Links
Archives
- March 2004
- May 2004
- February 2005
- March 2005
- April 2005
- May 2005
- June 2005
- July 2005
- August 2005
- September 2005
- October 2005
- November 2005
- December 2005
- January 2006
- February 2006
- March 2006
- April 2006
- May 2006
- June 2006
- July 2006
- August 2006
- September 2006
- October 2006
- November 2006
- December 2006
- January 2007
- February 2007
- March 2007
- April 2007
- May 2007
- June 2007
- July 2007
- August 2007
- September 2007
- October 2007
- November 2007
- January 2008
- May 2008
- June 2008
- September 2008
A Christian Journal for the Spiritual Growth of Christians in Indonesia. Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org (blog) adalah bagian dari Kasih Kekal www.kasihkekal.org yang berisi berita dan pemikiran kristiani singkat. Anda dapat "berlangganan" Jurnal Kasih Kekal melalui xml berikut: http://feeds.feedburner.com/JurnalKasihKekal
5.6.08
Gelisah dalam Pelayanan
Tanya:
Syaloom saya mau tanya seputar kerohanian soal nya saya masuk dalam pelayanan yg ada kesembuhan, mujijat, nebuatan, pelepasan tapi hati saya kok bertentangan dengan apa yang saya lihat, bukan berarti saya tidak percaya sama mujijat . saya terus bergumul dalam hati saya sering berontak dan bergumul tolong penjelasan dan doanya.
Jawab:
Yth.,
Saya bersyukur bahwa anda sudah rindu untuk melayani Tuhan Yesus. Sangatlah normal bilamana kemudian timbul pertanyaan dalam perjalanan iman ini.
Firman Tuhan di Roma 4: 17 berkata bahwa:
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
Ayat ini mengajar bahwa di dalam Tuhan, Roh Kudus akan menyatakan kebenaran dan memberi anda damai sejahtera dan sukacita. Bilamana selama ini anda belum mengalami ini dalam pelayanan ini, maka anda harus berdoa kepada Allah Roh Kudus untuk bimbingan dan petunjuk. Sudahkan anda berdoa?
Tujuan dari mujizat adalah untuk memberi kelegaan; tujuan pelepasan adalah untuk memberi kebebasan dari iblis, tujuan dari nubuat adalah untuk memberi petunjuk, dorongan dan semangat supaya terus dalam kehendak Tuhan. Hal-hal ini perlu dan Allah Bapa berikan semua ini sampai saat ini bagi gereja-Nya.
Tetapi, apa gunanya semua ini bilamana tidak damai sejahtera dan sukacita? Berdoalah apakah selama ini wadah ini memberi sukacita dan damai sejahtera bagi anda dan bagi yang dilayani. Bilamana ya, tetaplah setia. Bilamana tidak, berdoalah kepada Tuhan supaya memberi petunjuk di mana anda dapat melayani dan buah Roh Kudus boleh sungguh nyata. Pastilah Roh Kudus akan memberi petunjuk dengan terang, tegas dan jelas.
Saya berdoa bahwa anda boleh dipakai Tuhan sendiri untuk menjadi hamba Tuhan yang luar biasa, Roh Kudus yang ada di dalam anda adalah Roh Tuhan sendiri dan oleh karenaNya, pelayanan anda akan berbuah-buah dengan tak berkesudahan. Tuhan memberkati.
Kasih Kekal
Labels: mujizat, pelayanan, TanyaJawab
3.11.07
Yang Di Dalam Pikiranku
Nehemia 2: 3
Jawabku kepada raja: "Hiduplah raja untuk selamanya! Bagaimana mukaku tidak akan muram, kalau kota, tempat pekuburan nenek moyangku, telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api?"
Kesedihan Nehemia bukan karena kemalangan yang menimpanya. Melainkan karena pikirannya terpenuhi dengan beban visi ilahi yang Tuhan telah berikan kepadanya. Ia sedih bukan karena untuk kebutuhannya sendiri. Ia sedih karena rencana Tuhan masih belum terlaksana.
Apakah yang memenuhi benakku? Kepentingan diri sendiri atau kepentingan Tuhan?
Labels: Kerajaan Surga, pelayanan, visi
6.10.07
Menangisi Saudara-Saudariku
Nehemiah 1: 3-4
Kata mereka kepadaku: "Orang-orang yang masih tinggal di daerah sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran besar dan dalam keadaan tercela. Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar." Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit,
Tidak banyak orang yang begitu peduli akan keberadaan dan keadaan sesama umat percaya. Biasanya setelah aku mendengar akan seseorang dalam kesulitan, aku cuma merasa kasihan. Itu saja. Tetapi Nehemiah lain. Ia menangisi dan berkabung bagi mereka. Bukan itu saja, ia berpuasa dan berdoa. Koq bisa?
Tuhan, ku mau belajar mendoakan saudara-saudariku!
20.9.07
Menggenapi Tugas-Nya
Ezra 1: 1-2
Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini: "Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda.
Koresh, seorang raja yang bukan berasal dari bangsa Israel (alias bukan umat pilihan), taat melakukan tugas yang diberikan Tuhan di dalam hidupnya. Terlebih lagi, ia membantu membangun kembali bait Allah.
Bukankah ini sesuatu cambuk bagiku, anak dari Raja segala raja itu sendiri, untuk melakukan segala tugas yang Ia tentukan untukku? Bukankah indah bilamana tubuh ini, yaitu bait kudusnya ini, terbangun baik dan kudus bagi kemuliaan-Nya? Bukankah juga luar biasa kalau aku boleh tersangkut-paut dan mempunyai visi untuk membangun rumah Tuhan?
Tuhan, aku rindu supaya semua tugas yang Kau berikan di hidupku ini tergenapi!
Labels: Kerajaan Surga, pelayanan, peringatan
24.8.07
Ibadah Yang Sejati
Roma 12: 1
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
Kata ibadah di sini (Yun: Latreia) mengandung arti penyembahan (worship) dan pelayanan (service). Ibadah itu bukan saja sekedar datang ke gereja, melainkan hidup sehari-hari yang kudus dan pelayanan yang berkenan. Jadi, jangan hidup seenaknya sendiri aja, tetapi aku harus hidup menurut ketetapan Tuhan dan melayani dengan standard "Apakah Tuhan sudah berkenan?"
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
Kata ibadah di sini (Yun: Latreia) mengandung arti penyembahan (worship) dan pelayanan (service). Ibadah itu bukan saja sekedar datang ke gereja, melainkan hidup sehari-hari yang kudus dan pelayanan yang berkenan. Jadi, jangan hidup seenaknya sendiri aja, tetapi aku harus hidup menurut ketetapan Tuhan dan melayani dengan standard "Apakah Tuhan sudah berkenan?"
Labels: korban, pelayanan, penyembahan






