Links
Archives
- March 2004
- May 2004
- February 2005
- March 2005
- April 2005
- May 2005
- June 2005
- July 2005
- August 2005
- September 2005
- October 2005
- November 2005
- December 2005
- January 2006
- February 2006
- March 2006
- April 2006
- May 2006
- June 2006
- July 2006
- August 2006
- September 2006
- October 2006
- November 2006
- December 2006
- January 2007
- February 2007
- March 2007
- April 2007
- May 2007
- June 2007
- July 2007
- August 2007
- September 2007
- October 2007
- November 2007
- January 2008
- May 2008
- June 2008
- September 2008
- April 2010
A Christian Journal for the Spiritual Growth of Christians in Indonesia. Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org (blog) adalah bagian dari Kasih Kekal www.kasihkekal.org yang berisi berita dan pemikiran kristiani singkat. Anda dapat "berlangganan" Jurnal Kasih Kekal melalui xml berikut: http://feeds.feedburner.com/JurnalKasihKekal
28.7.07
Roh Yang Mudah Taat
Mazmur 8: 2
Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.
Pagi ini, ketika keluargaku memuji Tuhan bersama-sama dan memuliakan-Nya dengan suara keras, tiba-tiba putriku, yang masih hanya mendekati 1 tahun umurnya, memukul-mukul drum mainan yang ia punya. Ia memuji bersama-sama dengan orang tuanya!!
Sukacitaku bukan karena anakku kelihatan lucu. Tetapi, karena Tuhan mengajar dan menunjukkan bahwa seorang anak kecil, rohnya akan demikian dengan mudah taat akan petunjuk Roh Kudus untuk memuji-muji Tuhan! Bagaimana denganku, seorang dewasa?
Tuhan, seperti seorang anak kecil yang penuh dengan ketaatan, itulah aku mau belajar menyembahMu!
Labels: penyembahan, pujian
27.7.07
Kuasa di Dalam Pujian
Mazmur 8: 2
Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.
Tuhan Yesus menggunakan ayat ini ketika ia berkata di Matius 21: 16: Kata Yesus kepada mereka: "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?"
Mengapa? Ia mengartikan bahwa puji-pujian adalah sama dengan dasar kekuatan yang Ia letakkan, untuk membungkamkan musuh dan pendendam. Tuhan Yesus berkata bahwa di dalam pujian Ia memberi kuasa untuk memukul balik lawan kita, yaitu kuasa jahat. Haleluya! Pujilah Tuhan dengan segenap hatimu maka musuh-musuhmu akan mundur dari hidupmu.
Tuhan, ajarku untuk memuji hanya dengan dasar kuasa kekuatan-Mu!
10.5.07
Hasil Pujian Syukur
Yohanes 6: 11
Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.
Aku baru membaca Yohanes 6 yang menceritakan Tuhan Yesus memberi makan 5000 orang dengan 5 roti 2 ikan. Dikatakan di ayat 11 bahwa Yesus 'mengucap syukur', padahal kalau di injil Markus dan Lukas, tertulis bahwa Yesus 'mengucapkan berkat' sebelum memecah-mecah roti. Pernah nggak kita tanya, mengapa Yesus, Pribadi bagian dari Trinitas, yang menciptakan Langit dan Bumi dengan kata-kata saja, mengapa Dia perlu repot-repot mengucapkan syukur? Siapa yang Dia perlu beri terima kasih itu? Mestinya kan tak perlu??
Ternyata ketika Ia mengucapkan syukur, Ia mengucapkan berkat. Ketika syukur dikatakan, barulah disitu mujizat terjadi. 5 roti 2 ikan cukup untuk 5000 orang makan sampai kenyang dan sebanyak yang mereka kehendaki, bahkan lebih. Memang, mujizat Tuhan selalu memuaskan. Ini juga terjadi di hidup Raja Yosafat (2 Tawarikh 20: 21-22); ketika ucapan syukur dinaikkan, dibuatlah Tuhan penghadangan atas musuh-musuh Israel dan bangsa Israel menerima berkat yg luar biasa dan bahkan tak dapat mereka tampung (ay. 25).
Tuhan, aku naikkan syukur padaMu! Dan aku tahu sekarang, mujizat-Mu terjadi di kala aku mengucapkan puji syukur tersebut!
3.5.07
Pemuji Yang Gagah Berani
2 Tawarikh 20: 21
Setelah ia berunding dengan rakyat, ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk TUHAN dan memuji TUHAN dalam pakaian kudus yang semarak pada waktu mereka keluar di muka orang-orang bersenjata, sambil berkata: "Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi TUHAN, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"
Ternyata sifat dari seorang pemuji Tuhan haruslah gagah-berani. Raja Yosafat menempatkan pemuji Tuhan di muka dan bukan di belakang orang-orang bersenjata. Ini berarti bahwa puji-pujian yang dinyanyikan oleh orang-orang yang gagah berani (yaitu, orang-orang yang beriman bahwa Tuhan beserta) adalah barisan pendobrak pertama menghadapi suatu masalah. Maka bilamana aku menghadapi suatu masalah, maka biarlah menyanyikan puji-pujian yang penuh iman percaya menjadi hal pertama yang kulakukan. Apa yang terjadi bilamana puji-pujian dinyanyikan? Tertulis di ayat 22 :
Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat Tuhanlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah.
Tuhan sendirilah yang berperang bagi kita. Tuhan beserta di dalam puji-pujian. Dialah yang akan memecahkan semua tantangan, problem dan tekanan bilamana kita menyanyikan puji sembah!
Labels: penyembahan, penyertaan, pujian
15.3.07
Mandat Dari Atas
1 Tawarikh 25: 1-2
Selanjutnya untuk ibadah Daud dan para panglima menunjuk anak-anak Asaf, anak-anak Heman dan anak-anak Yedutun. Mereka bernubuat dengan diiringi kecapi, gambus dan ceracap. Daftar orang-orang yang bekerja dalam ibadah ini ialah yang berikut: dari anak-anak Asaf ialah Zakur, Yusuf, Netanya dan Asarela, anak-anak Asaf di bawah pimpinan Asaf, yang bernubuat dengan petunjuk raja.
Bani Asaf, Heman dan Yedutun ditunjuk oleh Raja Daud untuk menjadi pemimpin puji-pujian bangsa Israel. Apakah begitu saja mereka memimpin? Ayat ini mengajarku bahwa tugas mereka bukanlah hanya bernyanyi saja, tetapi bernubuat dengan petunjuk raja. Ini berarti bahwa tugas orang-orang yang telah ditunjuk di bagian musik dan pujian adalah untuk melaksanakan petunjuk dan mandat dari atasan. Siapakah atasan-nya? Ya tentunya penggembalaan yang telah ditunjuk oleh Tuhan di atas mereka.
Jadi, pimpinan mendapatkan inspirasi mandat dari Tuhan. Kemudian, pimpinan memberikan mandat kepada pemusik. Pemusik bernyanyi dan berkata-kata sesuai petunjuk. Apakah hasilnya? Jemaah mendapat pengertian dan firman dari Tuhan.
Labels: penyembahan, pujian
14.3.07
Menyambut
Nehemia 8: 7
Lalu Ezra memuji TUHAN, Allah yang maha besar, dan semua orang menyambut dengan: "Amin, amin!", sambil mengangkat tangan. Kemudian mereka berlutut dan sujud menyembah kepada TUHAN dengan muka sampai ke tanah.
Aku mau belajar menyambut apa yang disampaikan di mimbar, baik firman Tuhan maupun puji-pujian. Biarlah perkataanku, gerak-gerik dari semua anggota tubuhku dan terutama, hatiku menyambut dan mengamini kebenaran yang disampaikan. Biarlah sikapku bukanlah ketidak-acuhan, melainkan sikap yang hormat dan penuh sembah.
Labels: penyembahan, perkataan, pujian






