Links
Archives
- March 2004
- May 2004
- February 2005
- March 2005
- April 2005
- May 2005
- June 2005
- July 2005
- August 2005
- September 2005
- October 2005
- November 2005
- December 2005
- January 2006
- February 2006
- March 2006
- April 2006
- May 2006
- June 2006
- July 2006
- August 2006
- September 2006
- October 2006
- November 2006
- December 2006
- January 2007
- February 2007
- March 2007
- April 2007
- May 2007
- June 2007
- July 2007
- August 2007
A Christian Journal for the Spiritual Growth of Christians in Indonesia. Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org (blog) adalah bagian dari Kasih Kekal www.kasihkekal.org yang berisi berita dan pemikiran kristiani singkat. Anda dapat "berlangganan" Jurnal Kasih Kekal melalui xml berikut: http://feeds.feedburner.com/JurnalKasihKekal
30.8.07
Lepas Kendali
Amsal 29: 11
Orang yang bebal melampiaskan amarahnya; orang bijaksana menahan dan meredakannya (versi: Firman Allah Yang Hidup)
Kemarin ada beberapa orang mengetuk pintu rumahku dengan tujuan menawarkan jasa tertentu. Ketika itu aku lagi sibuk menulis Jurnal Kasih Kekal. Setelah percakapan singkat, aku memutuskan dengan cepat untuk menolak tawaran mereka. Tetapi, meskipun aku sudah mengatakan tidak tiga sampai empat kali, mereka tetap bersikeras untuk menawarkan jasa mereka.
Tanpa kusadari, aku mulai marah, nada suaraku mulai tinggi dan aku mengatakan hal-hal yang menyakitkan. Memang, sehabis tukar silat lidah ini, mereka memang meninggalkan rumahku. Beres bukan? Tetapi sehabis beberapa waktu aku mulai menyesali perkataanku, walaupun tetap dalam pikiranku aku merasa ini bukan salahku. Pikiranku jengkel, tetapi hatiku menyesali karena aku marah-marah kepada orang-orang yang lagi mencari nafkah mereka. Aku merasa jumawa dan sombong.
Hari ini aku membaca Amsal 29 dan ayat 11 menegur aku dengan jelas. Aku bukanlah seorang yang bijak bila aku mengumbar penat amarahku. Seorang yang bijak menguasai setiap perkataan yang keluar dari mulutnya!!
Tuhan, ampuni aku!
Orang yang bebal melampiaskan amarahnya; orang bijaksana menahan dan meredakannya (versi: Firman Allah Yang Hidup)
Kemarin ada beberapa orang mengetuk pintu rumahku dengan tujuan menawarkan jasa tertentu. Ketika itu aku lagi sibuk menulis Jurnal Kasih Kekal. Setelah percakapan singkat, aku memutuskan dengan cepat untuk menolak tawaran mereka. Tetapi, meskipun aku sudah mengatakan tidak tiga sampai empat kali, mereka tetap bersikeras untuk menawarkan jasa mereka.
Tanpa kusadari, aku mulai marah, nada suaraku mulai tinggi dan aku mengatakan hal-hal yang menyakitkan. Memang, sehabis tukar silat lidah ini, mereka memang meninggalkan rumahku. Beres bukan? Tetapi sehabis beberapa waktu aku mulai menyesali perkataanku, walaupun tetap dalam pikiranku aku merasa ini bukan salahku. Pikiranku jengkel, tetapi hatiku menyesali karena aku marah-marah kepada orang-orang yang lagi mencari nafkah mereka. Aku merasa jumawa dan sombong.
Hari ini aku membaca Amsal 29 dan ayat 11 menegur aku dengan jelas. Aku bukanlah seorang yang bijak bila aku mengumbar penat amarahku. Seorang yang bijak menguasai setiap perkataan yang keluar dari mulutnya!!
Tuhan, ampuni aku!
29.8.07
Tidak Mengecewakan
Roma 5: 5
Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
Pengharapanku bukanlah dari apa yang sedang kulihat, kurasakan atau aku alami. Pengharapanku bukanlah dari apa yang siaran berita kabarkan. Pengharapanku bukanlah dari jumlah saldo di bank rekeningku! Melainkan, pengharapan datang dari firman Tuhan yang mengatakan bahwa kasihNya telah (perhatikan: bukan akan, tetapi telah) dicurahkan kepada kita dan menjamin 100 % bahwa tidak ada kekecewaan! Satisfaction Guaranteed to all the believers! Halleluyah!
Labels: harap
24.8.07
Ibadah Yang Sejati
Roma 12: 1
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
Kata ibadah di sini (Yun: Latreia) mengandung arti penyembahan (worship) dan pelayanan (service). Ibadah itu bukan saja sekedar datang ke gereja, melainkan hidup sehari-hari yang kudus dan pelayanan yang berkenan. Jadi, jangan hidup seenaknya sendiri aja, tetapi aku harus hidup menurut ketetapan Tuhan dan melayani dengan standard "Apakah Tuhan sudah berkenan?"
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
Kata ibadah di sini (Yun: Latreia) mengandung arti penyembahan (worship) dan pelayanan (service). Ibadah itu bukan saja sekedar datang ke gereja, melainkan hidup sehari-hari yang kudus dan pelayanan yang berkenan. Jadi, jangan hidup seenaknya sendiri aja, tetapi aku harus hidup menurut ketetapan Tuhan dan melayani dengan standard "Apakah Tuhan sudah berkenan?"
Labels: korban, pelayanan, penyembahan
21.8.07
Tuhan Menyediakan
Kejadian 22: 13-14
Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."
Salah satu dari Nama Tuhan ialah Jehovah Jireh yang berarti: TUHAN menyediakan. Nama ini begitu dikenal di antara umat Kristiani. Dan Nama ini hanya ditemukan satu kali di Alkitab yaitu di Kejadian 22: 14. Abraham menamai tempat di mana di situ, atas perintah Tuhan, ia taat untuk mempersembahkan Ishak, anaknya yang tunggal. Tetapi, tepat sebelum ia melakukannya, Tuhan menyediakan seekor domba jantan sebagai ganti.
Memang aku belum mempunyai iman sebesar Abraham. Tetapi, kalau aku mau mengalami kenyataan di mana Tuhan ialah Tuhan Yang Menyediakan segala hal, maka aku harus belajar untuk taat. Taat untuk berkorban. Berkorban apa? Berkorban dan memberikan apa yang Ia minta dariku. Tidaklah mudah. Tetapi aku mau belajar. Dan di situ, di tempat itulah, di mana aku taat dan berkorban, NamaNya ialah Jehovah Jireh, TUHAN Menyediakan.
20.8.07
Kenal Jalan Tuhan, Kenal Perbuatan-Nya
Mazmur 103: 7
Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan-Nya kepada orang Israel.
Seringkali aku rindu untuk melihat dan mengalami perbuatan-perbuatan ajaib Tuhan! Itu baik! Untuk itu aku harus mau mengizinkannya untuk mengenal jalan-jalanNya. Ini aku bakal dapatkan dari pengertian akan Firman Tuhan. Tetapi seperti bangsa Israel yang belajar dari Musa, aku harus bersedia belajar dari pemimpin-pemimpinku untuk memperkenalkan jalan-jalan Tuhan. Janganlah aku sering berfikir bahwa aku sudah tahu segalanya! Aku harus mau merendahkan hati dan mengikuti pemimpin yang sudah Tuhan berikan di atasku.
Kenal jalan Tuhan dahulu, maka pastilah aku kenal perbuatanNya yang sungguh ajaib!
Labels: mujizat
14.8.07
Bukalah Mulutmu Lebar
Mazmur 81: 11
Akulah TUHAN, Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir: bukalah mulutmu lebar-lebar, maka Aku akan membuatnya penuh.
Tuhan telah membawaku keluar dari Mesir, yaitu hidup penuh dosa dan nestapa. Apa yang Ia perintahkan setelah aku keluar dari Mesir? Membuka mulutku lebar-lebar sehingga Ia akan membuatnya penuh. Apakah artinya ini? Ini berarti bahwa aku harus berharap akan perkara-perkara yang besar, yang di luar dari apa yang dapat kubayangkan atau pikirkan. Ia siap memberkati dan membuat 'mulutku penuh'; jadi, karena cinta kasihNya akan dilimpahkan dengan luar biasa, maka mulutkupun akan penuh dengan pujian syukur.
Tuhan, ku tidak mau berpaling balik lagi ke hidup penuh dosa, tetapi aku hanya berharap kepada Engkau, sumber dari hidup yang penuh kepuasan.
Sumber: Setelah mendengar khotbah Pst. Charles Stanley
Labels: harap, mulut, pertobatan
11.8.07
Tidak Jauh dari Kerajaan Allah
Markus 12: 32-34
Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan." Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.
Ini tentang seorang yang bijaksana dan ia memang tidak jauh dari Kerajaan Allah. Lumayan hebat! Tetapi aku perlu ingat bahwa aku perlu bukan saja tidak jauh, tetapi di dalam Kerajaan Allah. Mendapatkan pewahyuan tentang perintah Tuhan adalah luar biasa; itu berarti kita tidak jauh dari Kerajaan-Nya. Mengakui Tuhan Yesus sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamat, dan melakukan perintah-perintahNya, itulah yang membawa kita ke dalam Kerajaan Surga.
Tuhan Yesus, aku bukan mau saja dekat-dekat dengan KerajaanMu, tetapi bawa hidupku masuk dan diam dalam Kerajaan Allah. Aku mengakui Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat; Aku mau melakukan segala perintahMu!
Labels: Kerajaan Surga, Keselamatan
9.8.07
Dia Memperingatkan
Beberapa jam yang lalu sebuah gempa bumi yang cukup keras terjadi di perairan luar Jakarta. Berapa gawat? Belum tahulah kita semua. Tetapi yang pasti bumi terguncang dan jutaan jiwa merasakannya.
Adalah normal untuk merasa takut. Tetapi apakah respons umat percaya ketika ini terjadi? Aku teringat akan Yoel 2: 12-13:
"Tetapi sekarang juga," demikianlah firman TUHAN, "berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh." Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya.
Tuhan Yesus meminta pertobatan. Boleh dikatakan, Ia memohon pertobatan. Dia, SANG Maha Kuasa, meminta kita sekalian untuk berbalik. Jangan tunggu sampai ada bencana yang besar. Dengarkanlah suara-Nya! Kalau mungkin gempa ini masih hanya sekedar tanda, jangan tunda-tunda pertobatanmu! Bilamana sudah bertobat, janganlah bermalas-malasan mencari Dia selama Dia masih sudi dicari! Kalaupun sudah menemukan, janganlah henti melayani selama masih ada waktu!
Marilah terus maju di dalam Dia! Hanya di dalam kepercayaan dan pasrah kepadaNya sajalah ada perlindungan dan keselamatan!
Roh Kudus, kami mau selamat hanya dengan hanya percaya kepada Tuhan Yesus! Tolong kami supaya kami semua, ya kami semua boleh mencapai garis akhir, kapanpun itu juga, dengan baik!
Labels: Keselamatan, peringatan
1.8.07
Tidak Berakal Seperti Bagal
Mazmur 32: 9
Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang, kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau.
Adakah orang percaya yang seperti kuda atau bagal yang tidak berakal? Kelihatannya garang; mereka gagah, bekerja keras dan tidak kenal lelah. Tetapi, minta ampun sulitnya untuk dikendalikan oleh Firman Tuhan. Dari luar kelihatan kuat dan gagah, tetapi suka menjalani hidup ini seenaknya sendiri.
Jadilah seperti kuda yang berakal! Kuat tetapi dengan mudah taat kepada tuannya. Maka, ia dapat lari laju dengan cepat menuju tujuan. Ke mana tujuannya? Mendekati tuannya!
Tuhan, ku mau seperti kuda yang berakal! Roh Kudus, ku mau selalu taat akan bimbinganMu, ya, tak usah dengan paksa atau kekang, tetapi ku mau dengan sukacita mendekat dan berharap kepadaMu!
Labels: hikmat






