Links
Archives
- March 2004
- May 2004
- February 2005
- March 2005
- April 2005
- May 2005
- June 2005
- July 2005
- August 2005
- September 2005
- October 2005
- November 2005
- December 2005
- January 2006
- February 2006
- March 2006
- April 2006
- May 2006
- June 2006
- July 2006
- August 2006
- September 2006
- October 2006
- November 2006
- December 2006
- January 2007
- February 2007
- March 2007
- April 2007
- May 2007
- June 2007
- July 2007
- August 2007
- September 2007
- October 2007
- November 2007
- January 2008
- May 2008
- June 2008
- September 2008
A Christian Journal for the Spiritual Growth of Christians in Indonesia. Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org (blog) adalah bagian dari Kasih Kekal www.kasihkekal.org yang berisi berita dan pemikiran kristiani singkat. Anda dapat "berlangganan" Jurnal Kasih Kekal melalui xml berikut: http://feeds.feedburner.com/JurnalKasihKekal
6.11.07
Kalau Ditanya
Nehemiah 2: 4
Lalu kata raja kepadaku: "Jadi, apa yang kauinginkan?" Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit, kemudian jawabku kepada raja:
Kalau ditanya orang, apalagi ditanya atasan, apalagi ditanya raja, jangan asal langsung buka mulut saja. Berdoa dululah! Minta diberi jawaban yang tepat dan seperti Nehemia, Tuhan memberi kata-kata yang bijak.
30.8.07
Lepas Kendali
Amsal 29: 11
Orang yang bebal melampiaskan amarahnya; orang bijaksana menahan dan meredakannya (versi: Firman Allah Yang Hidup)
Kemarin ada beberapa orang mengetuk pintu rumahku dengan tujuan menawarkan jasa tertentu. Ketika itu aku lagi sibuk menulis Jurnal Kasih Kekal. Setelah percakapan singkat, aku memutuskan dengan cepat untuk menolak tawaran mereka. Tetapi, meskipun aku sudah mengatakan tidak tiga sampai empat kali, mereka tetap bersikeras untuk menawarkan jasa mereka.
Tanpa kusadari, aku mulai marah, nada suaraku mulai tinggi dan aku mengatakan hal-hal yang menyakitkan. Memang, sehabis tukar silat lidah ini, mereka memang meninggalkan rumahku. Beres bukan? Tetapi sehabis beberapa waktu aku mulai menyesali perkataanku, walaupun tetap dalam pikiranku aku merasa ini bukan salahku. Pikiranku jengkel, tetapi hatiku menyesali karena aku marah-marah kepada orang-orang yang lagi mencari nafkah mereka. Aku merasa jumawa dan sombong.
Hari ini aku membaca Amsal 29 dan ayat 11 menegur aku dengan jelas. Aku bukanlah seorang yang bijak bila aku mengumbar penat amarahku. Seorang yang bijak menguasai setiap perkataan yang keluar dari mulutnya!!
Tuhan, ampuni aku!
Orang yang bebal melampiaskan amarahnya; orang bijaksana menahan dan meredakannya (versi: Firman Allah Yang Hidup)
Kemarin ada beberapa orang mengetuk pintu rumahku dengan tujuan menawarkan jasa tertentu. Ketika itu aku lagi sibuk menulis Jurnal Kasih Kekal. Setelah percakapan singkat, aku memutuskan dengan cepat untuk menolak tawaran mereka. Tetapi, meskipun aku sudah mengatakan tidak tiga sampai empat kali, mereka tetap bersikeras untuk menawarkan jasa mereka.
Tanpa kusadari, aku mulai marah, nada suaraku mulai tinggi dan aku mengatakan hal-hal yang menyakitkan. Memang, sehabis tukar silat lidah ini, mereka memang meninggalkan rumahku. Beres bukan? Tetapi sehabis beberapa waktu aku mulai menyesali perkataanku, walaupun tetap dalam pikiranku aku merasa ini bukan salahku. Pikiranku jengkel, tetapi hatiku menyesali karena aku marah-marah kepada orang-orang yang lagi mencari nafkah mereka. Aku merasa jumawa dan sombong.
Hari ini aku membaca Amsal 29 dan ayat 11 menegur aku dengan jelas. Aku bukanlah seorang yang bijak bila aku mengumbar penat amarahku. Seorang yang bijak menguasai setiap perkataan yang keluar dari mulutnya!!
Tuhan, ampuni aku!
22.2.07
Kata-kata Latah
Pertanyaan dari Ut:
saya ingin mengetahui dosakah apabila kita latah,kata2 yang kita keluarkan itukan bukan dari hati kita
Jawaban:
Yang terhormat,
Terima kasih akan email anda. Penghakiman akan suatu dosa adalah di tangan Tuhan Yesus, tetapi kami dapat memberikan beberapa ayat yang dapat membantu kita semua maju dalam kebenaran:
Apa yang keluar dari mulut kita sangatlah penting karena dikatakan di Amsal 18: 21:
Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.
Jadi, apa yang kita katakan, baik ataupun buruk sangatlah menentukan apa yang kita alami di hidup ini. Tetapi, bukankah kita sering "latah" atau "terlanjur" mengatakan sesuatu? Memang ini benar, sungguh teramat sulit mengatur bibir mulut ini dan di Yakobus 3:8 tertulis:
tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.
Tetapi bagaimana? Kita kan sering tidak bermaksud mengatakan sesuatu, itu kelit kita. Jangan terkecoh! Tuhan Yesus berkata di Matius 15: 18:
Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.
Perkataan kita berasal dari hati!!
Maka daripada itu, bilamana kita mengatakan sesuatu yang tak berkenan, marilah kita periksa diri dan hati! Bilamana ada ketidak-benaran, marilah kita datang kepada Tuhan Yesus. Ia mau mengampuni, bilamana kita mengaku, menyesali, dan mengucapkan dengan sepenuh hati kebengkokan hati kita. Marilah kita berdoa bersama-sama:
Tuhan Yesus, kami sering mengucapkan hal-hal yang menyedihkan hatiMu. Ampunilah kami, Tuhan Yesus. Ubah hati kami, supaya kami boleh tambah hari bertambah murni dan tulus. Roh Kudus, jaga hati dan bibir kami,supaya semua ya semua apa yang kami katakan memuliakan dan membesarkan NamaMu. Terima kasih, Tuhan Yesus. Dalam Nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.
Terimakasih. Tuhan memberkati.
Labels: bibir, lidah, mulut, perkataan, TanyaJawab
9.2.07
Menjauhi Perkataan Orang Bebal
Amsal 14: 7
Jauhilah orang bebal, karena pengetahuan tidak kaudapati dari bibirnya.
Berapa sering kita mendengarkan omong-kosong dari si ini dan itu, baik dari televisi maupun radio? Terus-terang senang-senang juga mendengarkannya. Tetapi bilamana itu yang aku biarkan terus-menerus masuk di pikiranku, lama-lama bukankah pikiranku menjadi sebebal dan sebodoh yang mereka omongkan?
Roh Kudus, ajar aku untuk mendengarkan Hikmat Surgawi yang murni saja!
Jauhilah orang bebal, karena pengetahuan tidak kaudapati dari bibirnya.
Berapa sering kita mendengarkan omong-kosong dari si ini dan itu, baik dari televisi maupun radio? Terus-terang senang-senang juga mendengarkannya. Tetapi bilamana itu yang aku biarkan terus-menerus masuk di pikiranku, lama-lama bukankah pikiranku menjadi sebebal dan sebodoh yang mereka omongkan?
Roh Kudus, ajar aku untuk mendengarkan Hikmat Surgawi yang murni saja!
17.1.07
Kata-kata Fatal
2 Raja-raja 7: 1-2
Lalu berkatalah Elisa: "Dengarlah firman TUHAN. Beginilah firman TUHAN: Besok kira-kira waktu ini sesukat tepung yang terbaik akan berharga sesyikal dan dua sukat jelai akan berharga sesyikal di pintu gerbang Samaria." Tetapi perwira, yang menjadi ajudan raja, menjawab abdi Allah, katanya: "Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?" Jawab abdi Allah: "Sesungguhnya, engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya."
Elisa memberitakan pertolongan dari Tuhan kepada bangsa Israel terhadap serangan dan kepungan raja Aram. Tetapi ajudan raja tidak percaya dan berkata, singkatnya: "Ah, masa!" Dan karena ini, ia mati terinjak-injak besok harinya dan tidak dapat menikmati kemenangan yang luar biasa ini.
Roh Kudus, tolong aku supaya percaya dan bahkan supaya tidak terlanjur mengatakan beberapa patah kata yang kelihatannya biasa-biasa saja, tetapi merubah suatu janji berkat menjadi suatu kefatalan.
20.7.05
Mengatakan Kebenaran
Amsal 12: 19
Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata.
Seringkali kita menilai kebenaran dengan mata duniawi. Tetapi, apakah sesuatu kebenaran itu berdasarkan firman? Seorang rekan kerja (seorang anak Tuhan) kerap kali berkata, "Mati aku!" begitu melihat situasi kondisi pekerjaan yang tidak menguntungkan. Bukankah ini tidak sesuai dengan firman Tuhan yang mengatakan bahwa rancangan Tuhan adalah rancangan yang penuh harapan? (Yeremia 29: 11).
Jadi, yang dikatakan adalah bukan kebenaran yang sesuai dengan Firman. Marilah kita mengatakan apa yang sesuai dengan Firman! Ini bukan berpikir secara positif dan bukan hanya 'brainwash'. Ini adalah memproklamasikan kebenaran Tuhan. Maka, kebenaran yang dikatakan dan yang sesuai dengan Firman Tuhan akan tetap untuk selama-lamanya.






