A Christian Journal for the Spiritual Growth of Christians in Indonesia. Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org (blog) adalah bagian dari Kasih Kekal www.kasihkekal.org yang berisi berita dan pemikiran kristiani singkat. Anda dapat "berlangganan" Jurnal Kasih Kekal melalui xml berikut: http://feeds.feedburner.com/JurnalKasihKekal

17.9.08

Pribadi Yang Suka Memberi


Kejadian 1: 27-28


Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

Apakah yang Allah lakukan pertama kali setelah menciptakan manusia? Memberikan hukumNya, memarahi dan menghajar mereka ataupun meminta sesuatu dari ciptaan-Nya? Tidak. Ia memberkati manusia.

Ini menunjukkan bahwa Allah adalah Pribadi yang suka memberi. Janganlah kita allergi dengan omongan berkat. Kita butuh berkat Allah. Kita tidak bisa hidup tanpa berkatNya. Haruslah kita harapkan berkat dari Allah, dan bukan janji dunia yang hampa.

Labels:

9.5.08

Nilai Talenta


Matius 25: 24-25


Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.


Hamba yang malas ini sama dengan kebanyakan dari kita sekalian. Dia merendahkan nilai dari apa yang telah diberikan oleh Tuhan. Aku baru saja belajar bahwa sebagai ukuran harga uang, talenta berbicara selalu tentang berat ukuran emas atau perak dan 1 talenta sama dengan 33 kilogram dari emas atau perak. 33 kilogram emas atau perak??? Itu jumlah yang sangat besar dan berharga. Dengan harga emas hari ini, jumlah itu hampir mendekati 1 Milyar rupiah (U$850 ribu). WAHHH! Dan hamba ini mengatakan bahwa itu tidak cukup sebagai modal?

Aku seringkali merendahkan atau tidak tahu nilai dari entah itu bakat, modal, atau sesuatu yang telah diberikan Tuhan kepadaku. Bukankah aku sering mengatakan tidak cukuplah, tidak bisalah, tidak mungkinlah, terlalu kecillah, terlalu bodohlah ini dan itu dalam hidup ini.

Tidak! Jangan menggerutu dan mengasihani diri saja! Percayalah bahwa yang sudah diberikan Tuhan adalah luar biasa! Olah, kembangkan, tuaikan, karyakanlah! Apa lagi Roh Tuhan sudah ada di dalam diriku!

Labels: ,

This page is powered by Blogger. Isn't yours?