NIKODEMUS BERTOBAT
Firman Tuhan dalam Yoh. 3:16 menyatakan:
”Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Tetapi percaya itu bisa timbul melalui dua jalur: melalui pikiran dan melalui hati.
Orang yang percaya melalui pikiran biasa menerima suatu pernyataan berdasarkan fakta, kenyataan dan hal yang terbukti.
Misal:
dalam hitung-menghitung 1 + 1 = 2
benda yang jatuh selalu ke bawah => fakta
bumi yang dahulu orang percaya datar adanya, terbukti bulat
Orang yang percaya dalam hati itu mau menerima sepenuh, meskipun apa yang didengar itu ganjil, mustahil. Nah, percaya inilah yang dimaksudkan dalam Yoh. 3:16. Benih percaya ini menghentar orang dalam kesadaran akan kodrat ilahi pribadi Yesus Tuhan yang Mahabenar dan Mahakudus, sehingga ia kemudian menyadari dosa-dosa dan pelangaran-pelanggarannya. Lalu iapun mohon ampun dan bertobat, maka di situlah Roh Tuhan (Roh Kudus) menjamah rohnya dan orang itu dilahirkan kembali. Inilah yang dialami Nikodemus. Dengan dilahirkannya kembali yang terjadi oleh jamahan Roh Kudus (bukan oleh jasanya sendiri) tampaklah perubahan pada perbuatan, perkataan dan sikapnya.
Nikodemus, seorang Farisi, pemimpin agama Yahudi yang tadinya seperti orang-orang Farisi lain, menganggap Taurat itulah satu-satunya pedoman dari Yahweh untuk umat Yahudi, kini menemukan sesuatu yang lebih mulia dari Taurat, yaitu Yesus, Putra Tunggal Allah (Yahweh) dan ia menyambutNya dalam hatinya dengan percaya.
Pada suatu saat seperti yang tertulis di Yoh. 7:43-49:
Timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia. Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang berani menyentuhNya. Maka penjaga-penjaga (red: Bait Allah) itu pergi kepada imam-imam dan kepada orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka:”Mengapa kamu tidak membawaNya?” Jawab penjaga itu:”Belum pernah seorang manusia berkata seperti Orang itu!” Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka:”Adakah kamu juga disesatkan? Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepadaNya, atau seorang di antara orang-orang Farisi? – Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!”
Geram orang-orang Farisi dan imam-imam kepala memuncak. Sekelompok imam-imam kepala, orang-orang Farisi dan para penjaga Bait Allah berkomplot hendak menangkap dan membunuh Tuhan Yesus.
Nikodemus yang hadir di saat-saat itu mengetahui komplotan yang jahat itu. Iapun bangkit dan berani membela Tuhan Yesus, berkata kepada mereka:
”Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuatnya?” Yoh.7:51
Ia tidak takut menghadapi geram mereka, meskipun ia tahu resiko pembelaannya itu, bisa-bisa ia sendiri turut dihukum. Pembelaannya hendak mencegah mereka dari pelaksanaan rencana yang jahat itu tidak berhasil. Kini malahan murid Tuhan Yesus sendiri yaitu Yudas Iskariot membukakan jalan untuk penangkapan Tuhan Yesus. Dan sebagaimana kita ketahui, Tuhan Yesus ditangkap lalu dihukum mati tersalib.
Tidak hanya Yudas mengkhianati Tuhan Yesus, Petrus pun menyangkali Tuhan dengan menghilang bersama-sama dengan murid-murid lain, sehingga tidak ada seorang pengikut Tuhan yang terlihat, selain sekelompok wanita yang melihat dari jauh, yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia (Mat.27:55).
Siapakah yang peduli akan Tuhan Yesus, Yang kini mati tergantung pada salib itu? Siapakah yang peduli akan sosok jenazahNya dan mau menguburNya, sedangkan Sabat hampir mulai? Apakah dikubur begitu saja oleh orang-orang kafir di tempat penyaliban itu, yang memang adalah kuburan para terpidana, yaitu Golgota (= tempat tengkorak)? Tidaklah begitu! Syukur!
Tertulis di kitab Injil Yoh. 19:38-42:
Sesudah itu Yusuf dari Arimatea – ia murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi, meminta kepada Pilatus supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu. Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira 50 kati beratnya. Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaniNya dengan kain lenan dan membubuhiNya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat. Dekat tempat di mana Yesus disalibkan ada suatu taman dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang. Karena hari itu hari persiapan (red: sabat) orang Yahudi, sedang kubur itu tidak jauh letaknya, maka mereka meletakkan mayat Yesus di situ.
Nikodemus begitu pedih hatinya melihat sosok Yesus – yang sekarang disambutnya sebagai Tuhan dan Juru Selamat dalam keadaan remuk dan diliputi darah yang sudah mengering. Ia tidak dapat memepersembahkan sesuatu kepada Tuhan selain rempah-rempah untuk menyatakan penghormatannya.
Tidak mungkin terjadi bahwa Nikodemus, seorang Farisi yang terpandang sebagai pemuka/pemimpin agama dapat menjunjung tinggi dan menghormati Yesus kalau ia tidak dilahirkan kembali!
Ayat-ayat dikutib dari Alkitab Terjemahan Baru © Lembaga Alkitab Indonesia, 1974.
Copyright/Hak Cipta © 2005 Kasih Kekal www.kasihkekal.org


0 Comments:
Post a Comment
<< Home