Links
Archives
Soli Deo Gloria
August 01, 2007
Anak Saya Tidak Jadi Gugur
Dikutip dengan seizin Pondok Hayat. Hak Cipta (c) 2007 Pondok Hayat www.pondokhayat.org Dilarang keras untuk mengutip dan mengedarkan kesaksian ini dalam bentuk apapun tanpa seizin Pelayanan Pondok Hayat
Saya seorang gadis remaja berusia 18 tahun. Kehidupan saya dulu begitu buruk. Saya senang pergi ke diskotik, minum-minuman keras dan merokok. Dalam pergaulan saya yang seperti itu saya berkenalan dengan seorang laki-laki yang berbeda agama dengan saya hingga akhirnya saya hamil dengan pria tersebut.
Saya sangat bingung ketika tahu bahwa saya hamil. Saya berusaha menggugurkan kandungan saya dengan berbagai macam obat dan jamu tetapi tidak berhasil. Hingga akhirnya kedua orang tua saya mengetahui bahwa saya hamil. Mereka sangat marah kepada saya dan memutuskan untuk mengaborsi kandungan saya, namun usaha mereka ternyata gagal.
Akhirnya Tuhan menolong kami melalui hambaNya. Oleh hamba Tuhan itu kami diingatkan akan dosa yang harus kami tanggung bila kami melakukan tindakan aborsi dan menyarankan kami untuk pergi ke Yayasan Pondok Hayat. Akhirnya sayapun dibawa ke Pondok Hayat.
Di sini saya diterima dengan baik, saya merasa kerasan apalagi banyak teman-teman yang senasib dengan saya. Saya tidak merasa sendirian menanggung semua ini. Saya juga terus dibimbing dalam kerohanian saya, agar saya hidup dekat dengan Tuhan, minta pengampunan dari Tuhan atas dosa perzinahan yang telah saya lakukan dan juga mengampuni orang yang telah menyakiti saya. Pagi-pagi sekali, dan malam sebelum tidur selalu diadakan Doa bersama para pasien dan para pengerja. Di situ kami selalu disampaikan mengenai kebenaran Firman Tuhan, seminggu sekali ada Persekutuan doa. Dari situ saya benar-benar merasa dikuatkan oleh Tuhan dan hidup saya benar-benar diubahkan. Dalam hal jasmanipun kami (saya dan teman-teman senasib) juga terus diperhatikan, mulai dari kesehatan saya dan kandungan saya, makanan saya bahkan sampai kebersihan badanpun tak luput dari perhatian para pekerja di situ.
Saya sangat bersyukur kepada Tuhan karena Tuhan telah menempatkan saya di Pondok Hayat, saya percaya ini bukan suatu kebetulan melainkan ini adalah bagian dari rencana Tuhan yang indah buat hidup saya dan juga bayi yang ada dalam kandungan saya.
Tuhan begitu mengasihi saya, sehingga ketika tiba waktunya saya untuk bersalin, saya bisa melahirkan dengan lancar tanpa terlalu lama merasakan kesakitan. Sampai-sampai bayi saya sudah keluar padahal bidannya belum datang. Tapi untunglah para pekerja disini sudah terbiasa, jadi merekalah yang menolong proses kelahiran anak saya sebelum bidan datang. Bayi yang sehat dan cantik, tiada kata lain yang terucap dari bibir saya kecuali ucapan syukur kepada Tuhan atas semua yang Dia kerjakan dalam hidup saya.
(Disaksikan oleh Ayu bukan nama sebenarnya)
Dikutip dengan seizin Pondok Hayat. Hak Cipta (c) 2007 Pondok Hayat www.pondokhayat.org Dilarang keras untuk mengutip dan mengedarkan kesaksian ini dalam bentuk apapun tanpa seizin Pelayanan Pondok Hayat
Akhirnya Tuhan menolong kami melalui hambaNya. Oleh hamba Tuhan itu kami diingatkan akan dosa yang harus kami tanggung bila kami melakukan tindakan aborsi dan menyarankan kami untuk pergi ke Yayasan Pondok Hayat. Akhirnya sayapun dibawa ke Pondok Hayat.
Di sini saya diterima dengan baik, saya merasa kerasan apalagi banyak teman-teman yang senasib dengan saya. Saya tidak merasa sendirian menanggung semua ini. Saya juga terus dibimbing dalam kerohanian saya, agar saya hidup dekat dengan Tuhan, minta pengampunan dari Tuhan atas dosa perzinahan yang telah saya lakukan dan juga mengampuni orang yang telah menyakiti saya. Pagi-pagi sekali, dan malam sebelum tidur selalu diadakan Doa bersama para pasien dan para pengerja. Di situ kami selalu disampaikan mengenai kebenaran Firman Tuhan, seminggu sekali ada Persekutuan doa. Dari situ saya benar-benar merasa dikuatkan oleh Tuhan dan hidup saya benar-benar diubahkan. Dalam hal jasmanipun kami (saya dan teman-teman senasib) juga terus diperhatikan, mulai dari kesehatan saya dan kandungan saya, makanan saya bahkan sampai kebersihan badanpun tak luput dari perhatian para pekerja di situ.
Saya sangat bersyukur kepada Tuhan karena Tuhan telah menempatkan saya di Pondok Hayat, saya percaya ini bukan suatu kebetulan melainkan ini adalah bagian dari rencana Tuhan yang indah buat hidup saya dan juga bayi yang ada dalam kandungan saya.
Tuhan begitu mengasihi saya, sehingga ketika tiba waktunya saya untuk bersalin, saya bisa melahirkan dengan lancar tanpa terlalu lama merasakan kesakitan. Sampai-sampai bayi saya sudah keluar padahal bidannya belum datang. Tapi untunglah para pekerja disini sudah terbiasa, jadi merekalah yang menolong proses kelahiran anak saya sebelum bidan datang. Bayi yang sehat dan cantik, tiada kata lain yang terucap dari bibir saya kecuali ucapan syukur kepada Tuhan atas semua yang Dia kerjakan dalam hidup saya.
(Disaksikan oleh Ayu bukan nama sebenarnya)
Dikutip dengan seizin Pondok Hayat. Hak Cipta (c) 2007 Pondok Hayat www.pondokhayat.org Dilarang keras untuk mengutip dan mengedarkan kesaksian ini dalam bentuk apapun tanpa seizin Pelayanan Pondok Hayat