A Christian Journal for the Spiritual Growth of Christians in Indonesia. Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org (blog) adalah bagian dari Kasih Kekal www.kasihkekal.org yang berisi berita dan pemikiran kristiani singkat. Anda dapat "berlangganan" Jurnal Kasih Kekal melalui xml berikut: http://feeds.feedburner.com/JurnalKasihKekal

24.10.07

Sukacita Nan Abadi


Nehemia 2: 1, 2


Pada bulan Nisan tahun kedua puluh pemerintahan raja Artahsasta, ketika menjadi tugasku untuk menyediakan anggur, aku mengangkat anggur dan menyampaikannya kepada raja. Karena aku kelihatan sedih, yang memang belum pernah terjadi di hadapan raja, bertanyalah ia kepadaku: "Mengapa mukamu muram, walaupun engkau tidak sakit? Engkau tentu sedih hati." Lalu aku menjadi sangat takut.

Sampai saat itu, Nehemia tidak pernah sedih di hadapan atasannya, raja Artahsasta. Ini menunjukkan bahwa ia, meskipun dalam posisi hamba, tetap bersukacita. Bukan sukacita yang dibuat-buat ataupun labil. Begitu kuat sukacita ini, sampai ketika ia bersedih hati sekali saja, atasannya langsung memperhatikan. Sukacita seperti ini pastilah hanya dari Tuhan.

Roh Kudus, aku rindu akan sukacita yang begitu kuat, abadi dan nyata. Biarlah hidupku diselimuti oleh sukacita yang dari-Mu saja!

Yesaya 51: 11

Maka orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan sorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, duka dan keluh akan menjauh.

Labels:

11.10.07

Mengingatkan Tuhan


Nehemia 1: 8-10

Ingatlah akan firman yang Kaupesan kepada Musa, hamba-Mu itu, yakni: Bila kamu berubah setia, kamu akan Kucerai-beraikan di antara bangsa-bangsa. Tetapi, bila kamu berbalik kepada-Ku dan tetap mengikuti perintah-perintah-Ku serta melakukannya, maka sekalipun orang-orang buanganmu ada di ujung langit, akan Kukumpulkan mereka kembali dan Kubawa ke tempat yang telah Kupilih untuk membuat nama-Ku diam di sana.

Hati Tuhan tersentuh dan Ia bertindak bilamana Ia diingatkan akan Firman-Nya. Ini bukan karena Tuhan pelupa, tetapi Ia bertindak bilamana ada doa disertai dengan iman percaya.

Adakah doaku sudah penuh iman percaya akan janji-janji Firman-Nya? Apakah imanku mengguncangkan hati-Nya sehingga Ia bertindak?

Labels: ,

9.10.07

Pengakuan Dosa Menyertai Doa Syafaat


Nehemia 1: 6-7

berilah telinga-Mu dan bukalah mata-Mu dan dengarkanlah doa hamba-Mu yang sekarang kupanjatkan ke hadirat-Mu siang dan malam bagi orang Israel, hamba-hamba-Mu itu, dengan mengaku segala dosa yang kami orang Israel telah lakukan terhadap-Mu. Juga aku dan kaum keluargaku telah berbuat dosa. Kami telah sangat bersalah terhadap-Mu dan tidak mengikuti perintah-perintah, ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan yang telah Kauperintahkan kepada Musa, hamba-Mu itu.

Mendoakan orang lain tidak berarti bahwa kita sendiri terlepas dari kesalahan. Seperti Nehemia, doa syafaat untuk segenap umat disertai dengan pengakuan dan penyesalan dosa diri sendiri.

Labels: ,

7.10.07

Syarat Perlindungan Tuhan


Nehemiah 1: 5


kataku: "Ya, TUHAN, Allah semesta langit, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan tetap mengikuti perintah-perintah-Nya,

Nehemiah berdoa meminta belas kasihan Tuhan. Tetapi ia mengerti bahwa kalau seseorang tidak mengasihi Tuhan dan tidak mengikuti perintah-perintahNya, maka orang ini berada di luar lingkupan perlindungan Tuhan. Maka daripada itu, bilamana aku mau terus mengalami kebaikan Tuhan, maka akupun harus turut dalam perintah-perintah yang Tuhan telah tetapkan. Tak bisa aku menuntut kebaikan Tuhan bilamana aku tidak taat dalam jalur kebenaran Firman-Nya. Tak bisa aku mengomel di mana kasih Tuhan bilamana aku tidak mengutamakan-Nya di dalam hidupku!

Labels: ,

6.10.07

Menangisi Saudara-Saudariku


Nehemiah 1: 3-4

Kata mereka kepadaku: "Orang-orang yang masih tinggal di daerah sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran besar dan dalam keadaan tercela. Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar." Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit,

Tidak banyak orang yang begitu peduli akan keberadaan dan keadaan sesama umat percaya. Biasanya setelah aku mendengar akan seseorang dalam kesulitan, aku cuma merasa kasihan. Itu saja. Tetapi Nehemiah lain. Ia menangisi dan berkabung bagi mereka. Bukan itu saja, ia berpuasa dan berdoa. Koq bisa?

Tuhan, ku mau belajar mendoakan saudara-saudariku!

Labels: ,

This page is powered by Blogger. Isn't yours?