Links
Archives
- March 2004
- May 2004
- February 2005
- March 2005
- April 2005
- May 2005
- June 2005
- July 2005
- August 2005
- September 2005
- October 2005
- November 2005
- December 2005
- January 2006
- February 2006
- March 2006
- April 2006
- May 2006
- June 2006
- July 2006
- August 2006
- September 2006
- October 2006
- November 2006
- December 2006
- January 2007
- February 2007
- March 2007
- April 2007
- May 2007
- June 2007
- July 2007
- August 2007
- September 2007
- October 2007
- November 2007
- January 2008
- May 2008
- June 2008
- September 2008
- April 2010
A Christian Journal for the Spiritual Growth of Christians in Indonesia. Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org (blog) adalah bagian dari Kasih Kekal www.kasihkekal.org yang berisi berita dan pemikiran kristiani singkat. Anda dapat "berlangganan" Jurnal Kasih Kekal melalui xml berikut: http://feeds.feedburner.com/JurnalKasihKekal
8.11.07
Membangun Kembali
Nehemia 2: 5
kemudian jawabku kepada raja: "Jika raja menganggap baik dan berkenan kepada hambamu ini, utuslah aku ke Yehuda, ke kota pekuburan nenek moyangku, supaya aku membangunnya kembali."
Hati Nehemia tertambat ke Yehuda, tempat nenek-moyangnya berasal. Bagaimana dengan hatiku? Ingatkah aku akan asal-usulku di mana aku dilahirkan baru dalam Kristus? Apakah aku mementingkan pembangunan Kerajaan Bapaku? Maukah aku diutus dan memikirkan akan puing-puing yang terserak, yaitu jiwa-jiwa yang terhilang?
Bapa, aku mau ikut serta membangun Kerajaan Surga! Biarlah Engkau memakaiku untuk menjangkau jiwa-jiwa!
Labels: Kerajaan Surga, Keselamatan, visi
3.11.07
Yang Di Dalam Pikiranku
Nehemia 2: 3
Jawabku kepada raja: "Hiduplah raja untuk selamanya! Bagaimana mukaku tidak akan muram, kalau kota, tempat pekuburan nenek moyangku, telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api?"
Kesedihan Nehemia bukan karena kemalangan yang menimpanya. Melainkan karena pikirannya terpenuhi dengan beban visi ilahi yang Tuhan telah berikan kepadanya. Ia sedih bukan karena untuk kebutuhannya sendiri. Ia sedih karena rencana Tuhan masih belum terlaksana.
Apakah yang memenuhi benakku? Kepentingan diri sendiri atau kepentingan Tuhan?
Labels: Kerajaan Surga, pelayanan, visi






