Kasih Kekal
                  OCCULTISME oleh DR. (HC) Sigit Poerbandoro (Hal.2)

Selain berbagai pandangan tentang iblis sebagaiman di atas, masih ada pula pengajaran yang berbeda menyolok dengan ajaran  Alkitab kita, yaitu:
1. Pengajaran bahwa ada roh yang baik dan roh yang jahat, pengertiannya di antara roh-roh halus, jin, peri dan
    sejenisnya,  dianggap demikian. Sehingga  yang tergolong roh yang baik, bisa sebagai sahabat, bisa dimintai
    tolong, bisa dimanfaatkan dan  lainnya.

2. Tuhan juga yang menciptakan semua roh; malaikat, jin, iblis.

3. Dan masih banyak pengajaran yang berbeda, yang pada pokoknya tidak sesuai dengan Ajaran Alkitab kita.
    Kita harus tegas  dalam masalah ini. Sekarang kita hendak menanggapi berbagai pandanga di atas yang tidak
    sejalan bahkan bertentangan dengan Alkitab/Firman Tuhan.

Sekarang kita hendak menanggapi berbagai pandanga di atas yang tidak sejalan bahkan bertentangan dengan Alkitab/Firman Tuhan.
1. Firman Tuhan menyatakan bahwa iblis itu ada, dan tentu kita harus yakin bahwa semua yang tersurat di
    Alkitab adalah benar.  Antara lain: Ayub 1: iblis menghadap Tuhan; Matius 4: Tuhan Yesus dicobai oleh iblis;
    Markus 5: orang kerasukan iblis di  Gerasa. Masih ditambah Firman Tuhan sendiri tentang iblis, misalnya
    Matius 17:17-21; Markus 16:17; Lukas 10:17-20. Juga  kenyataan di sekitar kita: orang kerasukan setan,
    rumah berhantu, roh-roh yang bisa dipanggil, dengan mantera oleh dukun (bukan saja di film).

2. Firman Tuhan juga dengan jelas menyatakan bahwa iblis itu oknum/berpribadi. Hal ini terlihat dengan adanya
    iblis yang  berbicara (Ayub 1, Mat. 4, Mark. 5), bisa mencobai, bisa membisikkan rencana (Yoh. 13:2), bisa
    menyerang (Kis. Ras. 19),  bisa bertipu-muslihat (Epesus 6:11-12). Jadi tidak benar bila dikatakan iblis
    sekadar pengaruh jahat saja.

3. Firman Tuhan jelas menegaskan bahwa iblis memang tergolong dunia roh, tetapi tidak berarti iblis tidak
    berurusan dengan dunianya berlainan. Contohnya: iblis mencobai & menyerang manusia (Ayub, Yudas,
    Petrus, orang kerasukan). Juga bisa merasuki binatang (Markus 5). Bahkan Tuhan pun ditantang: Ayub 1
    dan Matius 4.

4. Sikap terhadap iblis, Firman Tuhan mengajarkan dengan jelas: harus di lawan, bahkan diusir dan dikalahkan
    (Markus 16:17;  Lukas 10:20; Matius 17:21; 1 Petrus 5:8-9 dll). Dengan demikian semua sikap yang
    berkompromi terlebih lagi yang  menghormati, bersikap baik, bahkan menyembah iblis termasuk minta
    pertolongan iblis adalah tidak benar. Oleh karena  prinsipnya iblis adalah lawan, maka tidak ada
    penggolongan adanya roh/jin yang baik dan jahat, semua statusnya adalah lawan  Tuhan, maka juga lawan
    umat Tuhan.

Selain perbedaan pandangan di atas, kita juga menghadapi adanya perbedaan di antara kalangan gereja dan teologia yang  berkaitan dengan iblis, misalnya:
a. Ada gereja yang berpendapat, bahwa iblis sudah dikalahkan oleh Tuhan Yesus, karena itu umat Kristen tidak
   perlu lagi  mengusir iblis, atau melakukan kegiatan doa dan sejenisnya untuk melawan iblis ini. Secara tidak
   langsung menganggap iblis  dianggap tidak ada atau dianggap tidak berbahaya lagi atau tidak akan
   mengganggu umat manusia lagi.

b. Ada kelompok umat Kristen yang terlalu ekstreem, sehingga segala sesuatu yang tidak baik, atau dirasa tidak
   sejahtera  dianggap dari iblis, pandangan ini berlatar belakang: apapun yang tidak baik bukan dari Tuhan, pasti
   dari iblis. Kelompok ini  menganggap semua penyakit dari iblis, semua patung itu simbol iblis (termasuk
   monumen tokoh pahlawan), tanaman tertentu,  model ukiran, semua jenis adat/tarian dituduh berhubungan
   dengan iblis.

c. Ada juga yang menempatkan kasus kerasukan iblis sebagai kasus kejiwaan stress berat, dalam hal ini tidak
   percaya iblis bisa  memasuki diri manusia.

                                     
Home -- Hal. Sebelum -- Hal. Berikut
Home