A Christian Journal for the Spiritual Growth of Christians in Indonesia. Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org (blog) adalah bagian dari Kasih Kekal www.kasihkekal.org yang berisi berita dan pemikiran kristiani singkat. Anda dapat "berlangganan" Jurnal Kasih Kekal melalui xml berikut: http://feeds.feedburner.com/JurnalKasihKekal

21.9.07

Hindarilah Kawin Campur


Ezra 9: 12


Jadi sekarang janganlah kamu memberikan anak-anak perempuanmu kepada anak lelaki mereka, ataupun mengambil anak-anak perempuan mereka untuk anak-anak lelakimu. Janganlah kamu mengikhtiarkan kesejahteraan dan kebahagiaan mereka untuk selama-lamanya, supaya kamu menjadi kuat, mengecap hasil tanah yang baik, dan mewariskan tanah itu kepada anak-anakmu untuk selama-lamanya.

Seorang anak Tuhan yang menikah dengan orang yang tidak percaya akan Tuhan Yesus sungguh sulit hidupnya. Orang itu akan menjadi lemah, tidak menikmati hasil jerih-payahnya dan anak-anaknya kehilangan warisan yang Bapa di surga janjikan. Hanyalah bilamana pasangan ini berpaling dan bertobat kepadaNya maka hal ini terhindari.


Labels: ,

20.9.07

Menggenapi Tugas-Nya


Ezra 1: 1-2


Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini: "Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda.

Koresh, seorang raja yang bukan berasal dari bangsa Israel (alias bukan umat pilihan), taat melakukan tugas yang diberikan Tuhan di dalam hidupnya. Terlebih lagi, ia membantu membangun kembali bait Allah.

Bukankah ini sesuatu cambuk bagiku, anak dari Raja segala raja itu sendiri, untuk melakukan segala tugas yang Ia tentukan untukku? Bukankah indah bilamana tubuh ini, yaitu bait kudusnya ini, terbangun baik dan kudus bagi kemuliaan-Nya? Bukankah juga luar biasa kalau aku boleh tersangkut-paut dan mempunyai visi untuk membangun rumah Tuhan?

Tuhan, aku rindu supaya semua tugas yang Kau berikan di hidupku ini tergenapi!

Labels: , ,

10.9.07

Menyimpan Janji-Nya


Mazmur 119: 1

Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

Tidak menyimpan janji Tuhan, alias lupa, bisa berakibat jatuh dalam dosa? Ini tak pernah kusimak sebelumnya. Juga tertulis di Mazmur 78: 32: Sekalipun demikian mereka masih saja berbuat dosa dan tidak percaya kepada perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib.

Betap sering aku sudah tahu tetapi masih sering kurang percaya kepada janji-janjiNya? Ampun, Tuhan!

Roh Kudus, aku mau menyimpan dan terus percaya akan janji Allah Bapa yang begitu indah!


Labels: ,

9.8.07

Dia Memperingatkan


Beberapa jam yang lalu sebuah gempa bumi yang cukup keras terjadi di perairan luar Jakarta. Berapa gawat? Belum tahulah kita semua. Tetapi yang pasti bumi terguncang dan jutaan jiwa merasakannya.

Adalah normal untuk merasa takut. Tetapi apakah respons umat percaya ketika ini terjadi? Aku teringat akan Yoel 2: 12-13:

"Tetapi sekarang juga," demikianlah firman TUHAN, "berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh." Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya.

Tuhan Yesus meminta pertobatan. Boleh dikatakan, Ia memohon pertobatan. Dia, SANG Maha Kuasa, meminta kita sekalian untuk berbalik. Jangan tunggu sampai ada bencana yang besar. Dengarkanlah suara-Nya! Kalau mungkin gempa ini masih hanya sekedar tanda, jangan tunda-tunda pertobatanmu! Bilamana sudah bertobat, janganlah bermalas-malasan mencari Dia selama Dia masih sudi dicari! Kalaupun sudah menemukan, janganlah henti melayani selama masih ada waktu!

Marilah terus maju di dalam Dia! Hanya di dalam kepercayaan dan pasrah kepadaNya sajalah ada perlindungan dan keselamatan!

Roh Kudus, kami mau selamat hanya dengan hanya percaya kepada Tuhan Yesus! Tolong kami supaya kami semua, ya kami semua boleh mencapai garis akhir, kapanpun itu juga, dengan baik!

Labels: ,

7.7.07

Tempat Jauh Dari Malapetaka


Amsal 5: 14


Aku nyaris terjerumus ke dalam tiap malapetaka di tengah-tengah jemaah dan perkumpulan."

Inilah betapa pentingnya aku berada di antara kalangan kaum percaya. Ayat ini dengan jelas mengajar bahwa meskipun aku berada di tengah-tengah jemaah (arti: banyak orang percaya yang di sekelilingku, mengawasi dan mendukungku dan juga ada banyak nasehat yang baik), di situpun hidup ini masih rentan dan dekat dengan bahaya. Maka daripada itu, perlu tambah hari tambah dekat dengan Tuhan. Hanya Ia yang dapat melindungi.

Tuhan, aku berdoa seperti Yabes di 1 Tawarikh 4: 10: "Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!"

Labels: ,

18.6.07

Dipercayai


Dikasihi tidaklah sama dengan dipercayai. Seorang anak yang dikasihi oleh bapanya, belumlah tentu dipercayai untuk mengemudikan sebuah mobil. Ia harus menjadi dewasa, barulah ia dipercayai.

Kita sebagai seorang anak Tuhan selalu dikasihi oleh Bapa kita di surga. Tetapi, apakah kita sudah tumbuh dewasa rohani untuk mendapatkan kepercayaan dari-Nya?

Sumber: Frans M. Wirayadi

Labels:

18.4.07

Menerima Instruksi


Mazmur 25: 9


Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.

Seseorang bertanya kepadaku mengenai sebuah instruksi pengajaran yang kita dengar bersama. Ia bertanya kemudian apakah boleh boleh saja untuk mengambil suatu jalan pendek dalam melakukan instruksi tersebut? Aku menjawab mengapa tidak melakukan instruksi semula saja, karena itupun tak terlalu sulit dilakukan.

Kita harus belajar mengikuti instruksi dari Tuhan apa adanya. Seringkali, supaya "mudah", kita sering menawar-nawar perintah Tuhan. Biarlah hati kita merendahkan diri dan belajar melakukan instruksi Tuhan tepat seperti yang Ia telah perintahkan.

Labels:

12.4.07

Santun


Mazmur 2: 11


Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar,

Memang zaman ini adalah zaman karunia di mana Tuhan mencurahkan kasihNya dengan tiada batas. Tetapi ini bukan berarti tindak-tandukku bisa seenaknya sendiri saja di waktu ibadah. Dia adalah Tuhan dan aku perlu menghormatinya. Biarlah Roh Kudus mengajar diriku santun surgawi!

Labels: ,

5.3.07

Tuhan Tidak Berhenti Mendidik


Amsal 3: 11


Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya.

Kalau aku bertambah umur, seringkali aku merasa sudah menjadi ahli mengenai perihal sesuatu. Yang repot, kalau ada teguran atau pengarahan dari hamba-hamba Tuhan, hati ini sering memberontak. Tetapi didikan Tuhan tidak mengenal umur. Aku adalah anak-Nya dan Ia tidak akan berhenti-hentinya menegur dan mengasah diri ini. Apakah aku mau ini?

Tuhan, sering aku merasa kesulitan untuk ditegur. Bimbing aku Roh Kudus, dengan lemah lembut, supaya hatiku selalu siap dibentuk dan jalanku lurus selalu.

Labels: ,

17.1.07

Kata-kata Fatal


2 Raja-raja 7: 1-2


Lalu berkatalah Elisa: "Dengarlah firman TUHAN. Beginilah firman TUHAN: Besok kira-kira waktu ini sesukat tepung yang terbaik akan berharga sesyikal dan dua sukat jelai akan berharga sesyikal di pintu gerbang Samaria." Tetapi perwira, yang menjadi ajudan raja, menjawab abdi Allah, katanya: "Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?" Jawab abdi Allah: "Sesungguhnya, engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya."

Elisa memberitakan pertolongan dari Tuhan kepada bangsa Israel terhadap serangan dan kepungan raja Aram. Tetapi ajudan raja tidak percaya dan berkata, singkatnya: "Ah, masa!" Dan karena ini, ia mati terinjak-injak besok harinya dan tidak dapat menikmati kemenangan yang luar biasa ini.

Roh Kudus, tolong aku supaya percaya dan bahkan supaya tidak terlanjur mengatakan beberapa patah kata yang kelihatannya biasa-biasa saja, tetapi merubah suatu janji berkat menjadi suatu kefatalan.

Labels: , , , , ,

16.11.06

Janganlah Beria-ria Akan Terjatuhnya Musuh!


Amsal 24: 17-18

Jangan bersukacita kalau musuhmu jatuh, jangan hatimu beria-ria kalau ia terperosok, supaya TUHAN tidak melihatnya dan menganggapnya jahat, lalu memalingkan murkanya dari pada orang itu.

Ayat ini sungguh aneh. Kalau aku ingin Tuhan tidak memalingkan murkanya kepada orang fasik, dengan lain kata aku ingin hukuman Tuhan tuntas, maka janganlah aku bersukacita dan beria-ria akan kejatuhan orang fasik.

Oh Tuhan, di dalam segala hal ajarlah aku untuk tidak beria-ria akan kemalangan dan kejatuhan. Hanya Engkau dan Engkau sendiri yang berkuasa untuk menghakimi!

Labels:

This page is powered by Blogger. Isn't yours?