Links
Archives
Soli Deo Gloria
September 01, 2006
Tangan Tuhan di dalam Hidupku
Dikutip dengan seizin Pondok Hayat. Hak Cipta (c) 2006 Pondok Hayat www.pondokhayat.org Dilarang keras untuk mengutip dan mengedarkan kesaksian ini dalam bentuk apapun tanpa seizin Pelayanan Pondok Hayat
Aku seorang gadis yang hamil di luar nikah (dengan pacar). Begitu aku telat datang bulan, aku langsung periksa dan dokter mengatakan aku positif hamil. Saat itu aku bingung sekali, aku mengatakan ke pacarku dan dia marah sekali. Tanpa sepengetahuanku dia meninggalkan aku begitu saja.
Karena takut kehamilanku diketahui bosku, aku keluar dari pekerjaanku. Aku tidak berani pulang karena takut keluargaku marah, akhirnya aku kost. Semakin hari perutku semakin besar, aku semakin bingung. Karena keputusasaanku aku berusaha menggugurkan kandunganku. Aku meulai mengkomsumsi obat-obatan, mulai dari yang murah sampai yang mahal dan juga ke dukun beranak, namun semuanya tidak berhasil. Akupun pergi ke dokter kandungan untuk kiret, biayanya sangat mahal dan aku harus membayar uang muka sebesar Rp. 500.000,-. Pada saat masuk ruangan untuk kiret, aku melihat darah satu ember penuh dan karena takut aku tidak jadi kiret.
Di rumah aku putuskan untuk minum jamu-jamuan dan alkohol yang khusus untuk menggugurkan kandungan sampai akhirnya bukan janinku yang gugur malah aku yang masuk rumah sakit karena kehilangan cairan. Setelah keluar dari rumah sakit, aku hanya bisa menangis dan menyesali nasibku. Karena putus asa aku berusaha bunuh diri dengan minum baygon, karena Tuhan masih sayang akupun selamat.
Hingga suatu siang karena lapar aku membeli nasi bungkus, ternyata Tuhan mempunyai rencana yang indah, di dalam bungkus nasi itu diceritakan tentang Pondok Hayat. Setalah itu akupun pergi ke Pondok Hayat dan di luar dugaan aku diterima apa adanya tanpa membeda-bedakan. Selama ini aku memang belum mengenal siapa itu Yesus Kristus dan berkat bimbingan teman-teman serta pengurus Pondok Hayat yang tidak pernah bosan padaku, aku merasakan pemulihan yang luar biasa.
Aku merasakan betapa Tuhan Yesus selama ini sangat menyayangi aku, Dia tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang berdosa. Mulai saat itu akupun berdoa dan bersyukur karena Tuhan begitu baik padaku, Dia tidak memberikan hambaNya hidup dalam kegelapan. Di sini aku dapat merasakan ketenangan dan kedamaian yang selama ini belum pernah aku rasakan. Aku percaya tiada yang mustahil bagi Tuhan Yesus, apa yang Dia kehendaki, itu pasti terjadi!
In
Jun 2001