A Christian Journal for the Spiritual Growth of Christians in Indonesia. Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org (blog) adalah bagian dari Kasih Kekal www.kasihkekal.org yang berisi berita dan pemikiran kristiani singkat. Anda dapat "berlangganan" Jurnal Kasih Kekal melalui xml berikut: http://feeds.feedburner.com/JurnalKasihKekal

18.4.07

Menerima Instruksi


Mazmur 25: 9


Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.

Seseorang bertanya kepadaku mengenai sebuah instruksi pengajaran yang kita dengar bersama. Ia bertanya kemudian apakah boleh boleh saja untuk mengambil suatu jalan pendek dalam melakukan instruksi tersebut? Aku menjawab mengapa tidak melakukan instruksi semula saja, karena itupun tak terlalu sulit dilakukan.

Kita harus belajar mengikuti instruksi dari Tuhan apa adanya. Seringkali, supaya "mudah", kita sering menawar-nawar perintah Tuhan. Biarlah hati kita merendahkan diri dan belajar melakukan instruksi Tuhan tepat seperti yang Ia telah perintahkan.

Labels:

12.4.07

Santun


Mazmur 2: 11


Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar,

Memang zaman ini adalah zaman karunia di mana Tuhan mencurahkan kasihNya dengan tiada batas. Tetapi ini bukan berarti tindak-tandukku bisa seenaknya sendiri saja di waktu ibadah. Dia adalah Tuhan dan aku perlu menghormatinya. Biarlah Roh Kudus mengajar diriku santun surgawi!

Labels: ,

6.4.07

Mendesak Tuhan Yesus


Lukas 24: 29-31


Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka. Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.

Dua murid Yesus sedang berjalan ke Emaus. Tuhan Yesus, yang baru saja bangkit dari kematianNya, bergabung dan bercakap-cakap bersama mereka dalam perjalanan tersebut, tetapi mereka belum menyadari siapa Dia. Di akhir perjalanan tersebut mereka mendesak Yesus untuk tinggal dan duduk makan bersama.

Ini berarti bahwa aku harus mengundang Yesus dalam kuasa kebangkitan-Nya. Tidak cukup aku sekedar tahu tentangNya. Jangan sampai aku seperti 2 murid ini, yang berjalan dan bercengkerama bersama Yesus tetapi tidak mengenaliNya. Tetapi kalau aku sangat mendesak-Nya untuk tinggal di hati, hidup dan keluargaku, maka Ia akan tinggal dan bahkan memberi berkatNya di dalam rumahku. Terlebih lagi, mataku akan terbuka dan aku boleh mengenal Pribadi-Nya.

Yesus, aku mendesak-Hu untuk datang dan tinggal di hidupku! Dan mataku boleh tercelikkan dan aku kan mengenalMu lebih lagi.

Labels:

3.4.07

Sampai


Mazmur 123: 2


Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.

SAMPAI! Suatu kata yang demikian kuat. Sampai Ia mengasihaniku. Sampai Ia menjawab doaku. Sampai Ia mendengar permohonanku. Sampai, ya sampai pertolongan itu terwujud! Inilah bakal jawaban dari suatu pengharapan yang benar; ini adalah pengharapan yang tidak kurang ajar, tetapi yang penuh hormat dari seorang hamba kepada tuannya.

Labels:

This page is powered by Blogger. Isn't yours?