taat, bertambahlah "Surga di Bumi".

Roh Kudus, aku mau belajar taat. Singkirkanlah terus balok-balok rintangan yang masih menutupi mata jasmani ini; biarlah Firman-Mu Engkau bukakan dengan jelas!"

9.2.07

Menjauhi Perkataan Orang Bebal


Amsal 14: 7

Jauhilah orang bebal, karena pengetahuan tidak kaudapati dari bibirnya.

Berapa sering kita mendengarkan omong-kosong dari si ini dan itu, baik dari televisi maupun radio? Terus-terang senang-senang juga mendengarkannya. Tetapi bilamana itu yang aku biarkan terus-menerus masuk di pikiranku, lama-lama bukankah pikiranku menjadi sebebal dan sebodoh yang mereka omongkan?

Roh Kudus, ajar aku untuk mendengarkan Hikmat Surgawi yang murni saja!

Labels: , , ,

6.2.07

Dikelilingi Orang-Orang Yang Rendah Hati


Mazmur 34: 2


Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.

Kesaksianku harus tentang dan karena kebesaran-Nya, maka barulah jiwa ini boleh bermegah. Tetapi, meskipun begitu, kerap kali orang yang mendengar dapat salah mengerti dan menganggapnya sebagai kesombongan. Maka daripada itu, hati yang bijaksana akan mencari pergaulan dan persekutuan dengan orang-orang yang rendah hati. Merekalah, orang-orang yang rendah hati, yang dapat mendengar dan bersukacita bersamaku akan karya Tuhan yang megah.

Tuhan, biarlah pergaulanku hanya dengan orang-orang yang rendah hati. Biarlah aku merendahkan hatiku juga. Jauhkanlah dariku pencemooh-pencemooh kebesaranMu! Dan kami akan bersukacita akan kemegahan-Hu!

4.2.07

Urapan Disertai Kekudusan


Pengkhotbah 9: 8


Biarlah selalu putih pakaianmu dan jangan tidak ada minyak di atas kepalamu.

Minyak diatas kepala berbicara tentang urapan, karunia, bakat, talent dan kuasa yang diberikan Tuhan di hidup seseorang. Tetapi semuanya ini harus disertai dan diimbangi dengan pakaian putih, yaitu kebenaran dan kekudusan di dalam hidup sehari-hari. Orang yang diurapi tetapi tidak menjaga kekudusannya sangatlah membahayakan gereja Tuhan dan tanpa ia sadari, membawa hidupnya sendiri dalam ambang bahaya.

Roh Kudus, ku mohon agar tidak saja Engkau bermurah hati dengan kasih karunia-Mu, tetapi jagalah aku selalu juga dalam kekudusan dan kebenaran Firman.

This page is powered by Blogger. Isn't yours?