Links
Archives
- March 2004
- May 2004
- February 2005
- March 2005
- April 2005
- May 2005
- June 2005
- July 2005
- August 2005
- September 2005
- October 2005
- November 2005
- December 2005
- January 2006
- February 2006
- March 2006
- April 2006
- May 2006
- June 2006
- July 2006
- August 2006
- September 2006
- October 2006
- November 2006
- December 2006
- January 2007
- February 2007
- March 2007
- April 2007
- May 2007
- June 2007
- July 2007
- August 2007
- September 2007
- October 2007
- November 2007
- January 2008
- May 2008
- June 2008
- September 2008
A Christian Journal for the Spiritual Growth of Christians in Indonesia. Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org (blog) adalah bagian dari Kasih Kekal www.kasihkekal.org yang berisi berita dan pemikiran kristiani singkat. Anda dapat "berlangganan" Jurnal Kasih Kekal melalui xml berikut: http://feeds.feedburner.com/JurnalKasihKekal
16.9.08
Berbondong-bondong
Matius 19: 2
Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan Iapun menyembuhkan mereka di sana.
Ada kuasa Tuhan ketika umatNya secara kolektif (jamak, berbondong-bondong) datang kepada Dia. Kabar keselamatan sering kali disampaikan secara "one on one meeting" pembicaraan 4 mata (ingat: Tuhan Yesus dan Nikodemus, Filipus dan Sida-Sida Etiopia), tetapi mujizat Tuhan sering terjadi ketika umatNya bersama-sama mencariNya dalam kesatuan. Maka perhatikanlah dua aspek ini. Pembicaraan 4 mata dengan Tuhan akan menghasilkan pengenalan akan Tuhan, tetapi ada kuasa mujizat yang sungguh nyata bilamana umatNya bersatu hati mencari Tuhan Yesus.
Ia berkarya ketika kita BERUSAHA mencari Dia.
Labels: mujizat
5.6.08
Gelisah dalam Pelayanan
Tanya:
Syaloom saya mau tanya seputar kerohanian soal nya saya masuk dalam pelayanan yg ada kesembuhan, mujijat, nebuatan, pelepasan tapi hati saya kok bertentangan dengan apa yang saya lihat, bukan berarti saya tidak percaya sama mujijat . saya terus bergumul dalam hati saya sering berontak dan bergumul tolong penjelasan dan doanya.
Jawab:
Yth.,
Saya bersyukur bahwa anda sudah rindu untuk melayani Tuhan Yesus. Sangatlah normal bilamana kemudian timbul pertanyaan dalam perjalanan iman ini.
Firman Tuhan di Roma 4: 17 berkata bahwa:
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
Ayat ini mengajar bahwa di dalam Tuhan, Roh Kudus akan menyatakan kebenaran dan memberi anda damai sejahtera dan sukacita. Bilamana selama ini anda belum mengalami ini dalam pelayanan ini, maka anda harus berdoa kepada Allah Roh Kudus untuk bimbingan dan petunjuk. Sudahkan anda berdoa?
Tujuan dari mujizat adalah untuk memberi kelegaan; tujuan pelepasan adalah untuk memberi kebebasan dari iblis, tujuan dari nubuat adalah untuk memberi petunjuk, dorongan dan semangat supaya terus dalam kehendak Tuhan. Hal-hal ini perlu dan Allah Bapa berikan semua ini sampai saat ini bagi gereja-Nya.
Tetapi, apa gunanya semua ini bilamana tidak damai sejahtera dan sukacita? Berdoalah apakah selama ini wadah ini memberi sukacita dan damai sejahtera bagi anda dan bagi yang dilayani. Bilamana ya, tetaplah setia. Bilamana tidak, berdoalah kepada Tuhan supaya memberi petunjuk di mana anda dapat melayani dan buah Roh Kudus boleh sungguh nyata. Pastilah Roh Kudus akan memberi petunjuk dengan terang, tegas dan jelas.
Saya berdoa bahwa anda boleh dipakai Tuhan sendiri untuk menjadi hamba Tuhan yang luar biasa, Roh Kudus yang ada di dalam anda adalah Roh Tuhan sendiri dan oleh karenaNya, pelayanan anda akan berbuah-buah dengan tak berkesudahan. Tuhan memberkati.
Kasih Kekal
Labels: mujizat, pelayanan, TanyaJawab
28.5.08
Ada Harapan
Pengkhotbah 9: 4
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati.
Terkadang aku kecil hati dan merasa hidup ini tertekan. Jadi, apa bedanya dengan orang fasik? Ternyata satu hal, karena Roh Tuhan hidup dalamku dan oleh karenaNya aku hidup, maka aku boleh punya harapan. Itulah bedaku!! Ada harapan, ada iman, hati Tuhan disenangkan oleh percayaku, belas kasihan-Nya luluh, Ia pasti akan lakukan mujizat besar di hidupku. Halleluyah!
Terkadang aku kecil hati dan merasa hidup ini tertekan. Jadi, apa bedanya dengan orang fasik? Ternyata satu hal, karena Roh Tuhan hidup dalamku dan oleh karenaNya aku hidup, maka aku boleh punya harapan. Itulah bedaku!! Ada harapan, ada iman, hati Tuhan disenangkan oleh percayaku, belas kasihan-Nya luluh, Ia pasti akan lakukan mujizat besar di hidupku. Halleluyah!
20.8.07
Kenal Jalan Tuhan, Kenal Perbuatan-Nya
Mazmur 103: 7
Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan-Nya kepada orang Israel.
Seringkali aku rindu untuk melihat dan mengalami perbuatan-perbuatan ajaib Tuhan! Itu baik! Untuk itu aku harus mau mengizinkannya untuk mengenal jalan-jalanNya. Ini aku bakal dapatkan dari pengertian akan Firman Tuhan. Tetapi seperti bangsa Israel yang belajar dari Musa, aku harus bersedia belajar dari pemimpin-pemimpinku untuk memperkenalkan jalan-jalan Tuhan. Janganlah aku sering berfikir bahwa aku sudah tahu segalanya! Aku harus mau merendahkan hati dan mengikuti pemimpin yang sudah Tuhan berikan di atasku.
Kenal jalan Tuhan dahulu, maka pastilah aku kenal perbuatanNya yang sungguh ajaib!
Labels: mujizat
26.7.07
Mengikuti Meskipun Buta
Matius 9: 27
Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: "Kasihanilah kami, hai Anak Daud." Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Mereka menjawab: "Ya Tuhan, kami percaya. Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu."
Dua orang buta mengikuti Tuhan Yesus. Bukankah ini suatu hal yang aneh? Bagaimana orang-orang yang buta, bisa mengikuti Seseorang? Pastilah mereka tersandung-sandung. Pastilah mereka mengalami banyak halangan. Dan, pastilah mereka mendapat bantuan dari yang dapat melihat. Tetapi, mereka terus mengikuti!
Demikianlah dengan hidup kita sekalian! Bukankah seringkali kita ini masih buta akan rencana Tuhan di dalam hidup ini? Bukankah sering kita hanya bisa meraba-raba? Seringkali kita terantuk, jatuh, tersandung dan terhalang.
Dikatakan bahwa kedua orang buta itu mengikuti Yesus sampai Ia masuk ke dalam sebuah rumah; ini berarti bahwa ada perjalanan yang cukup jauh ditempuh. Tetapi apakah mereka menyerah? Apakah mereka putus-asa? TIDAK! Mereka jalan terus sampai mereka bertemu Tuhan Yesus.
Seperti kedua orang buta itu, orang percaya harus jalan terus. Berarti tanpa putus asa kita harus ikut Tuhan Yesus. Kalau perlu minta tolong yang bisa melihat. Marilah kita merendahkan diri dan meminta petunjuk dari orang-orang yang sudah mengerti akan kasih Tuhan Yesus. Jalan terus! Terseok-seok mungkin! Tetapi berserulah dan carilah Tuhan Yesus. Tidak tinggal diam, tetapi sampai kita boleh menghadap muka dengan muka dengan-Nya! Dan oleh karena iman kita, maka mata kita boleh dicelikkan. Jalan Tuhan dibukakan! Rencana Tuhan disingkapkan! Kesehatan kita dipulihkan! Mujizat terjadi! Hidup kita diangkat! Haleluya!
13.7.07
HANYA!
Bilangan 13: 27-28
Mereka menceritakan kepadanya: "Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya. Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana.
Inilah pendapat dari 10 dari 12 pengintai yang Musa kirim untuk melihat tanah yang sudah dijanjikan sendiri oleh Tuhan. Tetapi, sayang sungguh teramat sayang, mereka menggunakan satu kata, yang membunuh iman seluruh bangsa Israel, yaitu kata, HANYA!!!
Pernahkah aku mendengar janji Tuhan, tetapi kemudian mendebatnya dengan kata HANYA? Ini kata yang sangat gawat dan berbahaya. Satu kata, tetapi membantah dan meragukan kuasa Tuhan. HANYA! Satu kata yang melihat kekecilan diri sendiri! HANYA! Satu kata yang tidak melihat kemampuan mujizat Tuhan! HANYA! Satu kata yang membunuh satu generasi di padang gurun.
Apakah seharusnya responsku ketika mendengar kata ini di hatiku? Seperti Kaleb di Bilangan 13: 30 yang berkata: "Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!", maka aku harus dengan segera mengatakan TIDAK kepada semua hanya dan semua keraguan. Kuasa pertolongan Tuhan dan mujizatNya lebih mampu dan besar dari segala tantangan dan persoalan.
Tuhan, aku mau terus percaya dan menolak habis semua ketidak-percayaan! Roh Kudus, tolong aku untuk terus percaya akan segala karya Bapa!
Sumber: Setelah Mendengar Kotbah Pdt. Jusuf Roni
Mereka menceritakan kepadanya: "Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya. Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana.
Inilah pendapat dari 10 dari 12 pengintai yang Musa kirim untuk melihat tanah yang sudah dijanjikan sendiri oleh Tuhan. Tetapi, sayang sungguh teramat sayang, mereka menggunakan satu kata, yang membunuh iman seluruh bangsa Israel, yaitu kata, HANYA!!!
Pernahkah aku mendengar janji Tuhan, tetapi kemudian mendebatnya dengan kata HANYA? Ini kata yang sangat gawat dan berbahaya. Satu kata, tetapi membantah dan meragukan kuasa Tuhan. HANYA! Satu kata yang melihat kekecilan diri sendiri! HANYA! Satu kata yang tidak melihat kemampuan mujizat Tuhan! HANYA! Satu kata yang membunuh satu generasi di padang gurun.
Apakah seharusnya responsku ketika mendengar kata ini di hatiku? Seperti Kaleb di Bilangan 13: 30 yang berkata: "Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!", maka aku harus dengan segera mengatakan TIDAK kepada semua hanya dan semua keraguan. Kuasa pertolongan Tuhan dan mujizatNya lebih mampu dan besar dari segala tantangan dan persoalan.
Tuhan, aku mau terus percaya dan menolak habis semua ketidak-percayaan! Roh Kudus, tolong aku untuk terus percaya akan segala karya Bapa!
Sumber: Setelah Mendengar Kotbah Pdt. Jusuf Roni
24.6.07
Putus Asa Atau Pasrah?
Yesaya 40: 31
tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.
Apakah perbedaan seorang yang putus asa atau yang sungguh-sungguh pasrah akan Tuhan? Mungkin dari pengamatan sesaat, terlihat bahwa seseorang kelihatan loyo dan lemah. Tetapi, apakah ia sebenarnya putus asa atau pasrah? Satu perbedaan: Orang yang sungguh-sungguh pasrah masih punya pengharapan terhadap Tuhan. Dan kalau ia berharap terhadap Tuhan, maka mujizat akan terjadi dan pastilah hidupnya akan menjulang tinggi, bahkan terlebih tinggi dari yang pernah ia alami. Puji Nama Tuhan!
Labels: harap, mujizat, penyertaan
10.5.07
Hasil Pujian Syukur
Yohanes 6: 11
Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.
Aku baru membaca Yohanes 6 yang menceritakan Tuhan Yesus memberi makan 5000 orang dengan 5 roti 2 ikan. Dikatakan di ayat 11 bahwa Yesus 'mengucap syukur', padahal kalau di injil Markus dan Lukas, tertulis bahwa Yesus 'mengucapkan berkat' sebelum memecah-mecah roti. Pernah nggak kita tanya, mengapa Yesus, Pribadi bagian dari Trinitas, yang menciptakan Langit dan Bumi dengan kata-kata saja, mengapa Dia perlu repot-repot mengucapkan syukur? Siapa yang Dia perlu beri terima kasih itu? Mestinya kan tak perlu??
Ternyata ketika Ia mengucapkan syukur, Ia mengucapkan berkat. Ketika syukur dikatakan, barulah disitu mujizat terjadi. 5 roti 2 ikan cukup untuk 5000 orang makan sampai kenyang dan sebanyak yang mereka kehendaki, bahkan lebih. Memang, mujizat Tuhan selalu memuaskan. Ini juga terjadi di hidup Raja Yosafat (2 Tawarikh 20: 21-22); ketika ucapan syukur dinaikkan, dibuatlah Tuhan penghadangan atas musuh-musuh Israel dan bangsa Israel menerima berkat yg luar biasa dan bahkan tak dapat mereka tampung (ay. 25).
Tuhan, aku naikkan syukur padaMu! Dan aku tahu sekarang, mujizat-Mu terjadi di kala aku mengucapkan puji syukur tersebut!
4.5.07
Dipuaskan Oleh Mujizat-Nya
Yohanes 2: 10-11
...dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang." Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.
Karya mujizat Tuhan Yesus di hidup orang percaya selalu memberi kepuasan dan sukacita yang melimpah, bahkan jauh melebihi dari apa yang manusia tawarkan. Betapapun sukses dan bahagia seseorang boleh alami atau rasakan di dalam hidup ini, di dalam Yesus, ada kepuasan dan sukacita yang melebihi segala hal. Namun, jangan sampai dalam sukacita yang besar, aku lupa akan Dia. Tetapi biarlah melalui mujizat Tuhan, hati ini bertambah percaya dan Yesus tambah dipermuliakan di hidupku.
Tuhan Yesus, biarlah karya mujizatMu memberiku kepuasan dan sukacita sejati!
Labels: mujizat






